Home Artikel Alquran Menyelami Samudera Al Fatihah #7 : Makna Ayat Terakhir

Menyelami Samudera Al Fatihah #7 : Makna Ayat Terakhir

470
0

Bismillah was sholatu was salam ‘ala rosulillah.
Pembaca yang semoga di beri hidayah oleh Allah Ta’ala.

Tidak dipungkiri lagi bahwa setan mempunyai banyak jalan dalam menyesatkan bani Adam, dan hanya ada satu jalan yang bisa menuntun manusia ke surga Allah, yaitu jalan shirotol mustaqim.

Bagaimana Ciri dan Sifat Orang itu Berjalan di atas Shirotol Mustaqim tersebut ?

Dalam surat Al-Fatihah, Allah memberikan keterangan mengenai sifat orang yang berjalan di atas shirotol mustaqim. Allah ta’ala berfirman

صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ

“(yaitu) jalannya orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.” (QS. Al-Fatihah : 7)

Orang-orang yang berjalan di atas shirotol mustaqim adalah mereka yang mendapat nikmat hidayah dari Allah, yaitu orang-orang yang mengikuti jalannya para nabi, shiddiqun (orang-orang yang jujur di dalam keimanan mereka), syuhada’(orang-orang yang mati syahid) dan para orang sholeh, ini yang diterangkan oleh Allah dalam firman-Nya,

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rosul (Muhammad “alaihis sholatu was salam), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, shiddiqin, syuhada’, dan orang-orang sholeh. Mereka itulah teman sebaik-baiknya”. (QS. An-Nisa’: 69)

Mereka-mereka itulah yang mengumpulkan dua sifat, yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh. Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang bersumber dari alquran dan sunnah nabi, dan ilmu inilah yang menjadi bekal agama mereka, dan yang menunjang untuk beramal. Jadi, ilmu membuahkan amal, dan amal atas dasar ilmu.

Tiga Jalan Hidup Manusia
Ada tiga jalan yang dipaparkan dihadapan manusia, dan hanya satu jalan yang benar. Tiga jalan tersebut tertuang di dalam ayat:

صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ

1. صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ
Jalannya orang-orang yang diberi nikmat, yaitu mereka yang mentaati Allah dan rosul-Nya Muhammad ‘alaihis sholatu was salam, mereka yang menggabungkan antara ilmu yang bermanfaat dan amal yang sholeh.

2. الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ
Jalannya orang-orang yang di murkai, yaitu orang-orang Yahudi yang mereka mempunyai pengetahuan tentang kebenaran Rasulullah Muhammad ‘alaihis sholatu was salam tetapi mereka tidak mau mengikutinya, mereka hanya berilmu tanpa ada pengamalan dari ilmu tersebut. Dan Allah ta’ala mensifati mereka dengan maghdhub (dimurkai) seperti dalam firmannya,

فَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ عَلٰى غَضَبٍۗ وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

“Maka karena itulah mereka(yahudi) menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan bagi orang-orang kafir adzab yang menghinakan” (Q.S Al-Baqarah: 90)

Inilah sifat terkhusus bagi kaum yahudi, yaitu mereka dimurkai oleh Allah ta’ala, di samping juga mereka tersesat.

3. وَلَا الضَّآلِّيۡنَ
Jalannya orang-orang yang tersesat, yaitu orang-orang nashrani yang mereka mengada-ada dalam ibadah di atas kebodohan tanpa ada ilmunya. Allah berfirman mengenai mereka

وَرَهْبَانِيَّةَ ِۨابْتَدَعُوْهَا مَا كَتَبْنٰهَا عَلَيْهِمْ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ رِضْوَانِ اللّٰهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا

“…Dan mereka mengada-ada rohbaniyyah, padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka, (yang kami wajibkan hanyalah) mencari ridho Allah, tetapi mereka tidak memeliharanya dengan semestinya..” (QS. Al Hadid : 27)

Ini adalah sifat terkhusus bagi orang-orang Nasrani, di samping mereka juga dimurkai oleh Allah ta’ala.

Dua jalan inilah yang Allah mewanti-wanti jangan sampai kaum mukminin terjerumus ke dalamya, jalannya kaum Yahudi yang kehilangan amal karena rusaknya keinginan mereka, dan juga jalannya kaum Nasrani yang kehilangan ilmu dan tidak mendapat petunjuk.
Bagi kaum mukminin, jalan meraka adalah jalannya orang-orang yang berada di atas jalannya ahlu hidayah, ahlu istiqomah yaitu yang menaati Allah dan rosul-Nya.

Dua Sebab Keluar dari Jalan Lurus
Dalam Al-Fatihah ayat Ketujuh tersebut juga memberi keterangan, bahwa ada dua hal yang menyebabkan seseorang keluar dari jalan yang benar dan lurus, maka hendaknya kaum mukminin benar-benar waspada dari kedua-duanya, yaitu:

1. Jahl (kebodohan), kejahiliyahan ini yang membawa kesesatan seseorang, dan kepala ketua mereka adalah kaum nashoro, bagi orang yang ahli ibadah tanpa ada ilmu membersamainya, maka dia telah menyerupai kaum Nasrani.

2. ‘Inad (membangkang), ketika rasa membangkang dari dalam hati yang membuahkan untuk tidak mau tunduk dan patuh, maka pembangkangan inilah yang membawa kemurkaan Allah. Bagi yang berilmu tetapi tidak ingin mengamalkan ilmunya tersebut, maka dia telah menyerupai kaum Yahudi.

Semoga kita diselamatkan dari dua jalan yang menyeret keluar dari jalan yang benar.

Demikian, semoga bermanfaat.

Referensi:
– Tafsir ibnu kastir
– Tafsir quranul karim syekh ‘ustaimin
– Tafsir wa taammul li suroh al fatihah syekh sholeh alus syekh
dll. 

***
Ditulis oleh : Muhammad Fathoni, Lc. 
Artikel HamalatulQuran.com

 

Previous articleVaksinasi Dosis Kedua Santri Pondok Pesantren Hamalatul Quran
Next articleTiga Santri PP Hamalatul Quran Yogyakarta Diterima di Universitas Islam Madinah Tahun 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here