Home Blog Page 30

Mutiara Faidah Juz 11

0

Pada juz 11 ini mencakup surat At Taubah ayat 94-129, Surat Yunus ayat 1-109 dan Surat Surat Huad ayat 1-5. Berikut ini pokok kandungan dan pembahasan yang ada pada juz kesebelas.

Surat At-Taubah ayat 94-129

1. Melanjutkan pembahasan terkait orang munafik, kemudian disebutkan terkait A’rab (non Arab) kebaikan dan keburukan mereka, dilanjut penyebutan kaum Muhajirin dan Anshar

2. Disebutkannya Masjid Dirar dan niat buruk dibuatnya masjid tersebut, oleh karenanya Allah larang Nabi-Nya untuk shalat di dalamnya. Dari sini kita juga belajar bahwa pokok amal adalah apa niat yang ada di dalam hati, tidak semata-mata apa yang nampak secara dhahir.

3. Sifat orang-orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah serta larangan bagi orang muslim untuk memohonkan ampunan bagi orang musyrik.

4. Kisah 3 sahabat yang tidak ikut perang Tabuk serta bagaimana mereka bertaubat.

5. Akhir surat at-Taubah bercerita tentang hubungan manusia dengan Al-Quran.

Surat Yunus ayat 1-109

1. Dalam surat Yunus terdapat banyak ayat yang menjelaskan terkait tanda-tanda kekuasaan Allah Ta’ala serta memberikan perumpamaan-perumpamaan yang menegaskan kewujudan Allah dan keagungan-Nya.

2. Perdebatan orang musyrik dan tantangan mereka terhadap Al-Quran.

3. Kedudukan hamba yang paling mulia adalah menjadi wali Allah (waliyullah) .

4. Pemaparan kisah Nabi Nuh kemudian kisah Nabi Musa bersama Firaun serta tenggelamnya Fir’aun agar menjadi pelajaran.

5. Penjelasan akan perintah Allah kepada para Nabinya untuk senantiasa teguh di atas keimanan mengikuti Wahyu dan sabar dalam berdakwah.

Faidah dari Juz 11

1. Kedudukan mulia bagi kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka, maka bila kita ingin mendapatkan kemuliaan tersebut hendaknya kita mengikuti jejak para sahabat tersebut.

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (QS. At-Taubah: 100)

2. Sebaik-baik teransaki di dunia.

إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقۡتُلُونَ وَيُقۡتَلُونَۖ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقّٗا فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ وَٱلۡقُرۡءَانِۚ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِۚ فَٱسۡتَبۡشِرُواْ بِبَيۡعِكُمُ ٱلَّذِي بَايَعۡتُم بِهِۦۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ

“Sesungguhya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur`ān. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. At-Taubah: 111)

Pembeli adalah Allah Ta’ala dan si penjual adalah para wliyullah dan harganya adalah surga.

Referensi: Hidayat Al-Ajza karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 10

0

Pada juz 10 ini mencakup surat Al-Anfal ayat 41-78 dan surat At Taubah ayat 1-93. Berikut ini pokok kandungan dan pembahasan yang ada pada juz kesepuluh.

Surat Al-Anfal ayat 41-78

1. Melanjutkan kisah peperangan Badar

2. Mentaati Allah dan Rasul adalah kunci kemenangan kaum muslimin.

3. Disebutkan ciri orang-orang munafik yang harus kita hindari dari diri kita

4. Akhir surat Al-Alfan menjelaskan bahwa ikatan terkuat menyatukan kaum muslimin adalah ikatan ukhuwah dalam menolong risalah Islam.

Surat At-Taubah ayat 1-93

1. Surat ini dibuka dengan penjelasan waktu perjanjian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan orang-orang musyrik.

2. Penjelasan tentang penunaian janji dan larangan mengingkari janji.

3. Pelarangan orang musyrik untuk memasuki Masjidil Haram.

4. Ketentuan memerangi ahli kitab, serta ketentuan pembayaran jizyah.

5. Penetapan bulan dalam Islam adalah dengan Hijriyah, serta penjelasan agan bulan-bulan haram yaitu Rajab, Dzulqodah, Dzulhijjah dan Muharram.

