Home Artikel Adab dan Akhlak Tunaikan Hak Anakmu (Bag.3)

Tunaikan Hak Anakmu (Bag.3)

282
0

Bismillah…

Pada pembahasan ini penulis akan merangkum kewajiban orang tua yang harus ditunaikan kepada anaknya setelah lahirnya anak.

Hak-hak anak setelah keberadaannya di dunia (lahir) hingga dewasa.

  1. Memberi nama yang baik, seperti nama-nama nabi dan rasul dalam rangka supaya anak bisa mengikuti teladan nabi tersebut, hal ini dilakukan nabi kita Muhammad ‘alaihis sholatu was salam ketika dikaruniai seorang putra, beliau bersabda

وُلِدَ لي اللَّيْلَةَ غُلَامٌ، فَسَمَّيْتُهُ باسْمِ أَبِي إِبْرَاهِيمَ

“Telah lahir putraku semalam, aku beri nama seperti nama bapakku yaitu Ibrahim.” (HR.Muslim)

Hal ini juga sesuai dengan hadis yang lain

تَسَمَّوْا بِأَسْمَاءِ الأَنْبِيَاءِ ، وَأَحَبُّ الأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ ، وَأَصْدَقُهَا حَارِثٌ وَهَمَّامٌ ، وَأَقْبَحُهَا حَرْبٌ وَمُرَّةُ

“Berilah nama seperti nama-nama para nabi, nama yang paling dicintai Allah adalah “Abdullah dan Abdur Rohman”, nama yang paling baik adalah “Harits dan Hammam”, nama yang paling buruk adalah “Harb dan Murroh”. (HR. Abu Dawud)

Nama yang paling dicintai Allah adalah ketika maknanya menunjukkan penghambaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Di dalam memberi nama, maka wajib menjahui nama yang bermakna penghambaan kepada selain Allah atau nama yang bermakna tidak baik atau menyerupai orang kafir yang jelas memusuhi islam. Seorang ayah akan di panggil dengan nama anaknya di dunia dan akherat.

  1. Mentarbiyah (mendidiknya).

Orang tua akan dimintai pertanggung jawaban atas karunia Allah yang berupa anak ini, maka orang tua wajib mentarbiyah anaknya sebaik-baiknya, kenalkan siapa tuhannya, nabinya dan apa agamanya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka” (QS. At Tahrim: 6)

Ajarkan kepada Anak untuk sholat sedini mungkin, Rosulullah ‘alaihis sholatu was salam adalah sesosok manusia yang paling berhasil di dalam mendidik, beliau bersabda:

مُروا أولادَكم بالصَّلاة وهم أبناءُ سبع سنين، واضرِبوهم عليها وهم أبناءُ عشْرٍ، وفرِّقوا بينهم في المضاجِع

“Perintahkan anak kalian untuk sholat di umur 7 tahun, dan pukullah mereka (pukulan yang mendidik) ketika mereka meninggalkan sholat sedang umur mereka sudah 10 tahun, dan pisahkan ranjang mereka”. (HR. Abu Dawud)

Di antara yang terpenting di dalam mentarbiyah anak adalah mengajarkannya agama,  memperhatikan pendidikannya, adab dan akhlaknya.

  1. Berbuat adil.

Jika dikaruniai anak lebih dari satu, maka diantara kewajiban orang tua adalah berbuat adil kepada mereka di dalam pemberian.

Adil kepada anak adalah memberi sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, tentunya kebutuhan anak berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Rasulullah ‘alaihis sholatu was salam bersabda:

اتَّقُوا اللَّهَ، وَاعْدِلُوا في أَوْلَادِكُمْ

“Bertakwalah kalian kepada Allah dan berlaku adillah terhadap anak-anakmu”. (HR. Muslim)

  1. Senantiasa mendoakan mereka.

Hendaknya orang tua yang menginginkan kebaikan dari keturunannya dan menginginkan doa anak-anak setelah sepeninggalnya, selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya selama masih hidup. Termasuk sifat ibadur Rohman adalah senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak keturunannya

 وَٱلَّذِینَ یَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَ ٰ⁠جِنَا وَذُرِّیَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡیُنࣲ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِینَ إِمَامًا

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqon: 74)

  1. Membantu memilihkan pasangan yang baik.

Jika anak sekiranya sudah siap untuk menikah, maka kewajiban orang tua membantu memilihkan pasangan hidup yang baik untuknya, tidak membiarkan anak mencari pasangan sendiri tanpa bimbingan orang tua.

مَن وُلِد له ولدٌ، فليحسن اسمَه وأدبَه، فإذا بلغ فليزوِّجه، فإنْ بلَغ ولم يزوِّجه فأصاب إثمًا، فإنَّما إثمُه على أبيه

“Barang siapa yang diberi anak, hendaknya memberi nama yang baik dan mengajarkannya adab, dan jika sudah baligh hendaknya menikahkannya, jika sudah baligh dan tidak dinikahkan kemudian dia terjerumus ke dalam dosa, maka bapaknya ikut mendapat dosanya”. (HR Baihaqi)

Inilah beberapa rangkuman dari kewajiban orang tua terhadap anak yang menjadi hak anak, semoga Allah senantiasa menganugrahkan kepada penulis dan pembaca anak keturunan yang sholeh sholehah, bermanfaat di dunia dan akherat.. Aamiiin.

Referensi:

  1. alukah.net
  2. binbaz.org.sa
  3. islamweb.net
  4. mawdoo3.com

Ditulis Oleh: Muhammad Fathoni, B.A

Artikel: HamalatulQuran.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here