Home Artikel Hikmah Disyariatkannya Bersholawat atas Nabi Dihari Jumat

Hikmah Disyariatkannya Bersholawat atas Nabi Dihari Jumat

1057
0

Telah kita ketahui bersama bahwa diantara sunnah di hari jumat adalah memperbanyak shalawat atas Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, hal ini adalah kesepakatan para ulama berdasarkan dalil-dalil yang ada tentang anjuran tersebut diantaranya adalah,

إنَّ من أفضلِ أيَّامِكُم يومَ الجمعةِ؛ فيهِ خُلِقَ آدمُ، وفيهِ قُبِضَ، وفيهِ النَّفخةُ، وفيهِ الصَّعقةُ؛ فأكْثِروا عليَّ مِنَ الصَّلاةِ فيهِ؛ فإنَّ صلاتَكُم معروضةٌ عليَّ

“Di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan. Karena itu, perbanyaklah membaca shalawat untukku di hari Jumat karena shalawat kalian ditunjukkan kepadaku.. (HR. Abu Daud no. 1047)

أكثروا مِن الصلاة عليَّ يوم الجمعة؛ فإنَّ صلاة أمتى تُعرض عليَّ كل يومِ جمعةٍ، فمَن كان أكثرهم عليَّ كان أقربهم منى منزلةً

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Baihaqi no. 5995)

Kenapa Hari Jumat?
Pertanyaan seperti ini sering ditanyakan oleh masyarakat umum, oleh karena itu pada artikel kali ini akan kita gali beberapa hikmah disyariatkannya bershalawat atas Nabi pada hari jumat.

Pertama, Karena Nabi adalah Nabi yang paling mulia, dan hari jumat adalah hari yang paling mulia sebagai mana dijelaskan dalam sebuah hadis

إنَّ من أفضل أيامكم يوم الجمعة

“Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat”. (HR. Abu Daud no. 1047)

Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Zadul Ma’ad mengomentari tentang memperbanyak shalawat di hari jumat, beliau berakta: Maka hal ini adalah hal yang selaras atau cocok, yaitu memperbanyak shalawat kepada Nabi terbaik di hari yang terbaik. (Zaadul Maad hlm. 121)

Dan karena bergabungnya duan kebaikan dalam suatu waktu itu pun menunjukkan akan besarnya pahala disana.

Kedua, Karena Di Hari Jumat Ada Waktu Mustajab.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ketika menyebutkan hari jumat beliau bersabda,

فِيهَا سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْألُ اللهَ شَيْئاً ، إِلاَّ أعْطَاهُ إيّاهُ

“Di dalamnya terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba yang muslim tepat pada saat itu berdiri shalat meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah pasti memberikan kepadanya.” Beliau pun mengisyaratkan dengan tangannya untuk menggambarkan sedikitnya (sebentarnya) waktu tersebut.” (HR Bukhari).

Dan diantara wasilah terbaik agar doa diijabahi adalah dengan bershalawat kepada Nabi saat ingin berdoa, sebagaimana dalam sebuah hadis

سمعَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ رجلًا يَدْعُو في صلاتِهِ، فلمْ يُصَلِّ على النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ، فقال النبِيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ عَجِلَ هذا، ثُمَّ دعاهُ، فقال لهُ أوْ لغيرِهِ: إذا صلَّى أحدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللهِ والثَّناءِ عليهِ، ثُمَّ لَيُصَلِّ على النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ، ثُمَّ لَيَدْعُ بَعْدُ بِما شاءَ

“Baginda Nabi mendengar ada seseorang yang sedang berdoa tapi tidak dibuka dengan memuja Allah Taala dan tanpa membaca shalawat, Nabi berkata: Orang ini terburu-buru, Kemudian baginda Nabi mengundang orang itu, lalu ia atau orang lainnya dinasihati: Jika di antara kalian berdoa, maka harus diberi pujian kepada Allah, membaca shalawat, lalu berdoalah sesuai dengan apa yang dikehendaki”. (HR. Abu Daud, no. 1481)

Ketiga, Pada hari jumat berkumpul manusia dalam ibadah yang agung, berbeda dengan sebagian hari lainnya dimana mereka berpencar dengan kesibukan masing-masing, maka hari jumat adalah waktu yang cocok ketika banyak manusia berkumpul dan mereka memperbanyak shalawat atas Nabi yang mana Allah jadian Nabi sebagai sebab (jasa dakwah Nabi) manusia berkumpul di hari tersebut.

Keempat, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi dan rasul, dan hari jumat adalah penutup hari dalam sepekan menurut pendapat sebagian besar ulama (dalam hal ini ada khilaf)

Maka selaraslah antara hari terakhir dalam sepekan diisi dengan memper banyak shalawat kepada Nabi terakhir, agar mengakhiri pekan dengan ibadah yang agung.
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

“Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)

Kelima, Pada Hari Jumat Kiamat Akan Terjadi, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ولا تَقُومُ السَّاعَةُ إلَّا في يَومِ الجُمُعَةِ

“Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at”. (HR. Muslim no. 854)

Dan telah kita ketahui bersama bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah salah satu pemberi syafaat pada hari kiamat yang kelak terjadi pada hari jumat, maka layaklah bila kaum muslimin memperbanyak shalawat kepadanya di hari tersebut.

Itulah beberapa hikmah kenapa kita kaum muslimin disyariatkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam di hari jumat. Semoga dengan mengetahui beberapa hikmah diatas kita dapat termotivasi untuk senantiasa memperbanyak shalawat atasa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam di hari jumat.

Wallahu ta’ala alam

***

Referensi:
Disadur dan diterjemahkan dari website http://www.saaid.net/rasael/1017.html

Ditulis oleh : Muhammad Fatwa Hamidan, Lc.
Artikel HamalatulQuran.com


 

Previous articleSejarah Pembagian Juz dan Hizb Al-Quran Pada Zaman Sahabat
Next articleKisah Taufik Hidayat, Alumni Pesantren Hamalatul Quran Jadi Imam Masjid di Uni Emirat Arab
Pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta. Alumni Universitas Islam Madinah, Fakultas Syariah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here