6. Larangan untuk meminta bantuan orang-orang munafik dalam berjihad

7. Celaan bagi orang-orang munafik dan yang mengikuti mereka terutama yang kabur dan pergi dari Medan perang jihad.

Faidah Dari Juz 10

1. Dzikir dan mengingat Allah adalah wasilah untuk meneguhkan hati.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمۡ فِئَةٗ فَٱثۡبُتُواْ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45)

2. Memperdengarkan Kalamullah kepada orang kadar dapat menjadi sarana hidayah

 وَإِنۡ أَحَدٞ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٱسۡتَجَارَكَ فَأَجِرۡهُ حَتَّىٰ يَسۡمَعَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ

“Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah” (QS. At-Taubah: 6)

3. Tanda lebinasan dan kehancuran hidup adalah ketika seseorang melupakan Allah.

نَسُواْ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمۡۚ

“Mereka telah melupakan (meninggalkan perintah) Allah, maka Allah melupakan mereka (pula).” (QS. At-Taubah: 67)

4. Bila iman terkikis dari hati, seseorang akan bahagia dengan sebuh kemaksiatan serta jauh dari ketaatan.

فَرِحَ ٱلۡمُخَلَّفُونَ بِمَقۡعَدِهِمۡ خِلَٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓاْ أَن يُجَٰهِدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ

“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah” (QS. At-Taubah: 81)

Referensi: Hidayat Al-Ajza karya Syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 9

0

Pada juz 9 ini mencakup surat Al-A’raf ayat 88-206 dan surat Al-Anfal ayat 1-40. Berikut ini pokok kandungan dan pembahasan yang ada pada juz kesembilan

Surat Al-A’raf ayat 88-206

1. Surat ini banyak menceritakan tentang Nabi Musa ‘alaihissalam, dan kisah Nabi Musa adalah kisah paling panjang yang ada di dalam Al-Quran.

2. Bantuan Allah kepada Nabi Musa, ketika beliau harus melawan Fir’aun. Dan penjelasan bahwa siapa yang ingin mendapatkan bantuaan dari Allah maka ia harus selalu berusaha mendekat kepada Allah.

3. Petuntuk bagi orang-orang yang tertimpa ujian bahw pertolongan Allah pasti akan datang, maka bersabarlah dan selalu berdoa.

4. Penjelasan agungnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

5. Penekanan akan pentingnya amar makruf nahi Munkar demi terciptanya lingkungan masyarakat yang aman dan sejahtera.

6. Kitab suci yang Allah turunkan tidak akan bermanfaat bila tidak dipelajari dan diamalkan.

Surat Al-Anfal ayat 1-40

1. Surat ini dibuka dengan penjelasan tentang beberapa perkara yang menjadi sifat mulia dan agung bagi orang yang beriman.

2. Kisah tentang perang Badar.

3. Mukmin yang hatinya tulus, maka akan selalu bergetar ketika dibacakan ayat-ayat Allah Ta’ala.

4. Perintah untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya.

Faidah Dari Juz 9

1. Siapa saja yang diberi nikmat khusus maka ia harus bersyukur dengan khusus.

قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّي ٱصۡطَفَيۡتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَٰلَٰتِي وَبِكَلَٰمِي فَخُذۡ مَآ ءَاتَيۡتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

“(Allah) berfirman, “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 144)

2. Diantara penghalang untuk mentadaburi Al-Quran dan mempelajari maknanya adalah sifat sombong.

سَأَصۡرِفُ عَنۡ ءَايَٰتِيَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ

“Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar.” (QS. Al-A’raf: 146)

3. Ketika hati telah kotor, maka tidak ada penghalang lisan untuk berkata-kata kotor.

وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ

“Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur`ān) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (QS. Al-Anfal : 32)

Referensi: Hidayat Al Ajza’ karya Syaikh Umar bin Abdillah Al Muqbil

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 8

0

Pada juz 8 ini mencakup surat Al-An’am ayat 111-165 dan surat Al-A’raf ayat 1-87. Berikut ini kandungan pokok pembahasan yang ada di dalam juz 8.

Al-An’am ayat 111-165

1. Penjelasan beberapa hukum fiqih yang berkaitan dengan akidah, seperti hukum tasmiyah sebelum menyembelih binatang, haramnya sembelihan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Hal ini sebagai pembeda antara sembelihan kaum muslimin dengan kaum musyrikin.

