Home Blog Page 49

Fikih Qurban Ringkas

0

Hukum Berqurban

Menyembelih qurban hukumnya adalah sunnah muakkadah bukan  wajib dan statusnya menjadi wajib bila itu adalah nadzar, hanya saja jumhur ulama menyatakan makruh meninggalkannya bagi orang yang mampu melaksanakannya. Hal ini berdasarkan hadis Nabi shalallahu’alaihi wasallam,

إذا دخَل العَشرُ الأوَلُ فأراد أحدُكم أن يُضَحِّيَ

“Jika telah memasuki 10 awal (dzulhijjah) dan diantara kalian ingin berqurban” (HR. Muslim no 1977)

Pada lafadzأراد  (ingin) ini menunjukkan bahwa adanya pilihan, hanya saja makruh meninggalkannya bagi orang yang mampu, hal ini berdasarkan dalil-dalil lain yang ada.

 

Lebih Utama Berqurban dibanding Sedekah

Menyembelih qurban pada hari ied itu lebih utama dibandingkan bersedekah dengan nominal seharga hewan qurban, hal ini karena demikianlah yang telah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam lakukan, dan beliau senantiasa beramal dengan sesuatu yang paling afdha.

Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata, “Berqurban pada hari idul adha itu lebih utama dibandingkan bersedekah dengan nominal serupa, bahlan meski nominalnya ditambah. Karena berqurban dan mengucurkan darah hewan sembelihan adalah tujuan utama ibadah di hari tersebut, serta ibadah berqurban itu sendiri telah Allah sandingkan dengan ibadah shalat dalam beberapa ayat di dalam Al-Quran.” (Tuhfathul Maulud hlm.65)

 

Bagaimana Bila Sedang Terjadi Musibah Kelaparan?

Pada kondisi adanya musibah kelaparan di teangah-tengah kaum muslimin dan itu bertepatan dengan idul adha, yang mana dalam kondisi ini sedekah harta lebih bermanfaat untuk mencegah musibah yang lebih besar. Maka dalam kondisi ini kita katakan sedekah lebih utama, karena itu dapat menjaga jiwa manusia dari kematian, sedangkan posisi berqurban adalah menghidupkan sunnah. (Syarhul Mumti’ 7/481)

 

Hewan Qurban

Hewan yang sah dan utama untuk diqurbankan sesuai syariat adalah

  1. Unta
  2. Sapi
  3. Kambing atau Domba

Catatan: Urutan keutamaan berqurban diatas adalah kondisi bila dikeluarkan oleh 1 orang, sedangkan bila contoh ada qurban 1 unta yang keluarkan atau urunan dari 7 dibandingkan dengan 1 kambing yang dikeluarkan dari 1 orang, maka lebih utama 1 kambing disbanding 1 unta.

Urutan keutamaan ini berdasarkan hadis Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam,

“Barangsiapa yang mandi di hari Jumat dengan mandi janabah (mandi besar), kemudian dia pergi pada awal-awal waktu di hari Jumat tersebut, maka sama dengan seorang yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berkurban seekor unta. Dan barabgsiapa yang pergi ke masjid hari Jumat pada saat-saat yang kedua maka sama dengan dia mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan berkurban seekor sapi. Dan barangsiapa yang pergi pada saat yang ketiga, maka sama dengan dia mau berkurban seekor kambing yang bertanduk.” (HR. Bukhari no.881)

Selain itu hewan qurban yang utama adalah yang bagus dab gemuk, Allah Ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32)

Sebagian salaf menafsikan bahwa maksud mengagungkan syiar dalam ayat ini adalah memilih hewan qurban yang besar badannya, banyak lemaknya dan paling bagus. Dan salah cara memilih hewan qurban yang bagus adalah dengan memperhatikan mata dan telinnya, hal ini berdasarkan sebuah riwayat dalam Musnad Imam Ahmad,

“Kami di perintahkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam untuk (memilih) yang bagus mata dan telinanya.” (HR. Ahmad no.6325)

Umur Hewan Qurban

Para ulama bersepakat bahwa hewan qurban disyaratkan telah mencapai usia yang ditentukan syariat. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا تَذْبَحُوا إلَّا مُسِنَّةً إلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ

“Janganlah kalianmenyembelih hewan kecuali musinnah, jika kalian sulit  mendapatinya maka sembelihlah yang sudah berumur setahun dari kambing.” (HR. Muslim no.1963)

Berikut ini ketentuan umur hewan qurban

NoHewanUmur
1Unta5 Tahun
2Sapi2 Tahun
3Kambing1 Tahun
4Domba6 Bulan

Catatan: Umur ini menggunakan perhitungan tahun hijriyah dan bukan tahun masehi.

Cacat Hewan Qurban

Dalam hal ini dapat kita kategorikan menjadi 2 macam cacat,

  1. Cacat yang membuat haram untuk dijadikan hewan qurban, yaitu
  • Buta sebelalah pada mata yang amat jelas
  • Sakit yang jelas trelihat
  • Pincang yang sangat jelas pincangnya
  • Yang sudah terlalu tua umurnya.
  1. Cacat yang dibenci (makruh)
  • Telinga putus
  • Tanduknya patah
  • Ekornya hilang
  • Giginya tanggal

Waktu dan Hari Penyembelihan

Waktu mulai penyembelihan hewan qurban adalah setelah terlaksananya shalat ‘iedul adha. Sedangkan hari-hari peyembelihan

  1. Hari raya ‘iedul adha tanggal 10 Dzulhijjah (setelah shalat) dan ini adalah hari paling utama untuk berqurban
  2. Tiga hari setelahnya, yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Boleh menyembelih di siang hari atau sore hari, sedangkan di malam hari ada perbedaan pendapat diantara ulama antara boleh atau makruh dan tidak ada yang berpendapat sampai haram.

