Ada beberapa surat di dalam Al Qur’an yang diawali dengan kalimat (سبح) & ada juga beberapa Surat di dalam Al Qur’an yang diawali dengan kalimat (يسبح)
Mirip sih, tapi jelas beda lho !
Dan mungkin antum termasuk orang yang sering salah & terbalik ketika membaca kalimat tersebut
Tenang, kali ini saya akan share rumus rahasia yang bisa memudahkan antum untuk membedakan antara kedua kalimat yang mirip tersebut
Kita simak yuuuk !
==> 1] Apabila huruf pertama dari nama surat yang sedang kita baca tidak ada titiknya, maka diawali dengan kalimat (سبح), karena sama-sama tidak ada titik di huruf pertamanya
] Contoh 1 : (الحديد) Surat Al Hadid, huruf pertamanya adalah huruf (ح), maka ayat pertama dari Surat ini diawali dengan kalimat (سبح)
] Contoh 2 : (الحشر) Surat Al Hasyr, huruf pertamanya adalah huruf (ح), maka ayat pertama dari Surat ini diawali dengan kalimat (سبح)
Dst …
==> 2] Apabila huruf pertama dari nama Surat yang sedang kita baca ada titiknya, maka diawali dengan kalimat (يسبح), karena sama-sama ada titik di huruf pertamanya
] Contoh 1 : (التغابن) Surat At Taghobun, huruf pertamanya adalah huruf (ت), maka ayat pertama dari Surat ini diawali dengan kalimat (يسبح)
] Contoh 2 : (الجمعة) Surat Al Jum’ah, huruf pertamanya adalah huruf (ج), maka ayat pertama dari Surat ini diawali dengan kalimat (يسبح)
Dst ….
Maasyaallah
Amazing !!!
Dengan rumus rahasia ini, kita bisa lebih mudah untuk membedakan antara (سبح) & (يسبح) yang terletak di awal Surat
Al Qur’an itu Ajaib !
Al Qur’an itu Mu’jizat !
Al Qur’an itu Unik !
Ada banyak rahasia & keindahan di dalamnya
So, yuuk belajar lagi !
Menghafal lagi !
Murojaah lagi !
Sampai kapan ?
Sampai kita berjumpa kembali di Surga nanti, insya Allah
Keep Fight !
Ditulis oleh : Syauqi Ahmad Labib
(Mahasiswa fakultas Qur’an, Universitas Islam Madinah, Alumni Ponpes Hamalatul Qur’an Yogyakarta)
Dalam pembahasan pertama telah di ketahui bahwa hatinya orang mukmin adalah hati yg saliim selamat dari dosa maksiat, bid’ah, syirik, dll. Dalam sesi kedua ini in sya allah akan melanjutkan pembahasan macam-macam hati beserta sifat-sifatnya.
Kedua, hati yang mati.
Hati mati adalah hati yang tidak mengenal robnya dan tidak mau tahu siapa Allah. Sehingga tidak tunduk terhadap perintah dan syareat-Nya. Selalu menuruti hawa nafsu kemana nafsu itu menyuruhnya, walaupun ke jurang kemurkaan Allah. Sehingga di dalam hati itu tidak ada kehidupan sama sekali, inilah hati orang-orang kafir yang tidak mengenal Allah dan tidak mengikuti agama islam.
Adapun sifat-sifat dari hati mati di antaranya sebagai berikut :
Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? (QS. Al-A’raf : 100)
Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. (QS. An-Nahl :22)
Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati. (QS. Az-Zumar :45)
Inilah hati mati yaitu hatinya orang-orang kafir yang apabila di beri ayat-ayat Allah tidak akan tertampung dikarenakan hati sudah tertutup rapat dan tersegel sehingga nasehat apapun tidak bisa masuk wal ‘iyaadzu billaah.
Ketiga, hati yang sakit.