2. Hubungan hati seseorang terhadap Allah akan menjadikan wasilah seseorang mendapatkan hidayat atau sebaliknya yaitu kesesatan.

3. Gambaran ringkas konsep hidup manusia, yaitu hidup sesuai aturan Allah dan meninggal dalam ketaatan kepada Allah.

4. Allah akan balas amal kebaikan dengan balasan yang berlipat ganda.

Al-A’raf ayat 1-87

1. Surat ini diawali dengan dialong antara setan dengan Allah Ta’ala, dan bagaimana setan dapan menghasut dan menipu orang tua kita (Nabi Adam ‘alaihissalam)

2. Penjelasan bagaimana langkah-langkah iblis untuk menyesatkan manusia. maka hendaknya kita sadari dan kita mewaspadainya.

3. Setelah dipaparkan kisan Nabi Adam ‘alaihissalam dengan Setan. Allah menyeru dan memanggil dengan seruan “Yaa Bani Adam” sebanyak 4 kali. Perhatikanlah seruan-seruan tersebut.

4. Allah jelaskan asas atau pokok-pokok hal yang terlarang dalam syariat Islam.

5. Dialog antara penduduk surga dan penduduk neraka.

Faidah Dari Juz 8

1. Telah Allah sempurnakan agama Islam dengan seluruh syariatnya dengan kebenaran dan keadilan. Allah berfirman,

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا

“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. (QS. Al-An’am : 115)

2. Kuantitas bukanlah poros sebuah kebenaran.

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini.” (QS. Al-An’am : 116)

3. Mengakui dosa dan menyesalinya adalah salah satu rukun taubat.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf : 23)

Referensi: Hidayat Al-Ajza’ karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 7

0

Juz 7 ini berisikan surat Al-Maidah ayat 82-120 dan surat Al-An’am ayat 1-110. Berikut ini pokok kandungan dan pembahasan yang ada pada juz ke tujuh.

Al-Maidah Ayat 82-120

1. Juz ini dimulai dengan menceritakan siapakah golongan Ahli Kitab yang paling dekat dan paling jauh dengan kita.

2. Pemamaran beberapa hukum fikih seperti, kafarat sumpah, diharamkannya khomr dan judi, larangan berburu bagi yang sedang ihram dan anjuran wasiat sebelum meninggal dunia

3. Percapakan antara nabi Isa ‘alaihissalam dengan Hawariyyin, serta penerangan akan pentingnya sabar dalam ilmu dan dakwah

4. Penjelasan percakapan Allah Ta’ala kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, serta berlepas dirinya Nabi Isa dari orang-orang yang menyembahnya.

Al-An’am Ayat 1-110

1. Pentingnya tauhid dan beriman dengan hari kebangkitan

2. Hubungan antara awal surat Al-An’am dengan akhir surat Al-Maidah yaitu terkait akidah, maka harus mengesakan Allah Ta’ala dan tidak boleh menyekutukannya.

3. Ancaman Allah bagi orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Allah serta mendustakan agama yang haq ini.

4. Dialog nabi Ibrahim ‘alaihissalam dengan kaumnya dan poin pokok dialonya adalah tentang penetapan bahwa Allah Ta’ala benar-benar ada, dan matahari, bulan dan bintang merupakan tanda kekuasaan dan keberadaan Allah Ta’ala

5. Menguatkan dan meningkatkan keimanan di dalam hati dengan merenungkan ciptaan-ciptaan Allah Ta’ala.

Faidah Juz 7

1. Tidak perlu bertanya banyak hal terlebih akan hal-hal yang tidak dibutuhkan (tidak ada hajat padanya) karena itu hanya membuang waktu dan melelahkan diri sendiri,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu.” (QS. Al-Maidah: 101)

2. Sifat musuh Islam adalah, menolak kebenaran, menyerukan untuk jauh dari Islam, pada hakekatnya mereka menyesatkan diri sendiri dan orang lain. Allah Ta’ala berfirman,

وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ

“Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya.” (QS. Al-An’am: 26)

3. Diantara berkah paling agung bagi manusia adalah tauhid, kenyamanan hati dan keyakinan yang teguh kepada Allah.

فَأَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِٱلْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?” (QS. )

Referensi: Hidayat Al-Ajza’ karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 6

0

Pada juz 6 ini berisikan surat An-Nisa ayat 148-176 dan Al-Maidah ayat 1-81. Berikut ini kandungan pokok pembahasan yang ada di dalam juz 6.

