Home Aqidah Serial Akidah Islam #9 : Penjelasan Singkat Rukun-Rukun Islam

Serial Akidah Islam #9 : Penjelasan Singkat Rukun-Rukun Islam

255
0

Alhamdulillah was sholatu was salamu ‘ala rosulillah.

Dalam artikel sebelumnya telah kita bahas tingkatan-tingkatan dalam agama Islam, maka insyallah dalam artikel ini dan artikel selanjutnya, akan kita bahas secara singkat dan mengenai semua tingkatan-tingkatan tersebut.

Baca artikel sebelumnya : Serial Akidah Islam #8: Tingkatan dalam Agama Islam

Islam adalah agama yang Allah ridhoi dan agama yang sempurna. dari arah manapun Islam di lihat, tetaplah Islam adalah agama yang sempurna, sempurna aqidahnya, syariatnya, ajarannya dst. Agama yang mencakup kemaslahatan semuanya, bahkan apa yang baik dari agama-agama terdahulu islam sudah mencakupnya, maka Islam mempunyai keistimewaan yaitu sholeh (baik/cocok) di setiap zaman, tempat dan umat.

وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya.” (QS. Al Maidah : 48)

Makna dari sholeh di setiap zaman, tempat dan umat adalah berpegang teguh dengannya tidak meniadakan kemaslahatan umat, tempat maupun zaman, bahkan berpegang teguh dengan ajaran Islam yang benar itu menjadi kemaslahatan umat, tempat dan zaman, bukan bermakna bahwa Islam tunduk dengan kemajuan ummat atau suatu tempat maupun zaman.

Dalam agama Islam ada syariat atau aturan-aturan yang harus di jaga, dan inti dari aturan-aturan tersebut adalah rukun-rukun yang ada didalamnya, rukun islam ada 5 (lima) seperti yang terkutip dalam hadits

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji (baitullah) dan puasa bulan Ramadan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lima pondasi tersebut adalah:
1. Syahadat
2. Shalat
3. Zakat
4. Puasa Ramadhan
5. Haji

Itulah yang di sebut dengan rukun islam, yang agama islam berdiri tegak di atasnya.
Rukun islam adalah suatu keharusan dan wajib dilaksanakan oleh semua kaum muslimin, tidak ada udzur untuk meninggalkannya ketika sudah menjadi kewajibannya.

Rukun islam pertama adalah syahadat (persaksian), di dalam syahadat ada 2(dua) yaitu syahadah (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak melainkan Allah semata dan syahadat bahwa nabi Muhammad ‘alaihis sholatu was salam adalah hamba Allah dan rosulNya, dengan makna keyakinan yang dalam tanpa ada keraguan sedikitpun dan di lafalkan dengan lisan bahwa Allah adalah satu-satunya dzat yang berhak di sembah dan yakin bahwa Muhammad bin abdullah adalah seorang hamba yang tidak boleh dituhankan dan utusan Allah yang tidak boleh didustakan, syahadat ini menjadi rukun yang paling agung dan paling penting dari rukun-rukun islam yang ada, dia menjadi pondasinya rukun-rukun islam.

Dua Syahadat Digabung Menjadi Satu, Apa Sebabnya?

Dua syahadat dijadikan menjadi satu memiliki kandungan yang sangat urgen, setidaknya ada dua yaitu :

Bahwa Rasul ‘alaihis sholatu was salam penyampai dari Allah subhanahu wa ta’ala, maka syahadat bahwa beliau adalah seorang hamba Allah dan utusan-Nya menjadi penyempurna dari syahadat keesaan Allah/laa ilaaha illallah.

Dikarenakan dua syahadat itu menjadi pondasi keabsahan sebuah amal ibadah dan diterimanya amalan tersebut di sisi Allah ta’ala
Keabsahan amal dan diterimanya amal itu apabila terpenuhi dua syarat, yaitu ikhlas beramal dan amalan tersebut sesuai dengan petunjuk nabi ‘alaihis sholatu was salam/ittiba’ nabi. Keikhlasan adalah wujud dari syahadat keesaan Allah/laa ilaaha illallah, sedangkan ittiba’ nabi (mengikuti petunjuknya nabi) adalah wujud dari syahadat kerosulan nabi, maka dua syahadat ini tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya.

Faidah apa yang bisa kita petik dari rukun pertama ini?

  1. Pembebasan jiwa dan hati dari perbudakan kepada makhluk, manusia adalah makluk Allah maka hanya kepada Allahlah semua pengabdian dipersembahkan, bukan kepada makhluk semisalnya atau makhluk yang lebih rendah darinya.
  2. Pembebasan jiwa dan hati dari mengikuti selain Rosul, Rosul adalah manusia yang di utus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kepada hambaNya, dan hamba wajib mengikuti rosul tersebut, maka cukuplah Rosul yang menjadi panutan dalam segala hal yang berkaitan dengan agama, dan perilaku, karena beliau orang yang paling tahu apa yang diinginkan oleh Allah ta’ala.

Semoga Allah melimpahkan karunia dan hidayah taufiq-Nya kepada penulis dan pembaca. Demikian, semoga bermanfaat

Referensi:
– Nubdzah fil ‘aqidah islamiyah
– Syarh durus muhimmah li’ammatil ummah
Dll.

***

Ditulis oleh: Muhammad Fathoni, Lc.
Artikel HamalatulQuran.com

Previous articleBelajar dari Sosok Ulama Mekkah Atha’ bin Abi Rabah
Next articleSemangat Ulama Mempelajari Bahasa Arab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here