Home Artikel Khutbah Jumat: Menutup Ramadhan dengan Amal Terbaik

Khutbah Jumat: Menutup Ramadhan dengan Amal Terbaik

434
0
campaign psb PPHQ 26-27

Khutbah Pertama

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وَ إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari demi hari, tanpa terasa bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini mulai berlalu. Malam-malam yang di dalamnya terdapat ampunan Allah dan pembebasan dari api neraka semakin berkurang. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan rahmat, bulan ampunan, dan bulan pembebasan dari api neraka bagi hamba-hamba-Nya.

Sungguh beruntung orang-orang yang mendapatkan ampunan Allah pada bulan ini. Dan sungguh merugi orang-orang yang melewati Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadhan:

وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka, dan itu terjadi setiap malam.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani)

donatur-tetap

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Seorang yang berakal dan bijak tentu sangat berharap termasuk di antara orang-orang yang diampuni oleh Allah dan dibebaskan dari api neraka tersebut. Karena itu ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan Ramadhan ini. Ia akan bersungguh-sungguh memperbanyak ibadah, memperbanyak doa, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki amalnya, dengan harapan Allah menerima amal-amalnya dan mengampuni dosa-dosanya.

Namun kenyataannya, tidak semua orang yang menjumpai Ramadhan mendapatkan keberuntungan. Ada pula orang-orang yang justru merugi ketika Ramadhan berlalu. Mereka menjalani Ramadhan tanpa kesungguhan, tanpa taubat, tanpa perubahan. Akibatnya, bulan yang seharusnya menjadi sebab ampunan justru menjadi sebab kecelakaan bagi mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

“Celaka seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian bulan tersebut berlalu sebelum dosa-dosanya diampuni.”
(HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani)

Hadis ini merupakan peringatan yang sangat keras bagi kita semua. Betapa meruginya seseorang yang hidup di bulan yang penuh rahmat dan ampunan, namun ia tetap keluar dari bulan tersebut dengan membawa dosa-dosanya.

Padahal di bulan Ramadhan ini Allah telah menyediakan begitu banyak sarana untuk mendapatkan ampunan.

Taubat adalah penghapus dosa.
Istighfar adalah penghapus dosa.
Puasa adalah penghapus dosa.
Qiyamul lail adalah penghapus dosa.
Sedekah dan amal shalih adalah penghapus dosa.
Bahkan dari satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya juga menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu.

Namun jika dengan semua kesempatan dan fasilitas yang besar ini seseorang tetap saja tidak mendapatkan ampunan, maka sungguh ia termasuk orang yang sangat merugi sebagaimana yang diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Karena itu, marilah kita memanfaatkan sisa hari-hari Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Perbanyak taubat kepada Allah. Perbanyak istighfar. Perbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan amal shalih. Jangan sampai Ramadhan berlalu sementara hati kita tetap keras dan dosa-dosa kita tetap menumpuk.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sekali lagi marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Manfaatkan sisa Ramadhan yang masih Allah berikan kepada kita. Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Banyak orang yang tahun lalu bersama kita di bulan Ramadhan, namun tahun ini mereka telah berada di dalam kubur.

Karena itu jangan tunda taubat. Jangan tunda memperbaiki diri. Jangan sampai Ramadhan berlalu dan kita termasuk orang-orang yang disebut oleh Rasulullah sebagai orang yang celaka.

Perbanyaklah doa kepada Allah agar kita termasuk orang-orang yang diampuni dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka.

 

إنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ . وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ أَبِيْ بَكْرِ الصِّدِّيْقِ ، وَعُمَرَ الفَارُوْقِ ، وَعُثْمَانَ ذِيْ النُوْرَيْنِ، وَأَبِي الحَسَنَيْنِ عَلِي، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ ، وَاحْمِ حَوْزَةَ الدِّيْنِ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى وَأَعِنْهُ عَلَى البِرِّ وَالتَقْوَى وَسَدِدْهُ فِي أَقْوَالِهِ وَأَعْمَالِهِ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ جَمِيْعَ وُلَاةَ أَمْرِ المُسْلِمِيْنَ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَاتِّبَاعِ سُنَّةَ نَبِيِّكَ صلى الله عليه وسلم ، وَاجْعَلْهُمْ رَأْفَةً عَلَى عِبَادِكَ المُؤْمِنِيْنَ

اللَّهمَّ نَسألُكَ حُبَّكَ ، وحَبَّ مَن يُحِبُّكَ ، وحُبًّا يُبَلِّغُني حُبَّكَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا ، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيمَانِ ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here