An-Nisa ayat 148-176

1. Menceritakan tentang Ahli Kitab dan perkataan mereta terhadap nabi Musa ‘alaihissalam

2. Penjelasan tentang pandangan Ahli Kitab terhadap Maryam binti Imran dan Isa bin Maryam

3. Dalam juz ini memperingatkan kepada kita bahaya ghuluw (melebihi batas) dalam beribadah.

Al-Maidah ayat 1-81

1. Sebagian besar surat ini adalah ayat-ayat madaniyah yang terakhir turun.

2. Penjelasan tentang pentingnya pembuatan sebuah janji dan kewajiban untuk menunaikan janji yang telah dibuat

3. Penjelasan tentang beberapa macam makanan yang haram dalam syariat Islam

4. Berisikan ayat tentang wudhu sera tapa saja rukun dan wajib wudhu

5. Kewajiban untuk selalu berlaku adil bahkan terhadap musuh yang membenci kita, kita tetap harus berlaku adil

6. Kisah Nabi Musa memasuki tanah suci

7. Penjelasan akan bahayanya membunuh orang lain tanpa hak, dan itu adalah salah satu bentuk kerusakan terbesar di muka bumi

8. Cerita bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para Nabi serta larangan berhukum dengan selain hukum Allah

9. Bantahan terhadap syubhat orang-orang Nasrani terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam serla lapangnya ampunan Allah bagi siapa saja yang ingin bertaubat

Faidah Dari Juz 6

1. Mengingkari dan mengkhianati janji adalah penyebab hati menjadi keras

فَبِمَا نَقْضِهِم مِّيثَٰقَهُمْ لَعَنَّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَٰسِيَةً

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu” (QS. Al-Maidah: 13)

2. Bila kau dapati seseorang yang bermain-main dengan agama dan menjadikannya sebagai bahan cancan maka ketahuilah itu adalah tanda kurangnya akal mereka. Perhatikan firman Allah Ta’ala,

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ ٱتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ

“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.” (QS. Al-Maidah: 58)

3. Jangan berputus asa dari ampunan Allah, perhatian ayat berikt ini,

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى ٱللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah: 74)

Referensi: Hidayaat Al-Ajza’ karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 5

0

Pada juz 5 ini berisikan surat An-Nisa dari ayat 24 sampai ayat 157, berikut ini pokok-pokok isi kandungan dalam juz ini

An-Nisa Ayat 24-157

1. Menerangkan tentang hubungan keluarga terutama terkait interaksi suami istri serta bagamana cara menyelesaikan perselisihan yang terjadi.

2. Menerangkan 10 hak, yaitu hak Allah, orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga, sahabat, ibnu sabil, budak dst.

3. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar dan dibacakan An-Nisa ayat 41 beliau menangis. Mari baca dan renungkan sebab kenapa beliau menangis.

4. Penjelasan beberapa sikap dan sifat-sifat orang Yahudi berupa dusta, hasad, penghasut perampas hak orang lain dan semisalkan.

5. Allah Maha Adil memberikan karunia kepada laki-laki dan perempuan.

6. Perintah menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.

7. Perintah untuk mentaati Allah, Rasul dan ulil Amri.

8. Diantara sifat orang munafik adalah berhukum dengan selain syariat Allah

9. Nasehat kepada orang yang enggan mentadaburi Al-Quran

11. Bahaya membunuh seorang mukmin takpa hak, dan ancaman besar akan perbuatan tersebut.

12. Penjelasan tentang hukun shalat qashar Ketika safar.

13. Di seperempat akhir surat membahas tentang berbagai hukum keluarga, yaitu, nusyuz,beraku adil, perpisahan atau perceraian. Dan hakekatnya semua itu terikat dengan hubungan sang hamba kepada Allah.

