Islam adalah agama rahmat dan kasih sayan gyang menuntun umatnya untuk senantiasa peduli terhadap sesama. Ibadah dalam Islam tidak hanya terbatas pada ritual yang bersifat individual seperti salat, puasa, dan zakat, tetapi juga mencakup amal sosial yang mempererat persaudaraan dan menumbuhkan empati di tengah masyarakat.
Rasulullah shalallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan banyak tuntunan yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, diantaranya perintah untuk menjenguk orang sakit, memberi makan orang yang kelaparan, dan membebaskan tawanan. Semua ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah hablun minallah dan hubungan manusia dengan sesamanya hablun minannas.
Menebar Kepedulian
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
أَطْعِمُوا الْجَائِعَ، وَعُودُوا الْمَرِيضَ، وَفُكُّوا الْعَانِيَ
“Berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang sakit dan bebaskanlah tawanan.” (HR. Bukhori, no. 5373)
Hadis ini mengandung tiga bentuk amal sosial yang utama:
- Memberi makan orang yang kelaparan – baik muslim maupun non-muslim merupakan bentuk akhlak yang mulia. Allah ta’ala berfirman
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّه مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا
“Dan mereka memberikan makanan yang mereka cintai kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.” (QS. Al-Insan [76]:8)
Ayat ini menegaskan bahwa memberi makan bahkan kepada tawanan – yang pada masa nabi sering kali non-muslim – merupakan amal yang dicintai Allah.
- Menjenguk orang sakit merupakan ibadah yang disyariatkan, meskipun terhadap orang yang tidak dikenal. Tindakan ini menumbuhkan rasa empati dan memperkuat ukhwah Islamiyah.
- Membebaskan tawanan termasuk dalam amal saleh yang besa. Allah menjadikannya salah satu kategori penerima zakat dalam Qs. At-Taubah [9]:60 dengan istilah ar-Raqib (budah atau tawanan muslim). Ini menunjukkan perhatian Islam terhadap nilai kemanusiaan dan kebebasan
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Terkhusus untuk menjenguk orang sakit, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan dalam sabdanya,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ
“Tidak ada seorang muslim yang menjenguk muslim yang lain pada waktu pagi, melainkan tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga waktu sore. Jika ia menjenguk di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga pagi, dan baginya kebun di surga.” (HR. at-Tirmidzi, no. 969)
Hadis ini menggambarkan betapa besar pahala menjenguk orang sakit. Bukan hanya menunjukkan kasih sayang dan solidaritas, tetapi juga menjadi sebab turunnya rahmat Allah ta’ala.
Disebutkan bahwa tujuh puluh ribu (70.000) malaikat akan mendoakan orang yang menjenguk saudaranya yang sakit. Dalam redaksi hadis, lafadz sholla ‘alaihi berarti mendoakan kebaikan, menunjukkan kedekatan amal ini dengan doa malaikat dan keberkahan dari Allah
Faedah Praktis
- Menjenguk orang sakit adalah amalan yang sangat dianjurkan dan mendatangkan pahala besar
- Islam memerintahakan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang sosial atau agama
- Memebri makan kepada yang lapar dan menolong yang tertindas adalah bentuk nyata dari akhlak Islam
- Orang yang menjenguk orang sakit mendapatkan doa dari 70.000 malaikat dan balasan berupa kebun di surga
- Membebaskan tawanan dan menolong yang terzalimi mennjukkan komitmen Islam terhadap keadilan dan kemanusiaan
- Waktu pagi dan sore merupakan waktu mustajab untuk amal kebaikan dan doa
Kesimpulan
Dua hadis di atas menegaskan bahwa Islam adalah agama kasih sayang dan kepedulian. Menjenguk orang sakit, memberi makan orang lapar, dan membebaskan tawanan adalah bagian dari implementasi keimanan yang sejati. Amal-amal sosial ini tidak hanya memperkuat solidaritas antar manusia, tetapi juga mendatangkan doa malaikan dan ganjaran surga dari Allah ta’ala.
Dalam konteks kehidupan modern, semangat hadis ini dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kepedulian: mengunjungi orang sakit di rumah sakit, berbagi makanan kepada yang membutuhkan, membantu korban bencana, dan memperjuangkan hak-hak kemanusiaan. Dengan demikian, nilai-nilai luhur Islam akan senantiasa hidup dan terasa manfaatnya bagi seluruh umat manusia.
Wallahu a’lam
Ditulis Oleh: Fahmi Izuddin, S.Ag
Artikel: HamalatulQuran.Com