Jantan atau Betina?

Tidak ada ketentuan khusus mengenai jenis kelamin hewan qurban, boleh jantan dan juga boleh betina. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

ويجوز فيها الذكر والانثى لما روت أم كرز عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا

“Dan diperbolehkan dalam berqurban dengan hewan jantan maupun betina. Sebagaimana mengacu pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Kuraz dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau pernah bersabda “(aqiqah) untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing. Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah,” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzzab,. 8/392).

Adab-Adab Menyembelih Hewan Qurban

  1. Menajamkan pisau yang akan digunakan.
  2. Menjauhkan dari penglihatan hewan qurban saat menajamkan pisau.
  3. Menggiring hewan ke tempat sembelihan dengan baik
  4. Membaringkan hewan yang akan disembelih (kambing atau sapi, sedangkan unta lebih utama disembelih dalam posisi berdiri)
  5. Menghadapkan hewan sembelihan kearah kiblat
  6. Meletakkan kaki di atas sisi hewan sembelihan
  7. Mengucapkan bismillah

Berqurban untuk yang Sudah Meninggal Dunia

Dalam masalah ini kita harus meninjau dari tiga sisi,

  1. Jika orng yang meninggal itu bukan sasaran utama qurban atau tepatnya ia adalah keluarga shohibul qurban maka hukumya boleh.
  2. Jika orang yg meniggal adalah sasaran utama qurban tanpa ia berwasiat sebelumnya maka ada Dua pendapat :
  • Boleh, ini adalah pendapat sebagian madzhab hambali yang menghukuminya seperti shadaqah untuk mayit.
  • Sebagian besar ulama dengan keras menyatakan bahwa itu adalah bidah karena Nabi tidak pernah melakukanya, tidak pernah Nabi berqurban untuk istri atau pamanya yang sudah meninggal dunia, padahal seandaiya itu benar niscaya Nabi-lah yang pertama kali melakukannya.
  1. Jika orang yg meningal tersebut dulu pernah berwasiat, maka mayoritas ulama mambolehkanya.

 

Referensi:

  • Ahkam Al Udhiyah, karya syaikh Muhammad bin shalih Al ‘Utsaimin
  • Syarh Umdatul Fiqh, Karya syaikh Abdullah bin Abdulaziz Al Jibrin
  • Al Hawasyi As Sabighat ‘ala Akhshar Al Mukhtasharat, karya syaikh Ahmad Al Qu’aimi

***

Ditulis Oleh : Muhammad Fatwa Hamidan, Lc.

Artikel HamalatulQuran.com

donatur-tetap

Persepsi Salah Tentang Sedekah

0

Mayoritas jiwa manusia itu senantiasa terselimuti dengan keinginan mengumpulkan dan memiliki harta yang banyak, Dan disini setan sering hadir mengganggu manusia tatkala ia ingin berderma dan berinfak fii sabilillah. Allah Ta’ala berfirman,

ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (QS. Al Baqarah: 268)

Maka datanglah nash atau dalil syariat untuk memenuhi hati hamba-hambanya dengan keyakinan yang kuat demi mengharap apa-apa yang ada disisi Allah Ta’ala

وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

“Sedangkan Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

Selain ayat diatas Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam pun telah bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” ( HR. Muslim no. 2558)

Sungguh petuah nabawi yang amat indah ringkas dan penuh makna, menusuk ke dalam hati untuk memberikan arti berbeda dari apa yang dilihat secara dhahir atau langsung oleh manusia dengan mata kepala mereka sendiri serta hitungan matematik yang dimiliki, yaitu bahwa sedekah harta walau secara dhahir nampak berkurang hartamya namun secara hakekat syariat ia kembali kepada pemiliknya dalam bentuk keberkahan yang banyak. Dan sungguh harta sedikit yang penuh keberkahan itu lebih baik dibandingkan harta yang banyak namun tidak diberkahi oleh Alah Ta’ala.

Harta Berkurang dengan Sedekah?

Sungguh persepsi manusia bahwa dengan bersedekah harta akan berkurang adalah persepsi yang salah. Lantas apa hakekat tidak berkurangnya harta dengan sedekah?

Sedekah dan infak itu dari segi kebaikan secara umum tidak pernah mengurangi harta, karena walau sedekah mengharuskan nampak berkurangnya harta dari satu sisi akan tetapi harta tersebut bertambah dari berbagai sisi. Karena sedekah itu membuat harta berkah, menhindarkan diri dari musibah dan penyakit, membukakkan berbagai pintu rezeki bagi orang yang bersedekah. Apakah keberkahan dan bertambahnya banyak kebaikan ini layak disebut sebagai kekurangan?

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

أنها تقي مصارع السوء وتدفع البلاء حتى إنها لتدفع عن الظالم وتطفئ الخطيئة وتحفظ المال وتجلب الرزق وتفرح القلب وتوجب الثقة بالله وحسن الظن به

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah bala’ sampai penggemar maksiat pun terjaga dari bala’ karena rajin bersedekah, menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezki, membuat gembira hati dan menyebabkan hati yakin dan baik sangka kepada Allah” (Uddah ash-Shabirin hlm.490).