14. Beberapa ayat mengulang tentang orang-orang munafik dan orang yang memusuhu Islam serta balasan yang akan mereka dapatkan di akherat.

Faidah dari Juz 5

1. Apabila dirimu melihat orang lain mendapatkan karunia dari Allah baik itu perkara dunia atau pun agamanya, maka jagalah hatimu agar tidak terjangkiti sifat hasad. Bahkan sebaiknya engkau berdoa sebagaimana yang Allah perintahkan,

وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ

“Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.” (QS. An-Nisa: 32)

2. Kebanyakan perbuatan orang-orang munafik adalah kerusakan baik dari sisi dunia atau sisi agama, namun dengan tipuan, mereka berkoar-koar seakan merekalah yang berada di garis depan dalam hal kebaikan dan islah

فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا

“Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna”. (QS. An-Nisa: 62)

3. Janganlah dirimu tertipu dan merasa aman dengan ilmu dan iman yang engkau miliki, sedangkan dirimu membaca firman Allah Ta’ala,

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوكَ

“Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu.” (QS. An-Nisa: 113)

Referensi: Hidayaat Al-Ajza’ karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

 

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 4

0

Juz 4 ini mencakup surat Ali Imran ayat 92-200 dan surat AN-Nisa 1-23, berikut ini  kandungan pokok pembahasan yang ada di dalam juz ini

Surat Ali Imran ayat 92-200

1. Isyarat dan kabar bahwa Islam adalah agama seluruh Nabi.

2. Cerita tentang dibangunnya ka’bah serta kewajiban berhaji bagi yang mampu.

3. Penjelasan dan peringatan akan pentingnya bersatu dan berpegang teguh dengan tali Allah serta menjauhi perpecahan.

4. Pencjelasan tentang keutaman umat ini dibandingkan umat-umat lainnya

5. Keutamaan iman dan amar ma’ruf nahi munkar.

6. Pandai-pandai dalam memilih teman, dan tentunya jadikan teman terbaik adalah seorang muslim bukan diluar Islam.

7. Kisah tentang perang Uhud yang amat penting bagi kita untuk mentadaburinya.

8. Disebutkan ciri dan sifat-sifat orang yang bertaqwa, yang berhak mendapatkan surga.

Surat An-Nisa 1-23

1. Surat An-Nisa berisikan banyak penjelasan akan hak-hak orang yang lemah dhu’afa’

2. Pembagian waris dengan ketentuan Allah Ta’ala agar tidak ada perpecahan keluarga disebabkan harta warisan.

3. Pemberian hak bagi Wanita dalam warisan

4. Penjelasan tentang Wanita-wanita yang haram dinikahi karena jalur nasab.

Faidah dari Juz 4

1. Bencengkrama dan dekat dengan Al-Quran adalah sebab diri mendapatkan keamanan dan selamat dari kesesatan.

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتُ ٱللَّهِ

“Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu” (QS. Ali Imran : 101)

2. Janganlah kau berprasangka bahwa orang-orang akan menerimamu sedangkan akhlakmu buruk, padahal telah dikatakan kepada manusia terbaik,

وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ

“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)

3. Ayat yang menentramkan hati bahwa kebaikan sedikitpun akan Allah lipat gandakan,

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa: 40)

Referensi: Hidayat Al-Ajza’ karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 3

0

Juz 3 ini mencakup Surat Al-Baqarah ayat 253-286 dan Surat Ali Imron ayat 1-91.

Berikut ini poin-poin pokok pembahasannya,

Surat Al-Baqarah ayat 253-286

1. Pada juz ini Allah Ta’ala menerangkan tentang kondisi para Rasul-Nya.

2. Menjelaskan tentang hari akhir dan juga menerangkan tentang ayat yang agung dalam Al-Quran yaitu ayat kursi.

3. Setelah itu Allah menceritakan tiga kisah yang penuh hikmah bagi para pembacanya, yang menegaskan Maha Kuasanya Allah serta peringatan tentang hari akhir.

4. Anjuran bersedekah serta adab terbaik dalam bersedekah.

5. Peringatan akan bahaya riba, serta hukun terkait hutang dalam syariat Islam.

Surat Ali Imron ayat 1-91

1. Penjelasan kepada orang Nasrani yang berkeyakinan bahwa Nabi Isa alaihissalam adalah Tuhan, padahal sebenarnya ia adalah Nabi. Bila Isa adalah Tuhan maka sebelum lahirnya Nabi Isa siapa yang mengatur seluruh alam?

