Home Artikel Khutbah Jumat : Menghidupkan Semangat Ibadah di Hari-Hari Mulia Dzulhijjah

Khutbah Jumat : Menghidupkan Semangat Ibadah di Hari-Hari Mulia Dzulhijjah

1
0
campaign psb PPHQ 26-27

 

KHUTBAH PERTAMA 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga dengan ketakwaan ini, Allah memuliakan kita di dunia dan akhirat.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib akan menyampaikan khutbah tentang hari-hari yang sangat istimewa dalam Islam, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hari-hari ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh kita sia-siakan.

donatur-tetap

Jamaah yang berbahagia, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman di dalam Al-Qur’an yang mulia:

وَالْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ulama ahli tafsir, di antaranya Ibnu Abbas, Ibnu Katsir, dan Imam Al-Qurthubi rahimahumullah, sepakat menafsirkan bahwa ‘malam yang sepuluh’ dalam ayat ini adalah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Allah bersumpah dengan hari-hari tersebut, dan itu menunjukkan betapa agung dan mulianya hari-hari ini di sisi-Nya.

Adapun keutamaan hari-hari ini juga ditegaskan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ، يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ

“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah melebihi hari-hari ini, yakni sepuluh hari Dzulhijjah.” (HR. Bukhari No. 969)

Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, tidak pula jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab: ‘Tidak pula jihad fi sabilillah, kecuali seorang laki-laki yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan sesuatu pun.’

Subhanallah! Betapa mulianya hari-hari ini. Bahkan amal shalih di dalamnya dinilai melebihi jihad di jalan Allah. Maka marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri: sudahkah kita mempersiapkan diri untuk mengisi hari-hari tersebut dengan amalan terbaik kita?

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Khatib akan menyebutkan beberapa amalan penting yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah ini:

Pertama. Berpuasa, Terutama pada Hari Arafah

Amalan pertama yang sangat utama adalah berpuasa. Puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan, dan puncaknya adalah puasa pada hari Arafah, yakni tanggal 9 Dzulhijjah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah, aku mengharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim No. 1162)

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Maka jangan sampai kita melewatkan hari yang penuh rahmat ini tanpa berpuasa.

Kedua. Memperbanyak Dzikir, Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ‘Maka perbanyaklah di dalamnya tahlil (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّه), takbir (اللهُ أَكْبَر), dan tahmid (الْحَمْدُ لِلَّهِ).’ (HR. Ahmad)

Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum dahulu keluar ke pasar pada sepuluh hari ini sambil bertakbir dengan suara keras, dan orang-orang pun ikut bertakbir mengikuti mereka. Marilah kita hidupkan syiar ini. Lafal takbir yang dianjurkan:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi Allah segala puji.”

Ketiga. Tilawah Al-Qur’an dan Shalat Sunnah

Allah berfirman dalam Surat Fathir ayat 29 bahwa orang-orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an, mendirikan shalat, dan berinfak — mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah merugi.

Maka mari kita gunakan malam-malam Dzulhijjah ini untuk qiyamul lail, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, shalat Dhuha, dan shalat-shalat sunnah lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa setiap satu sujud kepada Allah akan mengangkat derajat seseorang dan menghapus satu kesalahannya.

Keempat. Bersedekah dan Berinfak di Jalan Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang tidak ada lagi jual beli, persahabatan, dan syafaat.” (QS. Al-Baqarah: 254)

Kelima. Berkurban dan Shalat Idul Adha

Bagi yang mampu, menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah) adalah ibadah yang sangat agung. Allah berfirman, ‘Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.‘ (QS. Al-Kautsar: 2)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah pada hari raya kurban selain mengalirkan darah hewan kurban (HR. Tirmidzi). Hewan kurban itu akan datang di hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya.

Selain kurban, shalat Idul Adha adalah syiar Islam yang agung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seluruh kaum muslimin, termasuk wanita dan anak-anak, untuk hadir dalam shalat Id.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

 KHUTBAH KEDUA 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Sepuluh hari awal Dzulhijjah adalah anugerah Allah yang tiada ternilai. Tidak ada hari-hari di sepanjang tahun yang lebih baik dari hari-hari ini. Maka marilah kita isi setiap detiknya dengan puasa, dzikir, tilawah Al-Qur’an, shalat sunnah, sedekah, taubat, silaturahmi, dan doa yang tulus.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang mampu meraih keridhaan, ampunan, dan rahmat-Nya pada hari-hari yang mulia ini. Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin.

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here