Home Artikel Alquran Menyelami Samudera Al Fatihah #1: Keutamaan Surat Al Fatihah

Menyelami Samudera Al Fatihah #1: Keutamaan Surat Al Fatihah

563
0

Bismillahirrohmanirrohiim.

Surat Al Fatihah adalah surat yang paling sering dibaca oleh kaum muslimin. Dari anak kecil hingga orang tua semua hafal surat ini. Surat yang wajib di baca dalam sholat lima waktu maupun sholat sunnah tambahan.

Dalam Surat Al Fatihah terdapat samudera ilmu yang begitu dalam yang selayaknya sebagai seorang muslim menyelaminya. Maka insyaallah dalam artikel kali ini kami paparkan beberapa dari kelebihan dan keutamaan surat Al Fatihah:

  1. Al Fatihah Surat yang Paling Agung

Surat Al Fatihah adalah surat yang paling agung di antara surat-surat yang ada dalam Al-Quran, sebagaimana dinyatakan dalam hadist Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau pernah mengajari sahabatnya yang bernama abu sa’id bin mu’alla rodhiyallahu ‘anhu:

لأعلمنك أعظم سورة في القرآن قبل أن تخرج من المسجد

“Aku akan mengajarimu surat yang paling agung dalam Al-Quran sebelum kamu keluar masjid”

maka tatkala beliau hendak keluar dari masjid sahabat tersebut mengingatkan Nabi “ya Rosulullah sesungguhnya engkau telah bilang kepadaku bahwa engkau akan mengajariku surat yang paling agung dalam Al-Quran”, maka beliau bersabda:

الذي أوتيته نعم, الحمد لله رب العلمين هي السبع المثاني و القرآن العظيم

“Iya, yaitu alhamdulillahi robbil ‘alamiin (Al Fatihah) dialah assab’ul matsani (tujuh yang terulang-ulang) dan Al-Quran yang agung yang diwahyukan kepadaku.” (HR. Bukhori)

  1. Surat Al Fatihah Tidak Ada yang Semisal Darinya

Surat Al Fatihah tidak pernah ada yang semisalnya baik di kitab-kitab terdahulu seperti taurot, injil dan zabur maupun dalam Al-Quran sendiri.

Rosulullah ‘alaihis sholatu was salam mengajari sahabat Ubay bin Ka’ab radhiaallau ‘anhu:

أَتُحِبُّ أَنْ أُعَلِّمَكَ سُورَةً لَمْ يَنْزِلْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا

“Maukah aku ajarkan kepadamu satu surat yang tidak diturunkan di Taurat, Injil dan Zabur, dan dalam al-Qur`an juga tidak ada yang sepertinya?”

Maka sahabat Ubay bin Ka’ab berkata: “Tentu ya Rosulallah”, kemudian Rosulallah mengajak Ubay bin Ka’ab bincang-bincang tatkala mendekati pintu masjid sahabat Ubay bin Ka’ab mengingatkan janji Rosulullah ‘alaihis sholatu was salam maka beliau bertanya:

كيف تقرأ في الصلاة ؟

“Apa yang kamu baca ketika sholat..?”

Kemudian sahabat Ubay bin Ka’ab menjawab: “Aku membaca padanya ummul kitab (Al Fatihah)”, dan beliau bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا وَإِنَّهَا سَبْعٌ مِنْ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُهُ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, tidaklah diturunkan di Taurat, Injil, Zabur dan dalam Al-Quran seperti itu, sesungguhnya ia adalah tujuh (ayat) yang diulang-ulang dan Al-Quran yang agung yang diberikan padaku.” (HR. Tirmidzi)

  1. Surat Al Fatihah Adalah Surat Terbaik

Surat Al Fatihah adalah surat terbaik yang ada dalam Al-Quran, sebagaimana Rosulullah ‘alaihis sholatu was salam mengajari kepada sahabat Abdullah bin Jabir:

ألا أخبرك يا عبد الله بن جابر بخير سورة في القرآن؟

“Maukah kamu aku ajari sebaik-baiknya surat dalah Al-Quran?”

Maka sahabat Abdullah bin Jabir menjawab: “tentu ya Rosulallah”, maka beliau bersabda:

الحمد لله رب العلمين

“Segala puji milik Allah Rob semesta alam (membaca Alfatihah) hingga selesai.” (HR Ahmad)

Dari hadits di atas sebagian ulama berpendapat bahwa di dalam Al Quran ada surat yang lebih unggul dari surat yang lain dan ada ayat yang lebih unggul dari ayat yang lain.

  1. Surat Al Fatihah Adalah Obat

Sebagaimana kisah dari sahabat Abu Sa’id Al khudriy radhiaallau ‘anhu bahwa kami sedang perjalanan maka kami istirahat di suatu tempat tiba-tiba datang kepada kami seorang perempuan meminta bantuan untuk mengobati kepala suku yang sedang sakit sedang para lelaki kaum itu sedang tidak ada.

Kemudian ada salah satu dari kami mengikuti perempuan tersebut dan kami tidak mengira bahwa dia bisa mengobatinya. Maka ia mengruqyah atau mengobati kepala suku tersebut dan sembuh.

Sebab hal tersebut kepala suku memberi kami 30 ekor kambing dan minum susu (sebagai hadiah).

Tatkala dia kembali ke kami, maka kami bertanya: “Apakah kamu bisa mengruqyah atau mengobati?” dia menjawab: “tidak, aku tidak mengruqyah kecuali dengan ummul kitab (Al fatihah)”

Kami berkata kepadanya: “Jangan ada yang mengada-ada sampai kita bertanya kepada Rosulullah ‘alahis sholatu was salam”.

Sesampainya kami di Madinah kami ceritakan kejadian yang menimpa kami kepada Rosulullah ‘alaihis sholatu was salam, maka beliau bersabda:

و ما كان يدري أنها رقية ؟ اقسموا و اضربوا لي بسهم

“Tidakkan diketahui bahwa dia (surat Al Fatihah) itu ruqyah dan obat? Bagilah (hadiah) dan beri aku jatah.” (HR. Bukhori, Muslim, Abu dawud)

Demikian semoga bermanfaat, wallahu ta’ala a’lam.


Referensi :

  • Kitab hadits dan terjemahanya (dengan isi hadits yang di ringkas).
  • Kitab Umdatut tafsir, ringkasan tafsir Ibnu Katsir.

Ditulis oleh: Muhammad Fathoni, Lc.
(Pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Yogyakarta)

Artikel: Hamalatulquran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here