Home Artikel Menguatkan Iman dengan Tadabbur Ayat-Ayat Kauniyyah

Menguatkan Iman dengan Tadabbur Ayat-Ayat Kauniyyah

4
0
campaign psb PPHQ 27-28

Alam semesta bukan sekadar pemandangan, tetapi ayat-ayat kauniyyah yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah. Langit, bumi, gunung, laut, hingga berbagai makhluk mengajak manusia untuk merenung, berpikir, dan mengambil pelajaran. Inilah yang disebut tadabbur alam.

Tadabbur secara kauniyah (alam/ciptaan Allah) maksudnya adalah kita mengambil faidah dari makhluk ciptaan Allah atau alam yang ada di sekitar kita, supaya kita semakin mengagungkan dan tunduk kepada Allah, sehingga kita diharapkan bisa semakin mendekatkan diri dan beriman kepada Allah ta`ala.

Allah Ta’ala berfirman

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (١٩٠) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١٩١)

 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.’” (QS Ali ‘Imran [3]: 190–191)

Syaikh As-Sa’di rahimahullah memaparkan, Allah Ta’ala memberitakan, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” Termasuk di dalamnya adalah anjuran pada hamba untuk memikirkan ciptaanNya, memperhatikan dengan seksama tanda-tandanya dan merenungkan proses penciptaannya. Allah menyebut secara umum FirmanNya, “Tanda-tanda”, dan tidak berfirman menurut kepentingan (sempit) bagi seseorang sebagai isyarat kepada banyaknya dan keumumannya. Yang demikian itu karena di dalamnya mengandung tanda-tanda yang menakjubkan yang membuat decak kagum orang-orang yang memandangnya dan memuaskan orang-orang yang memikirkannya, menarik hati orang-orang yang jujur, membangunkan akal yang jernih terhadap tuntutan-tuntutan ilahiyah.

donatur-tetap

Tidak mungkin manusia menghitung dan memahami seluruh keajaiban yang terdapat di alam semesta. Namun, secara umum, keagungan, keteraturan, dan keindahan ciptaan menunjukkan kebesaran Allah, luasnya kekuasaan-Nya, serta kesempurnaan ilmu dan hikmah-Nya.

Berbagai manfaat yang Allah letakkan dalam ciptaan-Nya juga menjadi bukti luasnya rahmat, karunia, dan kebaikan-Nya kepada makhluk. Semua itu semestinya mendorong hati untuk semakin bergantung kepada Allah, bersyukur atas nikmat-Nya, dan mengarahkan seluruh usaha untuk meraih keridaan-Nya serta tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.

Kemudian Allah Ta’ala mengkhususkan tanda-tanda itu kepada orang-orang yang berakal, karena mereka adalah orang-orang yang memiliki akal pikiran, dan merekalah orang-orang yang dapat mengambil manfaat darinya yang memperhatikan dengan akal pikiran mereka, dan bukan dengan (hanya) pandangan mereka saja.

Para ulama salaf, telah banyak berwasiat tentang keutamaan tafakkur, yaitu perenungan, termasuk tafakkur terhadap ciptaan Allah di alam semesta. Sebagaimana disebutkan oleh Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya ketika menjelaskan QS Ali ‘Imran ayat 190–191,

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah (tabi‘in) berkata

تَفَكُّرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةٍ

 “Tafakkur (merenung) sesaat lebih baik daripada shalat malam semalam suntuk.”

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullaah dalam kitab Miftah Dar As-Sa’adah berkata:

“Kalau anda memperhatikan apa yang Allah seru hamba-hamba-Nya dalam Kitab-Nya (Al-Qur’an) untuk memikirkannya; maka hal itu akan memberikanmu ilmu tentang Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, ke-esaan-Nya, sifat-sifat kesempurnaan-Nya, dan keagunganNya; berupa: umumnya kekuasaan-Nya, ilmu-Nya, kesempurnaan hikmah-Nya, rahmat (kasih sayang)- Nya, kedermawanan-Nya, kebaikan-Nya, kelembutanNya, keadilan-Nya, keridhaan-Nya, kemurkaan-Nya, balasan dan hukuman-Nya. Maka dengan inilah Allah memperkenalkan diriNya kepada hamba-hamba-Nya dan mendorong mereka untuk memikirkan ayat-ayat-Nya.”

Buah dan Hikmah Tadabbur Ayat Kauniyah (Alam)

Berdasarkan dalil-dalil dan atsar di atas, para ulama menyimpulkan bahwa tadabbur alam membuahkan sejumlah manfaat besar bagi seorang mukmin, di antaranya:

1. Menguatkan Tauhid dan Keimanan

Semakin seseorang merenungi keteraturan ciptaan Allah, semakin bertambah keyakinannya akan keesaan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya.

2. Menumbuhkan Rasa Syukur

Tadabbur menumbuhkan kesadaran akan betapa besar nikmat Allah yang terhampar di alam semesta, sehingga hati terdorong untuk bersyukur.

3. Melahirkan Sikap Tawadhu

Merenungi keagungan ciptaan Allah menumbuhkan kesadaran akan kelemahan dan kefanaan diri di hadapan-Nya.

4. Menjadi Wasilah Dzikir

Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali ‘Imran: 191, tafakkur terhadap ciptaan senantiasa beriringan dengan dzikir kepada Allah, sehingga akal dan hati bergerak bersama menuju ketaatan.

5. Mendekatkan Diri kepada Akhirat

Merenungkan bahwa alam semesta ini fana dan akan berakhir mengingatkan hati akan kekekalan negeri akhirat, sehingga mendorong persiapan untuknya.

Tadabbur alam bukanlah sekadar aktivitas biasa tanpa arah, melainkan ibadah hati yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan diwariskan oleh generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat, tabi‘in, dan ulama setelah mereka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa memandang alam semesta dengan mata hati yang hidup, sehingga setiap pandangan berbuah dzikir, dan setiap renungan berbuah ketakwaan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here