Home Artikel Adab dan Akhlak Akhlak Kepada Allah (Bag.1)

Akhlak Kepada Allah (Bag.1)

234
0

Akhlak merupakan sutau hal yang fundamental dalam kehidupan manusia, sering kita mendengar kalimat “yang penting akhlaknya”, karena akhlak menentukan baik buruknya penilaian seseorang, sehingga banyak dari kita yang sungguh-sungguh dalam menjaga perilakunya di hadapan manusia, lalu bagaimana di hadapan Allah, pernahkah terbetik dalam hati kita untuk menjaga perilaku kita di hadapan Allah, bukankah kita meyakini Dia-lah Allah yang maha Melihat, maha Mendengar, maha Mengetahui, maka kita sebagai seorang muslim harus berusaha meberikan perilaku akhlak dan adab terbaik kita kepada Allah subhanahu wata’aala.

Akhlak kepada Allah yang paling utama adalah, mengakui Allah sebagai satu-satunya sesembahan dan tidak ada yang berhak di ibadahi selain Allah, banyak ayat yang menegaskan hal ini diantaranya

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ​ ؕ وَمَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيۡدًا‏

Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali, (QS. AN-Nisa : 116).

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman : 13).

Kesyirikan merupakan kedurhakaan yang paling besar kepada Allah, maka diantara praktek adab dalam hal ini, jika kita melihat di TV, di sosial media, atau video pendek yang berkaitan dengan kesyirikan maka tinggalkanlah, jangan menganggap karena hal tersebut hanyalah rekayasa, kemudian kita menganggapnya sebagai hal yang biasa.

Kemudian diantara akhlak kepada Allah yang sering di lalaikan oleh banyak kaum muslimin adalah, tidak mengakui Al-Quran sebagaimana mestinya, sehingga banyak dari kita yang lebih senang membaca cerita, dongeng, novel dan yang semisalnya daripada membaca Al-Quran, jika kita merenungi kitab Al-Quran dengan semestinya, maka kita tidak akan membiarkannya berdebu di lemari, bahkan sahabat ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu berkata

لو طهرت قلوبنا ما شبعنا من كلام ربنا، وإني لأكره أن يأتي علي يوم ما أنظر في المصحف

“Seandainya hati kita bersih (dari dosa) niscaya kita tidak akan pernah kenyang (cukup) dari firman Rabb kita (Allah ta’aala), dan aku sangat membenci jika tiba suatu hari dan aku tidak membaca Al-Quran”, (HR. Baihaqi).

Seharusnya seorang muslim menganggap Al-Quran sebagai pedoman utama, jalan menuju kesuksesan di dunia maupun di akhirat, tatkala mendengar ayat merasa dirinya sedang di tuntun, merasa bahwa inilah jalan terbaik hidupku, karena Al-Quran merupakan “perkataan Allah” bukan perkataan malaikat Jibril, bukan juga perkataan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, dan Al-Quran tidak di turunkan kepada umat sebelum beliau, dan Allah memilih kita yaitu umat nabi Muhammad untuk menjadikan Al-Quran sebagai kitab pedoman kita, bukan hanya sebagai pajangan.

Diantara akhlak kita kepada Allah, tatkal akita mendengar ayat Al-Quran kita mendengarkan dengan seksama, tidak kita acuhkan dengan hal-hal lain seperti ngobrol, main HP, dan yang lainnya, akan tetapi kita benar-benar menunjukan sikap terbaik kita kepada Allah tatkal akita mendengarkan ayat-ayatnya kapanpun dan dimanapun.

Semoga Allah memberikan manfaat dalam coretan ini kepada penulis dan pembaca, insyaaAllah kami akan membahas  Akhlak kepada Allah yang ke 2 di artikel yang akan datang, wallahu a’lam bisshawaab.

 

Ditulis Oleh: Badruz Zaman, Lc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here