Hati sakit adalah hati yang di dalamnya ada kehidupan tetapi ada penyakit. Hal yang bisa menghidupkan hati keimanan kepada Allah, cinta kepadaNya, taat perintah-perintahNya, dan hal-hal yang berkaitan dengan iman dan amal sholeh. Adapun penyakit hati senang mengikuti syahwat, hasad, dengki, dan hal-hal yang berbau kemaksiatan.
Hati sakit di antara kedua sifat terkadang mengikuti kehidupan hati dan terkadang mengikuti penyakit hati. Inilah hati yang tercampur antara keimanan dan kemaksiatan, hati macam ini kebanyakan hatinya orang munafik dan tidak sedikit dari kaum muslimin yang mempunyai hati ini.
Adapun sifat-sifat dari hati sakit sebagai berikut :
dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi :28)
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (QS. Ali Imran : 159)
Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.
(QS. At Taubah :77)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: “Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh”. Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah maha menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali Imran : 156)
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya. (QS. Ali Imran : 7)
Inilah tiga macam hati beserta sifat dari setiap macam hati.
Semoga bermanfaat…
_______
Referensi :
– https://www.alukah.net/social/0/33879/ dengan sedikit perubahan
-Tafsir ibnu kastir
***
Ditulis oleh : Ahmad Fathoni, Lc
(Alumni fakultas dakwah wa Ushuludin Universitas Islam Madinah, pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)
Setiap urusan besar tidak dapat diraih kecuali dengan sabar. Perkara yang paling besar yang dengannya seseorang mampu menanggung beban barat dalam meraih cita-cita yang tinggi adalah mensabarkan jiwa dalam meraihnya. Oleh karena itu, sabar dan sungguh-sungguh diperintahkan, baik untuk meraih keimanan, ataupun untuk menyempurnakan keimanan tersebut.
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya.” (QS. Al Kahfi: 28)
Yahya bin Abi Katsir dalam menafsirkan ayat ini berkata : “Ia adalah majlis-majlis fiqh.”
Maka datri itu tidak seorang pun dapat meraih ilmu melainkan dengan sabar, karena sabar adalah salah satu pondasi terkuat tuk meraih ilmu
Yahya bin Abi Katsir juga berkata :
لا يستطاع العلم براحة الجسم
“Ilmu tidak akan diraih dengan jasad yang kerap bersantai-santai.”
Dengan sabar, seseorang akan selamat dari buruknya kebodohan, dan dengannya pula kan ia dapatkan lezatnya ilmu.
Sabar dalam ilmu ada dua macam:
Pertama : sabar dalam mencari dan mempelajarinya.
Menghapal membutuhkan kesabaran. Memahami membutuhkan kesabaran. Menghadiri majelis-majelis ilmu membutuhkan kesabaran. Menjaga hak sang guru membutuhkan kesabaran.
Kedua : sabar dalam mengajarkan ilmu.
Duduk mengajarkan para murid membutuhkan kesabaran. Memahamkan mereka membutuhkan kesabaran. Menghadapi kesalahaan-kesalahan mereka membutuhkan kesabaran.
Diatas dua macam kesabaran ini, ilmu membutuhkan sabar dalam bersabar serta dalam keteguhan untuk menjalani keduanya.
لكل إلى شأو العلا وثبات *** ولكن عزيز في الرجال ثبات
“Setiap orang ingin sampai pada cita-citanya .. tapi sedikit diantara para lelaki yang teguh.”
_____
Referensi:
– Ta’dzim Al Ilmi, karya Syaikh Shaleh bin Abdillah Al ‘Ushaimy hafidzahullah
**** Ditulis oleh : Muhammad Fatwa Hamidan
(mahasiswa Universitas Islam Madinah, alumni PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)
Rosulullah – ‘alaihis sholatu was salam- pernah bersabda :
ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي القلب
Ketahuilah Sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging yang apabila dia baik maka semua anggota badan akan baik dan jika (segumpal daging) itu rusak maka rusaklah semua anggota badan, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati. (Muttafaqun ‘alaih)
Hati yang ada di dalam manusia sangat urgen dalam menentukan baik buruknya kehidupan manusia, baik secara jasmani maupun rohani
Hati yang baik akan memberikan buah amalan yang baik dalam perilaku kehidupan nyata, sebaliknya hati yang rusak akan berbuah amal yang tidak baik di dunia nyata.
