Home Artikel Adab dan Akhlak Rahasia Dibalik Isti’adzah (Bag.1)

Rahasia Dibalik Isti’adzah (Bag.1)

150
0

Isti’adzah adalah mengucapkan A’udzu billahi minas syaitanir rajiim (aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk), bacaan isti’adzah ini sangat dianjurkan ketika hendak memulai membaca alquran, hal ini berdasarkan perintah Allah dalam alquran :

 فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّیۡطَـٰنِ ٱلرَّجِیمِ

 “Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur`ān, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS An-Nahl 98)

Walaupun dalam ayat ini lafadznya adalah dalam bentuk perintah tetapi hukum membaca isti’adzah adalah sunnah tidak sampai kepada derajat wajib (yang jika ditinggalkan berdosa), hukum membaca isti’adzah sunnah ini telah menjadi ijma kesepakatan dari para ulama.

Seorang hamba ketika membuka dan meminta nur (cahaya) robbnya dengan membaca kitab-Nya yang mulia (Al-Quran), ditakutkan setan akan mengelabuhinya lewat bisikan hati, sehingga pembaca hanya membaca dengan lisan tetapi hati menjadi lalai sehingga apa yang dibaca tidak membuahkan manfaat kecuali hanya sedikit.

Apa itu setan ?

Setan adalah setiap yang membangkang dan menentang perintah Allah baik dari kalangan jin maupun manusia, adapun Iblis adalah induk dari syaiton di alam ini, dialah musuh kaum mukminin yang nyata, telah berjanji kepada Allah untuk membuat kerusakan di muka bumi dan menyesatkan penduduknya baik dari bangsa jin maupun manusia. Allah berfirman berkenaan dengan janji Iblis laknatullah ‘alaihi ini :

 قَالَ رَبِّ بِمَاۤ أَغۡوَیۡتَنِی لَأُزَیِّنَنَّ لَهُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِیَنَّهُمۡ أَجۡمَعِینَ  إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِینَ

“Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” (QS. Al Hijr: 39-40).

Allah telah mengusir Iblis la’latullah dari langit dan merajamnya (lempari) dengan bintang-bintang, maka iblis menghabiskan dan mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk mewujudkan janjinya kepada Allah dalam menyesatkan hamba-hambaNya, tidaklah hamba berbuat kebaikan malainkan Iblis akan menungganginya dengan berbagai macam fitnah, bisikan dan gangguan agar supaya hamba tidak jadi melakukan kebaikan atau bahkan menjahuinya, maka Allah menganjurkan kepada kaum mukminin untuk membaca ta’awudz sebagai penjagaan dan keamanan dari syaiton yang terkutuk. Mana lagi keamanan yang lebih besar dari pada keamanan Allah ?!

Lafadz isti’adzah kembali kepada seseorang yang berdoa  aku memohon perlindungan dan keamanan kepada Allah semata dari bujukan syaiton yang terlaknat dan terusir dari rahmat Allah, dan aku berlindung kepadaNya dari usaha setan untuk membahayakan agamaku dan duniaku, atau menghalangiku dari menunaikan hak-hak Allah.

Jika seseorang membaca ta’awudz ketika ingin baca Al-Qur’an dia hendaknya menghadirkan rasa maksud dan urgensi dari bacaan ta’awudz tersebut dan bersungguh-sungguh untuk mensucikan hatinya dari jalannya syaiton yang sangat lembut, meminta perlindungan kepada Allah dari syaiton yang terkutuk, pasti syaiton akan kabur dan lari dari menyesatkan seseorang tersebut.

Bersambung…

Ditulis Oleh: Muhammad Fathoni, B.A

Artikel: HamalatulQuran.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here