Diantara manfaatnya yang disampaikan Ibnu Qoyiim rahimahullah adalah:

  1. Dijaga Allah dari kematian yang buruk, semisal mati sedang melakukan maksiat, mati dicabik-cabik singa, dimakan buaya dll, mati dibunuh plus mutilasi, dsb.
  2. Mencegah bala’, wabah, malapetaka, siapapun pelakunya baik dia seorang muslim yang taat ataupun penggemar maksiat.
  3. Menghapus dosa. Jika “sedekah” kepada anjing kehausan itu menghapus dosa pelacur, apalagi sedekah untuk penuntut ilmu agama, penghafal al-Qur’an, sedekah Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas kesehatan, sedekah bahan makanan pokok untuk orang yang harus menjalani karantina dll. Sedekah semisal ini tentu lebih dasyat menghapus dosa pelakunya.
  4. Menjaga harta. Sedekah adalah perintah Allah dan Nabi menjanjikan bahwa siapa yang melakukan perintah Allah, maka Allah akan jaga diri dan hartanya.
  5. Mendatangkan dan keberkahan rizki. Sebaliknya pelit itu berdampak kehancuran harta atau hilangnya keberkahan harta.
  6. Sumber kebahagiaan hati adalah menolong sesama dengan bersedekah dan lainnya.
  7. Bukti sekaligus kiat melatih diri untuk yakin dan berbaik sangka kepada Allah.

Apakah setelah kita tahu betapa banyak manfaat sedekah diatas masih akan mengatakan bahwa dengan sedekah harta kita akan berkurang? Tidak, tentu muslim yang baik akan mulai berfikir dan menanamkan makna dan hakekat sedekah yang sejati dalam hatinya.

Dan selain manfaat di atas, manfaat sedekah yang amat agung adalah dengan sedekah Allah menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 271)

Ibnu Abi Hatim rahimahullah menceritakan bahwa sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma membaca ayat

وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ

Kemudian ia berkata: Dengan sedekahlah dosa dan kesalahan akan dihapuskan. (Ad-Dur Al-Mantsur fi At-Tafsiri bi Al-Ma’tsur 2/86)

Seorang penyair pernah berkata,

يَرَى البَخِيْلُ سَبِيْلَ المَالِ وَاحِدَةً   **   إِنَّ الجَوَّاد يَرَى فِي مَالِهِ سُبُلا

“Orang bakhil memandang bahwa jalan harta itu hanyalah satu, sedangkan orang dermawan memandang bahwa banyak jalan pada hartanya”

Semoga Allah jauhkan sifat bakhil dan kikir dari diri kita, serta menjadikan kita hamba-hamba yang gemar berbuat kebaikan. Dan semoga Allah terimal amal ibadah kita.

***

Referensi:

– Qowaid Nabawiyyah karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil hafidzahullah

Ditulis Oleh : Muhammad Fatwa Hamidan, Lc.

Artikel HamalatulQuran.com

donatur-tetap

Ponpes Hamalatul Quran Lantik 67 Santri Pengabdian dan Lepas 55 Santri Pengabdian TA. 2021-2022

0

HAMALATULQURAN.COM — Bantul, Pengasuh pondok pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta, Ustadz Samhudi, S.Pd.I resmi melatik santri pengabdian masa bakti 2022-2023 dan resmi melepas santri pengabdian masa bakti 2021-2022 di masjid Jami’ Hamalatul Quran, Sanden, Bantul pada Ahad (12/06/2022).

Acara pelantikan dan pelepasan santri pengabdian dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan Hamalatul Quran, jajaran pengurus Pondok Pesantren Hamalatul Quran dan seluruh santri di pondok pesantren Hamalatul Quran Sanden, Bantul.

Pelantikan dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren Hamalatul Quran Ustadz Samhudi, S.Pd.I dengan membacakan ikrar pelantikan santri pengabdian pondok pesantren Hamalatul Quran sebagai bentuk kesiapan mereka menjalani masa pengabdian selama satu tahun kedepan.

Dalam sambutannya ketua Yayasan Hamalatul Quran, ustadz Amri Suaji, Lc. menyampaikan rasa terima kasih kepada pengabdian yang telah memberikan sumbangsih ilmu dan tenaganya selama satu sathun masa mengabdi.

“Selamat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan melanjutkan aktivitas dakwah, terimakasih juga atas apa Kalian curahkan di pesantren semoga Allah ta’ala memberi balasan yang lebih baik”, papar ustadz Amri Suaji.

Dr. Ghusnam Haris, M. Ag. Selaku perwakilan wali santri yang atas takdir Allah menjadi perwakilan wali santri pengabdian baru dan pengabdian lama menyampaikan banyak terimakasih kepada para ustadz yang telah mendidik santri-santri.

Dan diakhir acara disampaikan sepatah kata nasehat oleh ustadz Dr. Ridho Abdillah, M. Ed. selaku kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Hamalatul Quran.

“Selesai masa pengabdian bukan berarti selesai segala-galanya, namun hanya lembaran hidup dibalik lembaran berikutnya, selamat berjuang dan tetap berkhusnudon kepada Allah subhanahu wata’ala dan milikilah obsesi yang tinggi”, jelas beliau.

Tahun ini pondok pesantren Hamalatul Quran resmi melantik 67 santri pengabdian baru dan resmi melepas 55 santri pengabdian lama.

Semoga santri pengabdian masa bakti 2022-2023, bisa mendedikasikan ilmu sebaik-baiknya selama satu tahun kedepan dan menebar manfaat untuk santri-santri dan Pesantren secara umum. Dan bagi santri pengabdian yang baru dilepas dapat bermanfaat untuk kaum muslimin secara umum dimanapun mereka berada. (redaksihq/hamalatulquran.com)

Berikut galeri foto kegiatan pelantikan dan pelepasan santri pengabdian PP Hamalatul Quran Yogyakarta :

donatur-tetap

Adab Islam #3 : Adab Muslim Ketika Bermimpi

0

Islam adalah agama yang agung dan sempurna, Allah Ta’ala melalui syariat Islam memberikan petunjuk-petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia, yang jika petunjuk dan pedoman tersebut kita lalsanakan maka yang pertama kali mendapatkan manfaat dan mashlahat adalah diri kita sendiri.

