Home Artikel Alquran Mengapa Penduduk Maghrib Memegang Teguh Riwayat Warsy Hingga Detik Ini?

Mengapa Penduduk Maghrib Memegang Teguh Riwayat Warsy Hingga Detik Ini?

2503
0
Mengapa Penduduk Magrib Memegang Teguh Riwayat Warsy Hingga Detik Ini?

Membaca Al-Quran merupakan sebuah amalan mulia yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala dan RasulNya shollallohu ‘alaihi wasallam. Allah ta’ala berfirman:

وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِیلًا

Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan). (Al Muzzammil 4)

Namun tahukah anda bahwa di zaman sekarang ini setidaknya terdapat 3 riwayat bacaan Al-Quran yg paling banyak digunakan. Menempati posisi pertama adalah Riwayat Hafs, kedua adalah Riwayat Warsy yang berhasil mengambil hati penduduk Maghrib (baca: Negara Maroko), kemudian ketiga adalah Riwayat Duri Abi ‘Amr.

Seputar sebab tersebarnya riwayat Hafs sudah pernah kami bahas pada link berikut ini : Mengapa Riwayat Hafs Tersebar ke Penjuru dunia

Dan kali ini penulis ingin mengajak pembaca untuk menelaah bersama beberapa sebab utama yg mendorong penduduk Maghrib memegang teguh Riwayat Warsy hingga saat ini.

Jika belum mengenal sosok Warsy, anda bisa terlebih dahulu membaca biografi lelaki bermata biru ini pada link berikut: Serial Ahli Qiroat #7: Warsy Lelaki Bermata Biru dan Bersuara Merdu

Sebab Tersebarnya Riwayat Warsy di Maghrib

Ada beberapa alasan utama yg dipaparkan oleh para ulama seputar hal ini, diantaranya ialah:

1. Madzhab Imam Malik.
Madzhab Imam Malik yg tersebar di Maghrib disebut sebagai faktor utama yg mendorong penduduk Maghrib untuk setia dengan Riwayat Warsy, mengapa demikian? Jawabannya ialah karena Imam Malik dan Warsy merupakan murid talaqqi Imam Nafi’ rohimahulloh, alias saudara seperguruan. Sehingga bisa kita katakan bahwa Imam Malik membaca Al-Quran menggunakan bacaan Imam Nafi’ dimana Riwayat Warsy merupakan bagian dari bacaan Imam Nafi’.

Oleh sebab itu, para penduduk Maghrib memiliki kecenderungan untuk mengambil madzhab Fiqh dari Imam Malik sekaligus mengambil bacaan Al-Quran beliau yg dipelajari dari Imam Nafi’, yang mana hal tersebut bisa didapat dengan mengambil bacaan Riwayat Warsy.

2. Kedudukan Imam Nafi’ di mata para ulama.
Imam Nafi’ rohimahulloh mendapatkan sederet pujian para ulama, diantaranya tentu adalah Imam Malik yg merupakan murid beliau langsung.
Beliau pernah menuturkan:

قِرَاءَةُ نَافِع سُنَّة

“Qiroat Imam Nafi’ adala sunnah”

Maksudnya ialah bacaan tersebut merupakan sebuah sunnah yg diajarkan turun temurun oleh penduduk Madinah.

Selain itu, Imam Syafii rohimahulloh yg merupakan murid Imam Malik dan sekaligus salah satu dari 4 Imam Madzhab pernah memuji Qiroat Nafi’:

ْمَنْ أَرَادَ السُّنَّةَ فَلْيَقْرَأْ لِنَافِع

“Barangsiapa yg menginginkan sebuah sunnah maka hendaknya ia membaca Al-Quran dengan Qiroat Nafi”

Pun demikian dengan Imam Ahmad rohimahulloh yang merupakan murid Imam Syafii dan juga salah satu Imam 4 madzhab. Pernah suatu ketika putra beliau yang bernama Abdulloh bertanya:
“Qiroat apa yg paling engkau sukai?”
“Qiroat Penduduk Madinah (qiroat Nafi’), jika tidak maka qiroat ‘Ashim”, jawab Imam Ahmad.

3. Peran Ulama Andalus
Para ahli Qiroat di Andalus dikenal memiliki andil besar dalam mengajarkan Riwayat Warsy kepada penduduk Maghrib baik secara talaqqi ataupun melalui karya tulis. Diantara mereka adalah Abu Musa Al Hawwari yg petama kali mengenalkan riwayat ini di Maghrib.

4. Jauhnya negri Maghrib dari Daulah Turki Utsmani
Sebagaimana pernah kami bahas dalam artikel berjudul “Mengapa Riwayat Hafs Tersebar ke penjuru Dunia?”, bahwasanya diantara faktor utama tersebarnya riwayat Hafs adalah pengiriman Da’i, Hakim hingga Imam Masjid dari Turki Utsmani ke penjuru negri muslim. Para utusan tersebut mengajarkan Al-Quran dengam riwayat Hafs serta madzhab Fiqh Abu Hanifah.

Namun negri Maghrib yg memang terletak cukup jauh dari pusat pemerintahan Turki Utsmani saat itu membuatnya tidak terjamah. Sehingga madzhab Imam Malik dan Riwayat Warsy tetap bertahan disana.

5. Perhatian para pemimpin Maghrib terhadap Riwayat Warsy hingga saat ini.

6. Peran berbagai percetakan mushaf dalam mencetak Al-Quran berdasarkan Riwayat Warsy.

Itulah sekelumit faktor yang melatarbelakangi bertahannya Riwayat Warsy di negri Maghrib. Dan keistimewaan tersebut tentunya merupakan sebuah karunia yg Allah ta’ala berikan kepada Imam Warsy.

Semoga Allah ta’ala menjadikan kita termasuk ahli Al-Quran. Amiin.

• Referensi:
1. Ahasinul Akhbar, Abdul Wahhab Al Mizzi Al Hanafi. 
2. At Tabshiroh, Makki bin Abi Tholib
Imam Warsy wa intisyaru riwayatihi fil maghrib, Faiz Al Ghozi. 

_____

Penulis: Afit Iqwanuddin, Amd., Lc. (Alumni PP. Hamalatul Quran dan Mahasiswa pascasarjana Ilmu Qiroat, fakultas Al Quran Universitas Islam Madinah)

artikel: hamalatulquran.com


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here