2. Allah tidak hanya menurunkan Al Qur’an semata, sebelumnya telah diturunkan Taurat, Zabur dan Injil. Akan tetapi masih ada orang-orang yang tetap kekeh berpedoman dengan kitab-kitab terdahulu padahal sudah Allah turunkan Al Qur’an sebagai pengganti dari kitab-kitab sebelumnya. Sejatinya mereka adalah orang bodoh yang menyesatkan orang lain.

3. Kisah Maryam binti Imron, dimana salah satu hikmah dalam kisah tersebut adalah dampak keshalihan orang tua terhadap keshalihan anak keturunannya.

4. Penegasan bahwa Allah Maha Mengabulkan doa.

5. Penjelasan bahwa nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad semuanya berada di atas agama yang sama, agama yang dipegang pula oleh Nabi Ibrahim ‘salaihissalam yaitu agama Islam.

Faidah dari Juz 3

1. Jiwa yang sakit tidak dapat menambah dan menerima ilmu, bahkan ia akan menambah pada diri kedurhakaan, perselisihan dan perpecahan. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ

“Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka” (QS. Ali Imran : 19)

2. Tidak akan meraih derajat “al-abror” kecuali setelah melalui ujian, dan yang namanya ujian itu memiliki berbagai bentuk.

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran : 92)

Refersnsi: Hidayat Al-Ajza’ karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

donatur-tetap

Mutiara Faidah Juz 2

0

Juz 2 mencakup Surat Al-Baqarah Ayat 142-252, dan berikut ini kandungan pokok yang ada di dalam juz 2,

1. Kisah bagaimana orang Yahudi mengolok-olok kaum muslimin ketika pergantian kiblat dari menghadap Masjidil Aqsho menjadi menghadap Ka’bah.

2. Sikap kaum muslimin ketika kiblat diganti serta bantahan bagi orang yang menolak atau bahkan mengolok pergantian kiblat tersebut.

3. Penjelasan kemuliaan umat Islam dibandingkan umat-umat lainnya, serta umat Islam adalah umat “pertengahan”  nan adil.

4. Penjelasan bagaimana hakekat penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs.

5. Pentingnya membenahi hati, serta meluruskan hati untuk benar-benar beribadah kepada Allah, karena hal ini lebih penting dan utama dibandingkan dengan sebatas menghadapkan badan ke arah kiblat saat beribadah.

6. Penjelasan tentang hukum-hukum puasa, kewajiban berpuasa.

7. Pada juz inilah satu-satunya penjelasan puasa dalam Al-Quran, maka penting bagi setiap muslim untuk mentadaburinya.

8. Penjelasan hukum haji, dan beberapa amalan manasik haji.

9. Berbagai penjelasan terkait fiqih keluarga, meliputi: nikah, cerai dan persusuan. Serta bagaimana hal-hal tersebut memiliki porsi besar dalam ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

10. Penjelasan akan pentingnya ibadah shalat serta pengajaran ibadah ini kepada keluarga, karena baiknya shalat itu akan berdampak kepada keharmonisan rumah tangga, selain itu baiknya shalat sebuah keluarga akan memberikan dampak kebaikan dalam sebuah masyarakat pula.

11. Pertolongan/kemenangan atas musuh-musuh Allah tidak dibatasi jumlah (walaupun kaum muslimin sedikit dengan pertolongan Allah tetap bisa menang melawan musuh yang lebih banyak)

Faidah dari Juz 2

1. Al-Quran adalah rahmat paling agung yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia, dan ia diturunkan pada bulan Ramadhan. Allah Ta’ala berfirman,

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah : 185)

2. Allah itu sangat dekat dengan kita, Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat apa saja yang kita kerjakan, serta mengabulkan apa yang kita minta. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 186)

3. Janji Allah bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan balasan yang berlipatganda.

مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضۡعَافٗا كَثِيرَةٗۚ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik,maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” (QS. Al-Baqarah : 245)

Refersnsi: Hidayat Al-Ajza’ karya syaikh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

donatur-tetap