Dalam Islam kita diajarkan banyak adab yang kita butuhkan dalam hidup sehari-hari, bahkan ketika kita bermimpi pun agama Islam telah memberikan tuntunan bagi kita. Ketika bermimpi indah apa yang seyogyanya kita lakukan? Ketika bermimpi buruk apa yang kita lakukan?

Maka pada artikel kali ini kami ingin mengangkat tema “Adab Muslim ketika Bermimpi” agar kita semua dapat mengetahui tuntunan dan pedoman syariat  tatkala kita bermimpi.

Tiga Macam Mimpi

Sebelum kita bahas lebih lanjut terkait tuntunan syariat terkait mimpi, maka setidaknya kita harus tahu terlebih dahulu bahwa mimpi yang dialami oleh manusia itu terbagi menjadi 3 macam, Hal ini sesuai dengan sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله

“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhari, no. 7017)

  1. Mimpi dari Allah.
  2. Mimpi dari Setan.
  3. Mimpi dari Diri Sendiri.

Mimpi baik itu datangnya dari Allah Ta’ala, sedangkan mimpi buruk datangnya dari setan, adapun yang dimaksud dengan mimpi dari diri sendiri adalah mimpi yang disebabkan oleh apa-apa yang kita pikirkan sebelum tidur, contohnya adalah bila kita kehilangan suatu barang semisal handphone atau uang kemudian kita memikirkan hal tersebut seharian, dari pagi sampai menjelang tidur, sehingga pikiran tersebut terbawa ke dalam mimpi.

Adab Muslim Ketika Bermimpi Indah atau Mimpi Buruk

Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa ia pernah mendengar Nabi shalallahu’alaihi wasallam bersabda,

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يُحِبُّهَا فَإِنَّمَا هِيَ مِنْ اللَّهِ فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ عَلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا وَإِذَا رَأَى غَيْرَ ذَلِكَ مِمَّا يَكْرَهُ فَإِنَّمَا هِيَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَسْتَعِذْ مِنْ شَرِّهَا وَلَا يَذْكُرْهَا لِأَحَدٍ فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ (رواه البخاري) وَ فِيْ رِوَايَة : فَلْيَنْفُث عَنْ شِمَالِهِ ثَلَاثًا

“Jika salah satu dari kalian bermimpi hal yang disukai, maka sungguh hal itu adalah dari Allah, maka hendaklah ia memuji kepada Allah atas mimpi itu, dan hendaklah ia menceritakannya. Dan jika (salah satu dari kalian) bermimpi selain itu, yakni hal yang ia tidak sukai, maka sungguh hal itu adalah dari setan, maka hendaklah ia meminta perlindungan dari kejelekan mimpi itu, dan tidak menceritakannya kepada seorang pun, (dengan cara tersebut) mimpi tidak akan membahayakannya.” (HR. Bukhari) dalam sebuah riwayat: “meludah kearah kiri 3 kali.”

Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitab Fathul Baari memberikan komentar terhadap hadis diatas, bahwa ketika seorang muslim bermimpi baik maka ada 3 hal yang hendaknya ia lakukan:

  1. Memuji Allah ta’ala.
  2. Bergembira atas mimpi indah tersebut.
  3. Bila Hendak Bercerita, maka ceritakanlah kepada seseorang yang disangka kuat bahwa ia adalah orang yang mencintai anda dan bukan membenci anda.

Untuk poin nomer tiga diatas, telah dikuatkan dengan dalil firman Allah Ta’ala,

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ * قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا ۗاِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ  

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.” (QS. Yusuf: 4-5)

Sedangkan ketika seorang muslim bermimpi buruk maka ada 4 hal yang hendaknya dilakukan,

  1. Meminta perlindungan kepada Allah ta’ala dari keburukan mimpi tersebut.
  2. Meminta perlindungan kepada Allah ta’ala dari setan, karena pada hakekatnya setanlah yang membuat seseorang bermimpi buruk.
  3. Meludah ke sebelah kiri sebanyak 3 kali.
  4. Tidak menceritakan mimpi buruk tersebut kepada siapapun.

Dan di akhir hadits tersebut Nabi shalallahu’alaihi wasallam berkata فإنها لا تضره yang maksud disini adalah ketika seseorang bermimpi buruk kemudian dia melakukan hal-hal yang dituntunkan di atas niscaya mimpi buruk tersebut tidak akan pernah mencelakainya dengan izin Allah ta’ala. Oleh karena itu ketika bermimpi buruk janganlah semerta-merta cerita kesana dan kemari, apalagi sampai di unggah di berbagai media sosial yang dimiliki.

Demikianlah adab dan tuntunan syariat bagi setiap muslim ketika bermimpi, semoga kita dapat mengamalkan apa-apa yang telah dituntunkan dan di perintrahkan oleh Allah dan Rasul-Nya kepada kita semua.

***

Referensi:

  • Fathul Baari Syarh Shahih Al Bukhari, karya Ibnu Hajar Al ‘Asqolani rahimahullah
  • Syah Riyadhus Shalihin, karya Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

Ditulis oleh: Muhammad Fatwa Hamidan, Lc.