Diterimanya suatu ibadah dari hamba bukan di lihat dari bentuk postur tubuh dan wajah seseorang, tetapi di lihat dari kesesuaian amal tersebut dengan syareat dan keikhlasan hati dari si pelaku amal itu
Nabi shalallahu alaihi wa sallam mengatakan,
إن الله لا ينظر إلى صوركم وأموالكم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم
Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk badan dan banyaknya harta kalian tetapi Allah melihat ke hati dan amal kalian. (HR. Muslim)
Hati sering berbolak balik di setiap waktunya, detik ini dia baik belum tentu detik berikutnya tetap sama baiknya, juga kebalikannya detik ini dia buruk belum tentu detik setelahnyo
a dia tetap sama buruknya, maka disebut hati ini qolbun dikarenakan cepatnya berbolak balik.
Rosulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- sering memanjatkan di dalam doanya :
اللهم مصرِّف القلوب، صرِّف قلوبنا على طاعتك.
“Wahai Tuhan yang membolak-balikan hati teguhkan hati kami di atas ketaatan kepadamu” (HR. Muslim)
يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
“Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu.”
(HR.Tirmidzi dan Ahmad)
Pembaca yang budiman…
Ada beberapa macam hati di dalam diri manusia yang berkaitan dengan keimanan dan amal mereka, berikut ini penulis – in sya allah- akan mencantumkan beberapa macam hati dengan disertai sifat dari setiap macam hati :
Pertama : Qolbun salim
Qolbun saliim (hati yang sehat) adalah hati yang selamat dari maksiat, kebid’ahan, kesyirikan, syahawat, syubuhaat dan pemiliknya istiqomah di atas iman dan dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang hamba, inilah hatinya seorang mukmin sejati yang mengantarkan ke keselamatan di akherat,
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna.
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS. As-Syu’aro : 87-89)
Adapun sifat-sifat hati yang salim diantaranya sebagai berikut :
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ro’du :28)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS. Al-Anfal :2)
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). (QS. Al-Hadid :16)
Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru (beribadah) kepada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. (QS. Al-Kahfi :14)
Demikian ini beberapa sifat untuk hati saliim yaitu hatinya kaum mukminin yang dengannya keselamatan terperoleh ketika menghadap Allah ‘azza wa jalla kelak di akhirat.
Bersambung insyaallah….
***
Ditulis oleh : Ahmad Fathoni, Lc
(Alumni fakultas dakwah wa Ushuludin Universitas Islam Madinah, pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)
Artinya : Sesungguhnya Sofa dan Marwa, adalah syiar dan syiar-syiar Allah. (QS. Al-Baqarah : 158).
Kemudian mengucapkan doa,
أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
Abda-u bima bada-allahu bihi.
Artinya : Aku memulai sa’i dari bukit yang pertama disebutkan Allah… (yakni pada ayat di atas).
Seperti tawaf, sa’i juga dilakukan sebanyak 7 x dimulai dari bukit Sofa. Bedanya, pada towaf satu putaran penuh dihitung dari sudut Hajar Aswad ke sudut Hajar Aswad. Adapun sa’i, jalan dari bukit Sofa ke Marwa dihitung satu putaran, kemudian dari bukit Marwa ke Sofa putaran berikutnya. Sehingga sa’i berakhir di bukit Marwa.
Saat sampai pada lampu hijau, disunahkan bagi laki-laki berlari ringan.
