Home Artikel Belajar Kandungan Surat Al-Hujurat Bag.15

Belajar Kandungan Surat Al-Hujurat Bag.15

12
0
campaign psb PPHQ 26-27

Perbuatan mengejek adalah harom, sesuai kesepakatan para ulama, dan merupakan dosa besar yang harus dihindari dan diwaspadai oleh kaum muslimin.  Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kaum laki-laki merendahkan kaum yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula kaum perempuan merendahkan kaum lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dari mereka. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itu orang-orang dzalim.” (QS. Al-Hujurat : 11)

Ejekan adalah penyebab permusuhan dan kebencian. Jika seseorang mengejek sesamanya atas ciptaannya yang berada di luar kendalinya, maka ia telah melakukan hinaan. Tidak ada seorangpun yang ikut andil dalam penciptaan manusia, Allah berfirman:

 مَّا أَشْهَدتُّهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَا خَلْقَ أَنفُسِهِمْ وَمَا كُنتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًا

“Aku tidak menghadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.” (QS. Al-Kahfi : 51)

Manusia tidak ada berhak menentukan warna kulitnya, perawakan dan tinggi badannya, kecantikan dan ketampanannya, atau hal lain yang berada di luar kendalinya. Sebaliknya, ia telah mengejek ciptaan Allah, atau lebih tepatnya, ia mengejek sang Pencipta dan ciptaanNya. Karena Allahlah yang menciptakan manusia ini dengan kecantikan dan keburukannya, kesempurnaan dan ketidaksempurnaannya, sehingga tak seorang pun berhak menyombongkan diri dan mengejeknya.

donatur-tetap

Perbuatan mengejek merupakan ciri-ciri orang munafik dan kafir, Allah berfirman menceritakan sifat orang munafik:

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“(orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (juga mencela) orang-orang yang tidak mendapatkan (apa yang bisa disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka (orang-orang munafik) itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka adzab yang pedih.” (QS. At-Taubah 79)

Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa mengejek orang-orang mukmin merupakan salah satu ciri orang munafik. Maka Allah menghukum mereka dengan penghinaan dan menimpakan siksaan yang pedih atas kejahatan besar tersebut.

Dan Allah berfirman tentang orang Kafir:

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ (29) وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ (30) وَإِذَا انقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انقَلَبُوا فَكِهِينَ (31) وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ (32)

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa (kafir), adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman berlalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya (dalam rangka menghina). Dan apabila orang-orang yang berdosa (kafir) itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Muthafifin 29-32).

Ayat-ayat ini memuat sejumlah sifat buruk orang-orang kafir, seperti menertawakan orang-orang mukmin, mencemooh mereka, dan menuduh mereka sesat.

Allah menciptakan manusia dan memberi karunia yang berbeda-beda, Allah berfirman:

انظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا

“Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih besar keutamaannya.” (QS. Al-Isra 21)

Perbedaan di antara manusia telah ditetapkan oleh sang pencipta, mereka berbeda dalam ilmu, sebagian mereka lebih berilmu daripada sebagian yang lain. Mereka berbeda dalam rizki, sebagian diberi rizki yang melimpah, sementara yang lain diberi rizki yang terbatas. Mereka berbeda dalam akhlak, sebagian memiliki akhlak yang mulia dan berbudi luhur, sementara yang lain kurang. Mereka berbeda dalam penampilan fisik, sebagian memiliki fisik yang bagus, sementara yang lain kurang bagus. Mereka juga berbeda dalam silsilah, sebagian memiliki silsilah yang mulia, sementara yang lain kurang. Apakah boleh bagi seseorang untuk mengejek orang yang berada di level bawah mereka?! Tentunya tidak boleh.

Bersambung…

Sumber:

  • Surat Al-Hujurat: Dustur akhlaqi.
  • Almanhiyyat fi suratil Hujurat

Ditulis Oleh: Muhammad Fatoni, B.A, M.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here