Home Artikel Fiqih Asmaul Husna Bag.17: Nama Al- Wahhaab

Fiqih Asmaul Husna Bag.17: Nama Al- Wahhaab

3
0
campaign psb PPHQ 26-27

Nama Allah Al-Wahhāb termasuk salah satu nama Allah yang agung. Memahami nama ini akan menambah pengenalan seorang hamba kepada Rabb-nya, memperkuat tawakal, menghidupkan doa, dan menumbuhkan rasa syukur.

Penulisan dan Makna Bahasa

Bahasa Arab الْوَهَّابُ berasal dari kata: وَهَبَ – يَهَبُ – هِبَةً

yang berarti: memberi, menganugerahkan, menghadiahkan tanpa meminta imbalan.

Makna Al-Wahhāb

donatur-tetap

Bentuk “Wahhāb” mengikuti wazan فعّال (fa”āl) yang menunjukkan banyak dan terus-menerus, artinya: Allah Yang Maha Banyak Memberi, Maha Luas Karunia-Nya, dan terus-menerus menganugerahkan nikmat kepada makhluk-Nya tanpa mengharap balasan.

Dalil Al-Qur’an Tentang Nama Al-Wahhāb

Nama Allah Al-Wahhāb disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur’an.

Surah Ali ‘Imran ayat 8

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Al-Wahhāb (Maha Pemberi).” (QS. Ali ‘Imran: 8)

Orang-orang beriman memohon: keteguhan hati, rahmat, hidayah, dengan bertawassul menggunakan nama Allah Al-Wahhāb.

Surah Shad ayat 9

أَمْ عِندَهُمْ خَزَائِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيزِ الْوَهَّابِ

“Ataukah mereka mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi?” (QS. Shad: 9)

Seluruh gudang rahmat berada di tangan Allah, Tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi pemberian Allah.

Surah Shad ayat 35 Doa Nabi Sulaiman عليه السلام

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِّن بَعْدِي إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Dia berkata: Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Al-Wahhāb.” (QS. Shad: 35)

Nabi Sulaiman meminta kerajaan yang luar biasa karena yakin bahwa Allah adalah Al-Wahhāb.

Penjelasan Ulama Tentang Al-Wahhāb

1. Imam As-Sa’di

Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berkata:

الوهاب كثير الهبات والعطايا، الذي عمَّ جميع المخلوقات بفضله وإحسانه

“Al-Wahhāb adalah Dzat yang sangat banyak pemberian dan karunia-Nya, yang meliputi seluruh makhluk dengan keutamaan dan kebaikan-Nya.”(Syarh Asma’illah Al-Husna)

Seluruh nikmat: iman, ilmu, kesehatan, anak, rezeki, surga, semuanya berasal dari pemberian Allah.

2. Imam Ibnul Qayyim

Ibn Qayyim al-Jawziyya menjelaskan bahwa seluruh kebaikan yang diperoleh seorang hamba adalah hibah dari Allah. Beliau berkata:

فكل خير في العبد فهو محض جود الله ومنته ووهبه

“Setiap kebaikan yang ada pada diri seorang hamba hanyalah murni berasal dari kedermawanan, karunia, dan pemberian Allah.”

Apa Saja Pemberian Allah Sebagai Al-Wahhāb?

1. Pemberian Dunia

Allah memberi: kesehatan, keluarga, makanan, pekerjaan, rumah, kendaraan, keamanan bahkan orang kafir pun mendapat bagian dari karunia dunia.

كُلًّا نُّمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ

“Kepada masing-masing golongan, baik mereka maupun mereka, Kami berikan bantuan dari karunia Tuhanmu.” (QS. Al-Isra’: 20)

2. Pemberian Agama

Ini lebih besar daripada dunia.

Contohnya: Islam, iman, Al-Qur’an, ilmu syar’i, taufik beramal, dalilnya

بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ

“Sebenarnya Allah-lah yang melimpahkan karunia kepada kalian dengan menunjuki kalian kepada keimanan.” (QS. Al-Hujurat: 17)

3. Pemberian Akhirat : ampunan, rahmat, keselamatan dari neraka, surga, melihat wajah Allah Ini adalah hibah terbesar dari Al-Wahhāb.

 

Hubungan Al-Wahhāb Dengan Nama Allah Lainnya

Al-Wahhāb dan Ar-Razzāq

Ar-Razzāq (الرزاق): fokus pada rezeki.

Al-Wahhāb (الوهاب): lebih umum; mencakup seluruh pemberian.

Hidayah, ilmu, anak, ampunan, dan surga adalah pemberian Al-Wahhāb walaupun bukan rezeki materi.

Al-Wahhāb dan Al-Karīm

Al-Karīm (الكريم): menunjukkan kemuliaan dan kedermawanan Allah.

Al-Wahhāb: menunjukkan banyaknya karunia yang diberikan.

Buah Iman Kepada Nama Al-Wahhāb

1. Banyak berdoa karena Allah suka diminta.

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Mulia. Dia malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong.”(H.R.Abu Dawud & At-Tirmidzi)

2. Tidak Putus Asa

Jika rezeki sempit, jodoh belum datang, atau kesulitan panjang, seorang mukmin yakin gudang karunia Allah tidak pernah habis.

3. Bersyukur semua yang dimiliki berasal dari Allah.

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Segala nikmat yang ada pada kalian maka dari Allah-lah datangnya.”(QS. An-Nahl: 53)

4. Tidak Bergantung Kepada Makhluk

Karena makhluk hanyalah sebab. Pemberi hakiki adalah Allah Al-Wahhāb.

 

Doa Dengan Nama Al-Wahhāb

Di antara doa terbaik:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Ya Rabb kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Al-Wahhāb.”(QS. Ali ‘Imran: 8)

Dan doa Nabi Sulaiman:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِن بَعْدِي إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sesungguhnya Engkaulah Al-Wahhāb.” (QS. Shad: 35)

Al-Wahhāb (الوهاب) adalah Allah Yang Maha Banyak Memberi Karunia tanpa batas dan tanpa mengharap balasan. Semua nikmat dunia, agama, dan akhirat berasal dari-Nya. Nama ini ditetapkan secara jelas dalam Al-Qur’an, di antaranya pada QS. Ali ‘Imran: 8 dan QS. Shad: 35. Buah iman kepada nama ini adalah memperbanyak doa, kuat berharap kepada Allah, tidak bergantung kepada makhluk, dan senantiasa bersyukur atas seluruh nikmat yang diberikan-Nya.

Para ulama menjelaskan bahwa karunia terbesar Al-Wahhāb bukanlah harta atau kedudukan, melainkan hidayah, iman, ilmu yang bermanfaat, keteguhan hati di atas agama, serta rahmat Allah yang mengantarkan seorang hamba ke surga.

Semoga Allah memberikan manfaat dan keberkahan dalam coretan ini kepada penulis dan pembaca, insyaaAllah kami akan membahas nama Allah Al-Fattaah di artikel yang akan datang, wallahu a’lam bisshawaab.

Referensi : Fiqih Al Asmaa Al Husnaa yang di karang oleh syeikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafidzahullahu ta’aala.

Ditulis Oleh : Badruz Zaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here