Nikmat terbesar yang Allah ﷻ karuniakan kepada seorang hamba bukanlah banyaknya harta, tingginya kedudukan, atau luasnya kenikmatan dunia. Namun, nikmat terbesar adalah ketika Allah memberikan kepadanya Al-Qur’an, Islam, iman, dan hidayah untuk mengenal serta beribadah kepada-Nya. Allah ﷻ berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)
Ayat ini mengajarkan bahwa kegembiraan seorang mukmin hendaknya tidak hanya tertuju kepada kenikmatan dunia, tetapi terlebih kepada nikmat agama dan hidayah.
Fadhlullah adalah Al-Qur’an, nikmat dan pemberian terbesar yang Allah ﷻ karuniakan kepada hamba-Nya. Sedangkan rahmat-Nya adalah agama Islam, keimanan, sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ, penghambaan diri kepada Allah, mengenal-Nya, dan mencintai-Nya.
Dikisahkan bahwa ketika datang upeti dari Irak kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, beliau keluar bersama budaknya untuk melihatnya. Setelah melihat jumlah unta yang ternyata lebih banyak dari perkiraannya, Umar mengucapkan, “Alhamdulillah.” Budaknya berkata, “Demi Allah, ini adalah fadhlullah dan rahmat-Nya.” Umar menjawab, “Engkau salah. Bukan ini yang dimaksud dalam firman Allah.
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
” Yang dimaksud adalah apa yang Allah datangkan untuk hambaNya berupa agama yang lurus, Rasul yang mulia, dan Al-Qur’an yang menjadi penjelas.
Maka, dengan dua perkara inilah kita hendaknya bergembira: dengan Al-Qur’an dan agama Islam.
Kegembiraan adalah rasa senang yang meluap dalam hati karena mendapatkan sesuatu yang dicintai. Namun, kegembiraan terbagi menjadi dua.
Pertama, kegembiraan yang tercela, yaitu kegembiraan yang didasari oleh dunia semata, seperti harta, tahta, jabatan, atau berbagai kenikmatan dunia. Kegembiraan semacam ini dapat menuntun seseorang kepada kesombongan dan keangkuhan.
Allah ﷻ berfirman tentang Qarun:
إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ
“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. (QS. Al-Qashash: 76)
Allah juga mencela orang-orang yang bergembira dengan amal mereka dan senang dipuji atas sesuatu yang tidak mereka kerjakan.
لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوا وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُم بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.” (QS. Ali ‘Imran: 188)
Kedua, kegembiraan yang terpuji, yaitu bergembira dengan nikmat agama yang Allah berikan. Nikmat Islam dan iman adalah nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada seorang hamba. Dengan iman dan Islam, Allah menurunkan rahmat-Nya dan menjadikannya sebab untuk masuk ke dalam surga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لا تدخلون الجنة حتى تؤمنوا
“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman.” (HR. Muslim)
Karena itu, marilah kita bergembira dengan Al-Qur’an dan agama Islam. Harta, jabatan, dan kenikmatan dunia akan berakhir, sedangkan iman dan Islam adalah bekal yang kita bawa menghadap Allah ﷻ.
Maka, kebahagiaan terbesar bukanlah ketika kita memiliki banyak dunia, tetapi ketika Allah memberikan kepada kita Al-Qur’an, Islam, dan iman. Itulah karunia dan rahmat Allah yang jauh lebih baik daripada seluruh apa yang kita kumpulkan dari duniawi.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mensyukuri nikmat Islam dan iman, mencintai Al-Qur’an, berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah ﷺ, dan bergembira dengan karunia serta rahmat-Nya.
Ditulis Oleh: Muhammad Fatoni, M.A