Tidak ada bacaan-bacaan khusus saat Sa’i yang bersumber dari hadis-hadis shahih, kecuali saat di atas bukit Sofa dan Marwa disunahkan berhenti sejenak seraya membaca doa berikut,
Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashoro ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah.
Artinya : Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, yang melaksanakan janjiNya, membela hambaNya (Muhammad) dan mengalahkan golongan musuh sendirian.
Setelah itu berdoa sesuai kebutuhan masing-masing sebanyak tiga kali dengan mengangkat tangan dan menghadap ke Ka’bah. Dengan cara, doa diselingkan setelah membaca dzikir di atas. Jadi, membaca Laa ilaaha illallaah… kemudian baca doa, baca Laa ilaaha illallaah… kemudian doa lagi. Baca Laa ilaaha illallaah… kemudian doa lagi.
Untuk sa’i tidak disyaratkan dilakukan dalam kondisi suci atau berwudhu.
Keempat, Tahallul
Tahallul adalah urutan terakhir dari empat rangakaian ibadah dalam ritual umrah.
Disebut Tahallul dari kata Halal, artinya, setelah melakukan tahallul, jama’ah umrah kembali dihalalkan larangan-larangan ihram.
Untuk jama’ah laki-laki, Tahallul dilakukan dengan memilih dua opsi berikut :
Halaq, yaitu menggundulkepala.
Taqshir, yaknimencukurpendek seluruh sisi rambut kepalanya.
Antara menggundul dan memotong pendek, mana yang lebih utama?
Menggundul lebih utama. Karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mendoakan ampunan sebanyak tiga kali untuk jama’ah laki-laki yang bertahallul dengan menggundul. Disebutkan dalam hadis yang berasal dari sahabat Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
اللهم اغفر للمحلقين
قالوا يا رسول الله وللمقصرين قال اللهم اغفر للمحلقين قالوا يا رسول الله وللمقصرين قال اللهم اغفر للمحلقين قالوا يا رسول الله وللمقصرين قال وللمقصرين
Ya Alloh ampunilah orang-orang yang memotong rambutnya sampai gundul (halqu)”
Para sahabat bertanya ” Untuk orang yang memotong pendek rambutnya juga ya Rosul “
“Ampunilah orang-orang yang memotong rambutnya sampai gundul” Sahut Nabi.
Para sahabat memohon kembali ” Untuk orang yang memotong pendek juga ya Rosul “
Rosul menimpali “Ampunilah orang-orang yang memotong rambutnya sampai gundulز”
“Untuk yang memotong pendek juga ya Rosul.” Pinta kembali para sahabat.
Barulah kemudian Rosul menjawab ” Dan ampunilah bagi orang yang memotong pendek rambutnya. “(HR. Muslim)
Adapun tahallul untuk jama’ah wanita, cukup dengan memotong ujung rambut sepanjang satu ruas jari. Kami sarankan dilakukan di kamar hotel, agar tidak dilihat khalayak. Mengingat rambut merupakan aurat bagi perempuan.
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ليس على النساء حلق , إنما على النساء التقصير
“Tidak ada bagi wanita gundul rambutnya, untuk para wanita cukup mencukur rambut saja.” (HR. Abu Daud)
Dengan demikian, alhamdulillah kita telah usai melakukan ibadah umrah
Di balik indahnya susunan kata & kalimat di dalam Al Qur’an, ternyata ada beberapa bagian yang sulit untuk dihafal bagi sebagian orang.
Lantas bagaimana solusinya?
Menurut pengalaman pribadi dan juga curhatan dari banyak teman, ternyata tidak semua ayat di dalam Al Qur’an mudah untuk dihafal, tapi ada beberapa bagian yg sulit dihafalkan bagi sebagian orang
Mungkin bagi si A ayat tersebut mudah untuk dihafal, tapi tahukah antum ?