Artikel HamalatulQuran.com

donatur-tetap

3 program Al Quran Center Hamalatul Quran, Bantul

0

Al Quran Center adalah unit program yayasan Hamalatul Quran, Bantul yang insyaallah akan berfokus pada pembelajaran Al Quran untuk masyarakat umum. Program yang insyaallah akan dijalankan adalah sebagai berikut:

1. Pesantren Lansia
Adalah program pembelajaran dasar agama untuk lansia 50 tahun keatas dengan materi Akidah, Tafsir, Tahsin, dan Fikih. Program ini bertujuan untuk memberikan bekal ilmu agama agar masa senja diisi dengan kegiatan yang mulia.

2. Tahsin dan Tahfidz dengan Pengajar Bersanad
Adalah program perbaikan bacaan Al Quran dan hafalan bagi kalangan dewasa mulai dari tingkat SMP hingga 49 Tahun. Program ini diampu langsung oleh ustadz Alfian Kanjul Fikri, Lc Al Hafidz, kepala bagian tahfidz pondok pesantren Hamalatul Quran Sanden yang telah mendapatkan sanad tajwid dan Al Quran.

3. Tahfidz Anak-Anak Akhir Pekan
Adalah program pembelajaran Al Qur’an yang menyasar adik-adik dari usia 8 tahun hingga SMP untuk mempelajari, memperbaiki bacaan Al Quran dan menghafalkannya dengan disertai materi dasar agama berupa praktek ibadah, hafalan doa dan hadis pilihan.

Berikut 3 program utama yamg insyaallah akan dijalankan di Al Quran Center Hamalatul Quran, Bantul. Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan kemudahan dan keberkahan dalam menajalankannya.

📩 Ikuti kami di:
FB : https://www.facebook.com/AlQuranCenter.Bantul/
IG : https://www.instagram.com/AlQuranCenter.Bantul/

www.hamalatulquran.com

donatur-tetap

Mengenal Lebih Dekat Al Quran Center Hamalatul Quran, Bantul

0

Bismillah… Atas izin dan taufik Allah subhanahu wata’ala pembangunan gedung Al Quran Center Hamalatul Quran telah selesai dan siap untuk digunakan. Al Quran Center merupakan program yang digagas oleh Yayasan Hamalatul Quran, Bantul yang berfokus pada pembelajaran Al Qur’an untuk masyarakat umum.

Latar Belakang
Melihat realita akan kebutuhan pendidikan Al-Qur’an di zaman ini dan juga moto dari kota Bantul “Bantul Projo Taman Sari, Sejahtera, Demokrasi dan AGAMIS” maka yayasan Hamalatul Quran berinisiatif untuk membangun sebuah wadah pembelajaran Al Qur’an di atas tanah wakaf dan Hj. Hasyimah Rahimahallah.

Lokasi
Al-Qur’an Center ini berlokasi di kota Bantul tepatnya di Jl. S. Parman no. 21, Desa Bantul Warung, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul. (sebelah timur pasar Bantul atau utara PKU Muhammadiyah Bantul)

Tujuan
“Berkhidmat kepada ummat dalam hal pembelajaran Al Quran dan Sunnah bagi semua usia, dari anak-anak, dewasa hingga lansia.”

Sarana Prasarana
Bangunan gedung 3 lantai dengan sarana tempat belajar yang kondusif dan berada dilokasi strategis di pusat kota Bantul. Dan prasarana penunjang pendidikan Al-Qur’an yang insyaallah memadai.

Tenaga Pengajar
Pengajar Al-Qur’an Center adalah para ustadz alumni pondok pesantren Hamalatul Quran Bantul, alumni Universitas Islam Madinah dan Universitas Al Azhar Mesir yang memiliki sanad Al Quran dan berkompeten dibidangnya.

Program Pendidikan
Nantikan Segera Program-program yang insyaallah bermanfaat di artikel selanjutnya.

Desain gedung Al Quran Center Hamalatul Quran, Bantul
donatur-tetap

Alam Jin #5 : Perkawinan Jin dan Manusia

0

Bismillah…

Mungkin banyak diantara kita yang bertanya-tanya apakah bisa dan adakah perkawinan antara manusia dan bangsa jin? Dan jika ada bagaimana para ulama menghukuminya? Membicarakan hal tersebut ada tiga pendapat ulama dalam kasus ini :

Pendapat Pertama, perkawinan jin dan manusia hukumnya haram.

Mereka berdalil dengan ayat 21 dari surat Ar-Rum.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ‎﴿٢١﴾‏

Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(QS. Ar-Rum: 21)

Di dalam surat As-Syuro ayat 11, juga ditegaskan,

جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ

Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula)(QS. As-Syuro : 11)

Di ayat ini diterangkan bahwa Allah menegaskan pasangan-pasangan manusia itu berasal dari jenis mereka sendiri; yaitu sesame manusia.

Disamping itu, tujuan ddari pernikahan adalah menggapai cinta, kasih sayang dan ketentraman. Tujuan ini tidak mungkin tercapai jika pernikahan terjadi antara manusia dan jin, yang berbeda alam dan jenis. Sehingga hikmah dari pernikahan yang dijelaskan pada ayat, tak akan mungkin tercapai.

Pendapat kedua, hukumnya makruh.

Diantara ulama yang memegang pendapat ini adalah Imam Malik rahimahullah, beliau menerangkan bahwa tidak ada dalil yang melarang secara tegas pernikahan antara manusia jin dan manusia.

