Home Artikel Semangat Belajar Setelah Liburan

Semangat Belajar Setelah Liburan

566
0

Setelah menghabiskan waktu libur semester bersama keluarga di kampung halaman, kini saatnya para santri bersiap untuk kembali menjalankan aktivitas harian di pesantren.

Namun untuk beberapa santri, kembali beraktivitas normal setelah menjalani liburan panjang bukanlah hal yang mudah, beberapa dari mereka ada yang merasakan Post-Holiday Blue atau perasaan sedih yang muncul setelah liburan usai, ada juga yang membutuhkan motivasi lebih agar bisa kembali produktif dan bersemangat dalam menghafalkan Al-Quran.

Berikut ini adalah beberapa tips meningkatkan semangat setelah libur panjang, diantaranya adalah:

1. Membuat jadwal kegiatan menghafal dan murojaah lebih awal, karena di awal kembalinya santri ke pesantren kerap kali semangat membaca Al-Quran belum mengalir sesuai harapan maka membuat jadwal dan berkomitmen mengerjakan adalah solusi paling efektif mengembalikan semangat.

2. Mulai menyelesaikan tugas atau tanggungan dari yang paling mudah, semisal merapikan lemari dan ranjang yang telah lama ditinggal sebelum kerja bakti kebersihan pesantren.

3. Optimis bahwa di semester 2 ini akan lebih baik dari semester sebelumnya, baik dari sisi hafalan atau pelajaran agama.

4. Perhatikan hubungan baik, hubungan diri kepada Allah, hubungan kepada kedua orang tua serta hubungan dengan para ustadz.

5. Mengingat dan mengindahkan nasehat-nasehat serta harapan orang tua kepada diri kita.

Sulitnya meningkatkan semangat pasca liburan adalah hal yang wajar. Namun demikian, kita berkewajiban untuk kembali menumbuhkan semangat untuk belajar dan melakukan hal-hal produktif lainnya, hal ini juga dilakukan agar sedih dan malas yang dirasakan tidak terus berlarut dan tujuan yang sedang direncanakan dapat terselesaikan dengan cepat dan baik.

Dan ingatlah selalu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.” (HR. Muslim)

Hadis di atas adalah hadis yang harus selalu terpatri dalam diri santri atau penuntut ilmu, kandungan makna yang terdapat dalam hadis di atas amatlah agung, kita pun dapat mengambil beberapa pelajaran, diantaranya:

1. Memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Kita semua memiliki waktu yang sama saitu 24 jam dalam satu haru, hanya saja siapa yang memanfaatkan waktu tersebut dengan baik tanpa menyia-nyiakannya maka ia lah yang akan sukses.

2. Bagi yang mudah belajar dan menghafal jangalah sombong dan merasa hebat diri, itu semua karunia dari Allah.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata :

إِنَّمَا العِلْم مَوَاهِب يُؤْتِيْهِ الله مَنْ أَحَبَّ مِنْ خَلْقِهِ

“Sesunguhnya ilmu itu adalah pemberian dari Allah, Allah berikan kepada siapa yang Dia sukai dari ciptaan-Nya.”

Oleh karena itu semata mata mengharapkan kepandaian dan usaha sendiri tidak akan membuat seseorang itu menjadi ahli ilmu, karena ilmu yang hakiki hanya Allah berikan kepada hamba yang dicintai oleh-Nya, yaitu orang-orang yang bertakwa.

Dalam kitab Tadzhimul Ilmi syaikh Shaleh Al Ushoimi mengutip perkatanan indah,

هَتَف الذَكَاء وَقَالَ:لَسْتُ بِنَافِعٍ ** إِلَّا بِتَوْفِيْقٍ مِنَ الوَهَّاب

“Ada orang yang menyeru dan bergantung kepada kecerdikannya sendiri dalam menuntut ilmu, lalu kecerdikan pun berkata : “Aku ini tidak bermanfaat melainkan setelah mendapat taufiq dari Allah yang Maha Memberi”.

Oleh karena itu bagi yang masih kesusahan dalam menghafal Al-Quran tetaplah engkau istiqomahlah dan minta pertolongan kepada Allah Ta’ala karena Dia lah sebaik-baik penolong.

3. Jangan berputus asa, bila hari ini belum mampu belajar dengan baik atau belum bisa menghafal dengan baik, yakinlah esok atau lusa akan lebih baik lagi bagi kita.

Semoga para santri PP Hamalatul Quran Yogyakarta dapat kembali ke pesantren dengan sehat dan selamat serta membawa semangat baru untuk belajar dan menghafalkan Al-Quran. Amiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here