Bahwa ada banyak orang yang merasa kesulitan disaat menghafal ayat tersebut
Karena memang kemampuan menghafal & mengingat masing-masing orang berbeda
Nah, berdasarkan kebanyakan orang yang menghafal Al-Qur’an, inilah ayat-ayat atau bagian di dalam Al Qur’an yang menurut mereka sulit untuk dihafalkan :
Setengah juz yang terakhir dari juz 2, inilah juz yang dulu saya merasa kesulitan saat menghafal pertama kali
Juz 5 atau Surat An Nisa, karena banyak menggunakan dhomir (kata ganti) perempuan yang agak susah diucapkan
Juz 14 & ayat-ayat yang menceritakan tentang para Nabi di Surat Al Hijr
Surat Maryam, hampir sama seperti Surat An Nisa
Juz 19, tepatnya Surat Asy Syu’ara, karena ayat-ayatnya yang terlalu pendek sehingga jadi susah untuk diingat
Surat Ash Shoffat di Juz 23, hampir sama juga seperti Surat Asy Syu’ara
Surat yang ayatnya pendek-pendek & mirip, seperti Al Qomar, Asy Syu’ara, Al Hijr, dll
Diantara Juz 1 – Juz 30 bagian yang paling sulit adalah bagian kedua, yaitu Juz 11-20
Kurang lebih, itulah bagian-bagian yang bagi kebanyakan orang sulit untuk dihafal
Ada beberapa sebab yang membuat mereka (kebanyakan orang) sulit untuk menghafal ayat tersebut :
Lafadz yang asing & jarang diucapkan oleh mulut, mungkin karena orang Arab jarang menggunakan kata tersebut atau mereka jarang mendengar kalimat tersebut
Solusinya, terus ulangi ayat-ayat yang asing tersebut sampai lancar, jika di ayat lain kita cukup mengulang 20 kali bisa langsung hafal, maka di ayat yg asing ini, ulangi 3-5 kalo lipat supaya benar-benar terbiasa diucapkan oleh mulut
Termasuk ayat-ayat mutasyabihat, atau ayat yang satu dengan yang lain sangat mirip sehingga susah untuk dibedakan
Solusinya : miliki mushaf yang bisa untuk dicorat-coret, maksudnya diberi catatan, berikan tanda di setiap ada ayat yang mirip
Atau bisa juga, tulis ayat-ayat yang mirip di sebuah lembaran kertas khusus
Karena penyakit yang paling sering menjumpai penghafal Al Qur’an, yaitu “jarang murojaah” atau jarang mengulang hafalan yang sudah pernah dihafal
Inilah penyebab utamanya, karena sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa hafalan Al Qur’an itu jauh lebih cepat hilangnya daripada unta yang lepas dari ikatannya
Jadi, hal yang paling penting untuk mempermudah dalam menghafal Al-Qur’an adalah murojaah atau mengulang
Dihampiri rasa malas & bosan itu wajar bagi seorang penghafal Al Qur’an, tapi bukan berarti kita harus menyambut rasa malas & bosan tersebut dengan hati yang gembira
Cara mengatasi rasa malas & bosan adalah dengan berusaha untuk selalu bisa bersama dengan Al Qur’an
Di manapun antum berada,
Apapun aktifitas antum,
Jangan pernah lupakan Al Qur’an !
Belajar, sambil mengulang hafalan
Ngantri makan, sambil mengulang hafalan
Di jalan, sambil mengulang hafalan
Mau tidur, sambil mengulang hafalan
Indahnya hidup ini jika Al Qur’an menjadi sahabat setia hingga mau menjemput
Dengan mengulang hafalan secara terus menerus, maka tak akan ada lagi ayat yang sulit untuk dihafal
Karena pada hakikatnya, semua ayat di dalam Al Qur’an itu MUDAH untuk dihafal
Hanya PERASAAN yang membuatnya menjadi sulit untuk dihafal
Rasa Takut …
Rasa Malas …
Rasa Bosan …
Rasa Minder …
Dan sejenisnya
Maka, mulai saat ini, hilangkan PERASAAN yang membuat antum menjadi sulit dalam menghafal Al-Qur’an
Dan bahkan ayat yang awalnya kita anggap paling sulit, bisa jadi setelah kita ulang terus menerus ayat tersebut menjadi ayat yang paling kuat dalam ingatan kita
Karena saya sendiri pernah merasakannya, kini giliran antum !