Imam As – Suyuti rahimahullah menyebutkan sejumlah riwayat dari para ulama salaf, yang menceritakan kabar valid pernikahan jin dan manusia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menerangkan,

وقد يتناكح الإنس والجن ويولد بينهما ولد وهذا كثير معروف

“Bisa jadi manusia dan jin saling menikah dan beranak. Ini banyak terjadi dan populer.” (Lihat : Al – Majmu’ Fatawa 19 / 39)

Meskipun dianggap bisa terjadi terjadi, sejumlah ulama menghukuminya makruh, seperti Hasan Al-Bashri, Qotadah, Al-Hakim dan Ishaq. Termasuk juga Imam Malik yang keterangan pendapat beliau kami nukil di atas. Beliau mengatakan,

ولكن أكره إذا وجدت امرأة حامل فقيل من زوجك؟ قالت: من الجن. فيكثر الفساد.

“Meski tak ada dalil yang melarang, aku menganggapnya makruh saat ada seorang wanita hamil ditanya, “Siapa suamimu?”

Dia menjawab, “Suamiku dari bangsa jin.”

Sehingga menyebarlah kerusakan (pent, perzinaan).

Pendapat ketiga, hukumnya boleh.

Pendapat ini dipegang oleh sebagian ulama mazhab Syafi’i.

Pendapat yang kuat :

Pernikahan jin dan manusia hukumnya haram.

Meskipun tidak ada dalil yang secara tegas melarang, namun ada beberapa pertimbangan yang menguatkan keharaman pernikahan jin dan manusia; sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Wali Zar bin Syahizuddin –hafizohullah– :

  1. Bisa menyebabkan tersebarnya perzinahan, kemudian dengan mudah para pelakunya akan menisbatkan perbuatan kejinya kepada jin, untuk menghindari hukuman dan celaan. Jin berada di alam ghoib, tak bisa dipastikan kebenaran klaim tersebut. Padahal Islam adalah agama yang sangat ketat dalam menjaga kehormatan. Sehingga andai kata pernikahan jin dan manusia itu boleh, hukumnya menjadi terlarang karena kaidah fikih,

درء المفاسد مقدَّم على جلب المصالح

“Mencegah bahaya didahulukan daripada mendatangkan maslahat.”

  1. Permasalahan krusial yang muncul dari pernikahan tersebut, seperti nasab anak, rupa atau bentuk fisik anak, apakah pasangan dari bangsa jin harus menjelma atau menampakkan wujudnya, dst.
  2. Interaksi dengan jin dalam bingkai pernikahan tak terjamin manusia terjaga dari gangguan atau perilaku buruk jin. Sementara Islam adalah agama yang sangat perhatian menjaga keselamatan manusia dari segala macam bahaya.
  3. Kami tambahkan penguat (murojjih) yang keempat : pada ayat yang berbicara tentang pernikahan manusia ditegaskan, bahwa pasangan berasal dari makhluk yang sejenis :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا

Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri.” (QS. Ar-Rum : 21)

جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا

“Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan.” (QS. As-Syuro : 11)

Wallahua’alam bis showab.

Referensi:

  • ‘Aalamul Jin was Syayaatin, Penerbit: Maktabah Al-Falaah, Cetakan ke 4, th 1404 H – 1984 M
  • Fatwa Islam Su-al wa jawab / islamqa, no. 111301, judul :

 

تفصيل القول في وقوع وحكم نكاح الجن للإنس والعكس

***

Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Artikel HamalatulQuran.com


 

donatur-tetap

Khutbah Idul Fitri : Keadaan Orang Kafir dan Orang Beriman di Akhirat

0

Khutbah Pertama

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمدُ لِـلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ وَأَظْهَرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْنَ، هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ، أَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا هُوَ أَهْلُهُ وَأَشْكُرُهُ شُكْرَ مَنْ يَسْتَزِيْدُهُ وَيَتَضَرَّعُ إِلَيْهِ وَحْدَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ  فِي رُبُوْبِيَّتِهِ وَأُلُوْهِيَّتِهِ وَكَمَالِ ذَاتِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مَحَمَّداً عَبْدُهُ وَرُسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِمْ وَاسْتَنَّ بِسُنَّتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِينِ وَبَعْدُ.

يَا أَيَّهَا النَاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا}

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} { يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا}

فَاتَّقُوْا اللهَ عبادَ اللهِ وَاهْتَدُوْا بِهُدَى نَبِيِّهِ وَاسْلُكُوْا سَبِيْلَهُ، فَإِنَّهُ سَبِيْلُ الفلَاَحِ وَالرَّشَادِ. وَقَالَ النَّبِيُ (صلى الله عليه وسلم) إِنَّ اللهَ يُرْضِى لَكُمْ ثلَاَثًا : أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا، وَأَنْ تُنَاصِحُوا مَنْ وَلَّى اللَّهُ أَمْرَكُم.

اللهُ اكبَر, اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْد

Jama’ah rahimani wa rahimakumullah…

Kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita sekalian, sehingga kita bisa merampungkan puasa pada Ramadan kemarin dan hari ini kita bertemu dengan hari raya Idul Fitri, yang semoga berkah bagi kita semua.

Shalawat dan salam semoga tercurah pada suri tauladan kita dan menjadi akhir zaman, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada istri beliau -Ummahatul Mukminin- dan para sahabat radhiyallahu‘anhum, serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

اللهُ اكبَر, اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْد

Dengan gema takbir, adalah tanda bahwa kita telah menyelesaikan puasa wajib di bulan Ramadan. Semoga puasa kita, shalat malam kita, serta sedekah dan kebaikan kita lainnya di bulan Ramadan diterima oleh Allah -Subhanahu wa ta’ala- , dan kita harap bisa istiqamah setelah itu.

