Home Artikel Kehidupan Ini Adalah Pemberian

Kehidupan Ini Adalah Pemberian

448
0
campaign psb PPHQ 26-27

Sebuah pemberian akan menjadi Istimewa sesuai dengan kemulyaan sang pemberi, berbeda antara pemberian seseorang petani, dengn pemberian seorang presiden, lalu bagaimana jika yang memberikan adalah sang pencipta alam semesta, sang pengatur alam semesta, sang penguasa alam semesta, tentu pemberiannya sangat berharga.

lalu apa yang Allah ta’aala berikan kepada kita?

Semua yang kita miliki adalah pemberian Allah, dan terkhusus kehidupan yang kita miliki merupakan pemberin Allah ta’aala , bukan kemampuan kita untuk bisa hidup lagi dihari ini, bukan juga Kesehatan kita, akan tetapi bangunnya kita di hari ini merupkan ketetapan Allah,  Allah subhanahu wata’aala berfirman,

الذي خلق الموت و الحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا وهو العزيز الغفور

“Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah diantara kalian yang terbaik amalannya, dan Dia Allah Maha Pekasa lagi Maha Pengampun” {QS. Al-mulk : 2}

وما كان لنفس أن تموت إلا بإذن الله كتابا مؤجلا

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya” {QS. Ali ‘Imran : 145}

donatur-tetap

و لكل أمة أجل فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة و لا يستقدمون

“Dan setiap umat memiliki ajal (batas waktu) maka jika telah datang ajal mereka tidak akan mampu menundanya sesaat-pun, dan tidak dapat (pula) memajukannya. {QS.Al-A’raf : 34}

Ayat-ayat di atas mengajarkan kepada kita bahwa Allah lah penentu kehidupan kita, sampai kapan kita hidup, dan kapan kita mati, yang menunjukan bahwa kehidupan yang kita Jalani pada hari-hari ini merupakan anugrah pemberian dari Allah subhnahu wata’aala.

Bahkan dalam hadits yang sering kita baca pada saat kita bangun tidur, sangat jelas menunjukan bahwa kehidupan kita adalah pemberian bukan kemampuan kita sendiri.

Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita dalam hdits yang dibawakan oleh sahabat Hudzifah dan Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhumaa berkata :

“كان رسول الله صلي الله عليه و سلم إذا أوى إلى فراشه , قال ((بسمك اللهم أحيا و أموت)) و إذا استيقظ قال ((الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا و إليه النشور)) رواه البخاري

“ Apabila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallama Ketika hendak tidur, beliau mengucapkan, ‘BISMIKA ALLOOHUMMA AHYAA WA AMUUT’ (dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku hidup dan mati) dan apabila beliau bangun beliau mengucapkan, ‘ALHAMDU LILLAHILLADZI AHYAANAA BA’DA MAA AMATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR’ (segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kematian kami dan hanya kepada-Nya kami Kembali).” [HR. Bukhari, no. 6314 dan Muslim, no. 2711]

Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk mengucapkan Syukur alhamdulillah Ketika pertamakali kita sadar setelah bangun tidur, baik dalam keadan sehat maupun sakit, siang maupun malam bersyukurlah karena Allah masih memberikan kepada kita kehidupan.

Faidah dari merenungkan pemberian kehidupan ini, akan menjadikan kita lebih menghargai waktu yang tersisa dalam hidup kita, sehingga kita lebih semangat dalam menjalani hari-hari yang ada dihadapan kita, untuk memperbaiki catatan amal kita, untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’aala.

Seseorang tidak akan menyia-nyiakan waktunya, selama dia menghargai dan berterima kasih terhadap pemberian yang istimewa  yaitu pemberian kehidupan dari sang-pencipta kematian dan kehidupan.

Semoga dalam coretan ini Allah berikan keberkahan bagi penulis maupun pembaca, sehingga mampu untuk mensyukuri nikamt kehidupan, wallahu ta’aala a’lam.

Ditulis Oleh: Badruzzaman, Lc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here