***
Ditulis oleh : Syauqi Ahmad Labib
(Mahasiswa fakultas Qur’an, Universitas Islam Madinah, Alumni Ponpes Hamalatul Qur’an Yogyakarta)
Sebelum memasuki Masjidil Haram, kita perhatikan adab-adab masuk masjid. Seperti :mendahulukan kaki kanan, dan mengucapkan doa masuk masjid,
باسم الله والصلاة و السلام على رسول الله, اللهم افتحلي أبواب رحمتك, أعوذ بالله العظيم وبوجهه الكريم وسلطانه القديم من الشيطان الرجيم
Bismillah, was sholaatu was salaam, ‘ala rasuulillah. Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik. A’udzu billahil ‘adhiim, wa bi wajhihil kariim, wa sultoonihil qodiim, minas syaitoonir rojiim.
Artinya : Dengan menyebut nama Allah, shalawat serta salam untuk Rasulullah. Ya Allah, mohon bukakan untuk kami pintu-pintu rahmadMu. Aku berlindung kepada Allah yang maha Agung, dengan wajahnya yang maha Mulia, serta dengan kerajaanNya yang Qodiim, dari godaan setan yang terkutuk.
Dipastikan sebelum masuk masjid, kita sudah berwudhu terlebih dahulu. Karena towaf ini disyaratkan harus dalam kondisi suci atau berwudhu. Karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
الطواف بالبيت صلاة إلا أنّ الله تعالى أباح فيه الكلام
“Towaf mengelilingi Baitullah merupakan shalat. Hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya. ”
(HR. At-Tirmidzi dan Hakim dan lainnya, hadits ini shahih)
Nabi menyamakan towaf dengan sholat. Sementara sholat disyaratkan berwudhu. Menunjukkan bahwa towafpun demikian disyaratkan berwudhu terlebih dahulu.
Jika batal di tengah putaran towaf, maka berwudhu kembali kemudian mengulang towaf dari awal.
Kemudan kita menuju pelataran towaf (matof), untuk melakukan towaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 x, dengan posisi Ka’bah berada di sisi kiri kita.
Saat towaf, bagi laki-laki disunahkan:
Ith-thiba’: yaitu membuka bahu sebelah kanan.
Romlu: yaitu berlari ringan di tiga putaran pertama, jika kondisi memungkinkan.
Towaf dimulai dari sudut Hajar Aswad, yang saat ini, bagi jama’ah yang tidak bisa mendekat ke sudut Hajar Aswad, garis lurus sudut Hajar Aswad sejajar dengan lampu Hijau. Kemudian berakhir di rukun Hajar Aswad pula. Dari sudut Hajar Aswad ke sudut Hajar Aswad, dihitung satu putaran towaf. Demikian seterusnya samapi 7x putaran.
Saat tepat berada sejajar dengan rukun Hajar Aswad, kita disunahkan tiga hal :
Mencium Hajar Aswad, jika kondisi memungkinkan dan mampu.
Mengusap dengan tangan atau tongkat, kemudian mencium tangan atau tongkat yang kita pergunakan untuk menyentuh Hajar Aswad. Kemudian mengucapkan,
بسم الله والله اكبر
Bismillah Wallohu-akbar
Artinya : Dengan menyebut nama Allah, dan maha besar Allah.
Jika tidak mampu mencium dan mengusap, kita pilih obsi ketiga yaitu : berisyarat dengan melambaikan tangan kea rah Hajar Aswad, seraya mengucapkan,
الله أكبر
Allahu-akbar
Demikian seterusnya kita lakukan, saat putaran towaf kita sampai tepat di sudut Hajar Aswad.