اللهُ اكبَر, اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْد

Jama’ah rahimani wa rahimakumullah,

Allah -Subhanahu wa ta’ala- berfirman :

هَلۡ اَتٰٮكَ حَدِيۡثُ الۡغَاشِيَةِؕ

“Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?”

Ada beberapa pendapat di kalangan ahli tafsir tentang makna Al-Ghasyiyah. Semuanya mengabarkan tentang hari akherat yang sangat mengerikan. Ada dua golongan di akherat. Golongan yang pertama yaitu golongan yang Allah adzab di neraka. Allah menyebutkan dalam ayat selanjutnya :

وُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ خَاشِعَةٌ

“Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina”

Yaitu orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Dari wajah mereka akan timbul kekhusyu’an karena selama di dunia mereka tidak pernah khusyu’ sama sekali.
Demikianlah kondisi orang-orang kafir, mereka mengisi kehidupan mereka dengan senang-senang, foya-foya, dan tertawa, tidak pernah timbul kekhusyu’an dalam hati mereka. Tidak pernah terbetik dalam hati mereka untuk shalat, membayar zakat, berhaji, tidak pula pernah terbetik tentang kedahsyatan hari kiamat.

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ

“(karena) bekerja keras lagi kepayahan”

keras lagi kepayahan ini berkaitan dengan orang-orang yang selama di dunia bersusah payah beribadah, mereka berletih-letih beribadah namun di akhirat mereka tetap masuk neraka. Yaitu mereka yang beribadah kepada selain Allah.

Umar bin Al-Khotthob melewati tempat tinggal seorang rahib (pendeta), lalu Umar memanggilnya, “Wahai sang pendeta”, lalu munculah sang pendeta. Maka Umarpun memandangnya dan menangis. Maka ditanyakan kepada beliau, “Wahai Amirul mukminin apa yang membuat anda menangis?” Beliau berkata, “Aku ingat firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam al-Qur’an : عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ  “(karena) bekerja keras lagi kepayahan”

تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً

Mereka memasuki api yang sangat panas (neraka jahannam)”

Yaitu api neraka yang pasti panas, kemudian disifati lagi oleh Allah dengan حَامِيَةً yaitu maksudnya neraka dalam kondisi marah.

تُسْقَىٰ مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ

“Diberi minum dari sumber air yang sangat panas”

sumber air tersebut telah dipanaskan sejak lama sejak neraka diciptakan, sehingga mencapai pada puncak kepanasan.

لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ

“Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri”

Yaitu tumbuhan ini tidak didekati oleh hewan-hewan karena beracun. Seandainya onta yang terlanjur makan rumput berduri ini maka tubuhnya akan keracunan kemudian menjadi kurus dan berpenyakitan. Ini adalah tumbuhan yang dikenal di dunia, adapun di akhirat maka hakikat tumbuhan ini berbeda. Allah hanya menyebutkan nama tumbuhan yang paling buruk di dunia tetapi makanan inilah yang akan menjadi makanan bagi orang-orang kafir di akherat kelak.

لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِن جُوعٍ

Yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar”

Makanan yang dikonsumsi oleh penghuni neraka ini ini tidak bisa mengenyangkan, tidak bisa menghilangkan rasa lapar, bahkan akan semakin membuat perut mereka kelaparan dan mereka terus memakannya.

اللهُ اكبَر, اللهُ اكبَر اللهُ اكبَر لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْد

Setelah Allah menyebutkan tentang kondisi kelompok pertama yang masuk neraka, Allah kemudian menyebutkan tentang kondisi kelompok kedua yang masuk ke dalam surga. Allah berfirman:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ

“Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri”

Mereka adalah penghuni surga. Wajah mereka berseri-seri dan menunjukkan bahwa mereka dalam keadaan bahagia.

Kemudian Allah berfirman:

لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ

“Mereka senang karena usahanya (sendiri)”

Saat masih di dunia mereka beramal shalih, mereka shalat, berpuasa, membayar zakat, berhaji, mereka membaca Al-Quran, mereka menjaga diri dari hal-hal yang haram, sehingga di akherat Allah menampakkan balasan-Nya dan mereka ridha dengan balasan tersebut.

Kemudian Allah berfirman:

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

“(Mereka) dalam surga yang tinggi.”

لا تَسْمَعُ فِيهَا لَاغِيَةً

“Disana (kamu) tidak akan mendengar perkataan yang tidak berguna

Yaitu surga yang indah dan tinggi, semua perkataan mereka menyenangkan dan mendatangkan kebahagiaan.

فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ

“Disana ada mata air yang mengalir”

Yaitu mata air yang banyak, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits  yang diriwayatkan oleh Bukhari bahwa ada mata air dari kasturi.

فِيهَا سُرُرٌ مَّرْفُوعَةٌ

“Disana ada dipan-dipan yang ditinggikan”

Yaitu dipan yang mewah dan disediakan bidadari diatasnya.

وَأَكْوَابٌ مَّوْضُوعَةٌ

“Dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya)”

Yaitu pelayan-pelayan yang melayani.

وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ

“Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun”

para penghuni surga disediakan bantalan-bantalan tempat bersandar yang tersusun rapi dan indah di surga kelak.

وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ

“Dan permadani-permadani yang terhampar”

Allah telah menyediakannya di setiap tempat. Demikianlah kenikmatan-kenikmatan yang akan dirasakan oleh para penghuni surga.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسلِمِينَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Jama’ah rahimani wa rahimakumullah

Dalam ayat selanjutnya, Allah mengajak orang-orang kafir untuk merenungkan keagungan dan kekuasaan Allah, karena mereka mengingkari kemampuan Allah untuk membangkitkannya di akhirat kelak. Allah menyebutkan langit, gunung, bumi, dan unta karena ciptaan-ciptaan inilah yang sering disaksikan oleh orang-orang Arab tatkala itu. Allah ingin memberitahukan bahwa Allah kuasa untuk menciptakan itu semua.

