Home Artikel Jika Tidak Puasa 9 Muharom (Tasu’a), Apakah Dianjurkan Puasa 11 Muharom?

Jika Tidak Puasa 9 Muharom (Tasu’a), Apakah Dianjurkan Puasa 11 Muharom?

1287
0

Bismillah…

Barangkali ada yang berhalangan puasa Tasu’a, sehingga dia hanya Asyuro saja. Padahal dia memiliki semangat menyelisihi tradisi orang-orang Yahudi, yang mana mereka secara khusus mengagungkan 10 Muharam. Lantas apakah dianjurkan untuk puasa 11 Muharom dengan alasan menyelisihi orang-orang Yahudi?

Mari kita simak jawaban Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman berikut :

الجواب : لا
العبادة المحصورة بين حدين، ولها وقت في الأول والآخر، إذا فاتت فقضاؤها يحتاج إلى أمر جديد.

والتاسع إذا فات لا يوجد عندنا فيه أمر جديد.

“Jika tidak puasa Tasu’a, tidak dianjurkan puasa 11 Muharom. Ibadah puasa Muharom terbatas hanya pada dua hari ini saja (9 dan 10 Muharam). Ibadah puasa Muharom ada waktu awal (9 Muharom) dan waktu akhir (10 Muharam). Jika seorang terlewatkan melakukan puasa ini, kemudian ia ingin meqodo’nya, maka cara seperti ini butuh pada perintah baru (dari syariat).

Sementara puasa Tasu’a, jika terluput, tak ada perintah baru, dari syari’at untuk mengqodo’nya.

Baca juga : Puasa Asyura, Menghapus Dosa Setahun Sebelumnya

والأحاديث الواردة في صيام يوم بعده لم تثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم.

Adapun hadis-hadis yang menerangkan perintah puasa di hari setelahnya (11 Muharom), tidak terverifikasi sampai ke Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Wallahu ta’ala a’lam.

____

Sekian fatwa beliau. Beliau sampaikan di Majlis Fatawa Al-jum’ah, 13 Muharom 1438 H.

Sumber fatwa :
http://meshhoor.com/fatwa/2349/

Baca juga : Tela’ah Kritis Hadis Puasa di Hari ke-11 Muharram

****

Diterjemahkan oleh : Ahmad Anshori Lc

Hamalatulquran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here