Tidak dituntunkan mengusapkan tangan ke wajah setelah itu.
Sesampainya kita di sudut Yamani, jika kondisi memungkinkan disunahkan mengusapnya, tanpa mencium atau mengisyaratkan tangan. Dan tidak ada bacaan khusus seperti mengusap Hajar Aswad, saat mengusap Sudut Yamani.
Dua kegiatan di atas; mencium/mengusap/berisyarat kepada Hajar Aswad dan mengusap Sudut Yamani, hanya dilakukan saat towaf saja. Di luar ibadah towaf, tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam untuk mencium/mengusap/berisyarat kepada Hajar Aswad atau mengusap Sudut Yamani.
Saat towaf, disunahkan memperbanyak dzikir dan doa. Kemudian antara sudut Yamani dan Hajar Aswad, disunahkan membaca doa,
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil ‘akhirati hasanah waqina ‘adzaban-naar.
Artinya : Ya Tuhan kami, berikanlah kepad kami kebaikan di dunia juga di akhirat. Dan lindungi kami dari siksa api neraka.
Setelah towaf, kita menuju Maqom Ibrahim untuk melakukan sholat sunah 2 raka’at. Dengan posisi Maqom Ibrahim berada antara kita dan Ka’bah. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, boleh sholat di manapun di masjidil Haram. Raka’at pertama disunahkan membaca surat Al-Kafirun, raka’at kedua membaca Al-Ikhlas.
Setelah itu, disunahkan minum zam-zam dan mengguyurkannya ke kepala, kemudian mencium/mengusap/berisyarat kembali ke Hajar Aswad.
Beberapa waktu yang lalu saya sudah share tips menghafal Al Qur’an 1 hari 1 lembar tanpa harus mengganggu aktivitas utama (gak perlu resign, gak perlu bolos sekolah, gak perlu tutup toko, dll)
Nah, sekarang saya akan lanjutkan tips yang pernah saya share sebelumnya.
Jika belum membaca Part 1, silahkan dibaca dulu yaa supaya bisa memahami apa yang saya tulis di Part 2 ini.
Ada waktu yang cukup efektif untuk menghafalkan sesuatu, termasuk Al Qur’an. Karena memang sudah terbukti & banyak yang sependapat dengan saya. Ya ,tepatnya setelah sholat Maghrib.
Setelah Maghrib adalah waktu yang tepat untuk kembali menghafalkan Al Qur’an, gunakanlah untuk menambah hafalan 1 halaman lagi.
Ada waktu sekitar 30-50 menit sambil menunggu dikumandangkannya adzan sholat isya’. Seperti yang sudah saya share sebelumnya, 30 menit insya Allah cukup untuk menghafalkan 1 halaman (Note : lagi-lagi harus fokus ya)
Waktu yang singkat & tidak terlalu lama kan ?!
Dan juga tanpa harus mengganggu aktivitas utama, betul ?
(Karena yang ngantor biasanya siang atau sore sudah selesai, begitu juga dengan yang sekolah ataupun berdagang, dsb)
Selanjutnya ,masuk ke tahapan murojaah/mengulang hafalan !
Biasakan bangun di sepertiga malam, jika merasa susah bangun di sepertiga malam, cukup ambil air wudhu sebelum beranjak ke tempat tidur, kemudian pergi menuju musholla atau tempat yang biasa digunakan untuk sholat.
Mulailah sholat malam minimal 4 rakaat !
Dengan catatan berikut ini yaa :
– Rakaat pertama membaca setengah halaman pertama dari ayat yang sudah dihafalkan waktu shubuh.
– Rakaat kedua membaca setengah halaman berikutnya dari ayat yang sudah dihafalkan waktu shubuh juga.
– Rakaat ketiga membaca setengah halaman pertama dari ayat yang tadi Maghrib sudah dihafalkan.