Kemudian Allah berfirman:

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah yang pemberi peringatan”

لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ

“Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka”

Yakni Nabi Muhammad tidak bisa memaksa mereka untuk beriman ; karena hidayah ada di tangan Allah. Tugas Nabi hanyalah menyampaikan.

إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ

“Kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir”

Yaitu berpaling tidak mau beramal dan kafir dengan lisan, dan hatinya tidak mau beriman

فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ

“Maka Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang besar”

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ

“Sungguh kepada Kamilah mereka kembali”

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُم

“Kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka”

Maka Allah yang akan menghisab dan memberi balasan, jika amalan baik maka balasannya juga baik, dan jika amalan buruk maka balasan juga buruk.

Semoga kita semua termasuk golongan yang taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya dan termasuk golongan yang Allah masukkan kedalam surganya.

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَة

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم  تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم

عِيْدُكُمْ مُبَارَكٌ وَعَسَاكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ وَالفَائِزِيْنَ

كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Silahkan unduh khutbah Jumat ini dalam bentuk PDF dengan klik link berikut UNDUH DISINI

donatur-tetap

Reuni dan Buka Bersama Alumni PP Hamalatul Quran Yogyakarta 1443 H

0

HAMALATULQURAN.COM — Bantul, Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Yogyakarta melalui Bagian Ikatan Alumni mengadakan reuni dan buka bersama keluarga besar alumni pondok pesantren Hamalatul Quran lintas angkatan bertempat di Masjid Jami Hamalatul Quran Sanden, Bantul pada, Jumat (22/4/2022).

Kegiatan yang dihadiri ratusan alumni pondok pesantren Hamalatul Quran berbagai angkatan dari tahun 2010 sampai 2021 bertujuan untuk mempererat ukhuwah islamiah antar alumni setelah sekian tahun tidak bertemu.

Diawali sambutan oleh Bapak Imam Nuryanto, M. Pd., selaku sesepuh dan penasihat Yayasan Hamalatul Quran kegiatan dilanjutkan ramah tamah dan buka puasa bersama yang menambah kehangatan antar alumni.

Kepala bagian ikatan alumni ustadz Ridwan Fauzan, Lc., disela-sela acara ramah tamah mengatakan, reuni dan buka bersama tidak hanya untuk menyambung silaturahmi.

“Selamat datang kembali kerumah kita bersama, disini kita tidak hanya jalin silaturahmi antar alumni, namun kita menjenguk kembali orang tua kita yaitu para Asatidzah kita yang berada di pondok. Setelah kita menjenguknya mintalah restu kepada orang tua dalam hal kebaikan”, ucap Ridwan.

Dalam suasana reuni dan buka bersama yang begitu akrab ada beberapa agenda yang dibahas, diantaranya rencana pembentukan forum resmi ikatan keluarga alumni pondok pesantren Hamalatul Quran sebagai wadah bagi alumni untuk memberikan sumbangsih bagi Pesantren dan kaum muslimin secara umum.

Dari pertemuan ini, nantinya akan dibawa dalam pertemuan pembentukan resmi forum ikatan keluarga alumni pondok pesantren Hamalatul Quran.(redaksihq/hamalatulquran.com)

Berikut galeri foto kegiatan reuni dan buka bersama Alumni PP Hamalatul Quran Yogyakarta :

 

donatur-tetap

Siapkan Organisasi Santri yang Amanah, Ponpes Hamalatul Quran Gelar Pelatihan Dasar Organisasi

0

HAMALATULQURAN.COM — Bantul, Siapkan karakter santri calon pengurus organisasi santri (Jum’iyyah Thalabah) yang bertanggung jawab dan amanah pondok pesantren Hamalatul Quran, Yogyakarta gelar ‘pelatihan dasar organisasi’ bagi para santri calon pengurus organisasi santri masa bakti tahun 2022-2023.

Kegiatan yang diikuti oleh para santri dari kelas 11 Madrasah Aliyah ini berlangsung selama dua hari sejak hari Ahad-Senin (27-28/03/2022) bertempat di pondok pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta.

Hari pertama para santri mendapatkan materi ‘Kedisiplinan‘ menghadirkan pemateri dari Komando Rayon Militer (koramil) dan Kepolisian Sektor (kapolsek) Sanden. Dihari kedua para santri mendapatkan materi ‘Tanggung Jawab dan Kreativitas Santri‘ diisi oleh Bapak Imam Nuryanto, M. Pd. dan materi ‘Manajemen Organisasi‘ yang diisi oleh ustadz Dr. Ridho Abdillah, M. Ed.

“Pelatihan organisasi ini diadakan bertujuan untuk menyiapkan calon pengurus organisasi santri yang amanah, bertanggung jawab”, jelas ustadz Alfian Nurdiansyah selaku Kepala Departemen pendidikan pondok pesantren Hamalatul Quran.

Berikut galeri foto kegiatan pelatihan dasar organisasi :

Penyampaian materi tanggung jawab dan Kreativitas Santri, oleh Bapak Imam Nuryanto, M. Pd.
Penyampaian materi Management Organisasi, oleh ustadz Dr. Ridho Abdillah, M. Ed.
Penyampaian materi Kedisiplinan, oleh Kapolsek Sanden
Penyampaian materi Kedisiplinan, oleh Koramil Sanden
donatur-tetap