– Rakaat keempat membaca setengah halaman berikutnya dari ayat yang tadi Maghrib sudah dihafalkan juga.
Cukup 10-15 menit sebelum tidur, tentu waktu yang singkat bukan ?
Nah, itulah beberapa tips yang semoga bisa membantu kita semua dalam Menghafal Al Qur’an
Setelah membaca tulisan ini & mempraktekkan tips ini, Insya Allah menghafal Al-Qur’an 1 hari 1 lembar sekaligus lancar menjadi hal yang mudah !
Siap kan berjuang kembali untuk Al Qur’an ?
Jangan tunggu waktu luang baru menghafal Al Qur’an, tapi luangkanlah waktumu untuk menghafal Al Qur’an !
***
Ditulis oleh : Syauqi Ahmad Labib
(Mahasiswa fakultas Qur’an, Universitas Islam Madinah, Alumni Ponpes Hamalatul Qur’an Yogyakarta)
Kesibukan sehari-hari terkadang membuat kita melupakan Al Qur’an, padahal dengan Al Qur’an kita bisa mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.
Ada banyak sekali keutamaan-keutamaan bagi penghafal Al Qur’an.
Tapi, sebagian orang terkendala dalam menghafal Al-Qur’an karena perkejaan yang terlalu padat & sibuk.
Lalu bagaimana caranya bisa menghafal sehari 1 lembar (2 halaman) sekaligus lancar tanpa harus mengganggu aktifitas sehari2 ?
Mari kita simak …
Pertama, Gunakan waktu emas.
Yaitu setelah sholat subuh untuk mulai menghafalkan 1 halaman. Selain pikiran masih tenang dan fresh, Di waktu inilah kebanyakan diantara kita belum memulai aktifitasnya seperti sekolah, kerja, dll.
Rata-rata untuk membaca 1 halaman membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit, jadi 1 halaman seharusnya bisa dihafalkan kurang dari 30 menit (harus benar-benar fokus yaa)
Sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit setelah Subuh untuk bisa hafal 1 halaman
Waktu yang lumayan singkat bukan ?
Lanjut …
Kedua, Gunakanwaktu luang & waktu istirahat.
Baik di sekolah, kantor atau di manapun antum melakukan aktifitas. Biasanya sekitar jam 9-10 pagi ada waktu untuk istirahat beberapa menit
Apa yang harus dilakukan ?
Pergi ke tempat wudhu, ambil air wudhu kemudian pergi ke masjid atau musholla terdekat, lanjutkan dengan sholat Dhuha minimal 4 rakaat. Ini lah metode sederhana & simple yg bisa digunakan untuk muroj’ah/mengulang hafalan !
Dengan catatan :
Rakaat pertama membaca setengah halaman yang tadi malam sudah dihafalkan (kok malam ? Antum akan paham setelah membaca sampai selesai).
Rakaat kedua membaca setengah halaman berikutnya dari hafalan yang sudah dihafalkan tadi malam.
Rakaat ketiga membaca setengah halaman pertama yang tadi subuh sudah dihafalkan.
Rakaat keempat membaca setengah halaman berikutnya dari hafalan yang sudah dihafalkan tadi subuh.
Untuk melaksanakan sholat Dhuha 4 rakaat hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit saja.
Waktu yang singkat bukan ?
Lalu langkah berikutnya apa ?
Siap untuk lanjut lagi ?
Silahkan share tulisan ini terlebih dahulu kepada orang-orang yang antum cintai, supaya antum mempunyai teman yang sama-sama berjuang dalam menghafal Al-Qur’an
Insya Allah kelanjutannya akan saya share di tulisan berikutnya.
***
Ditulis oleh : Syauqi Ahmad Labib
(Mahasiswa fakultas Qur’an, Universitas Islam Madinah, Alumni Ponpes Hamalatul Qur’an Yogyakarta)