Alhamdulillah pada artikel kali ini kita akan membahas terkait nama Allah Al-Fattah, dari sisi makna, kandungan praktek penggunaan dan seterusnya.
Makna bahasa Al-Fattāḥ kata الفتح (al-fatḥ) dalam bahasa Arab berarti:
- membuka
- memberi jalan keluar
- memberikan kemenangan
- memutuskan perkara
- menyingkap sesuatu yang tertutup
Karena itu Allah disebut Al-Fattāḥ, yaitu Dzat yang: Membuka seluruh pintu kebaikan. Membuka hati manusia menuju hidayah. Membuka pintu rezeki. Membuka pintu rahmat. Membuka kesulitan.Memberikan keputusan yang adil di antara para hamba.
Dalil Al-Qur’an surat Saba’ ayat 26
قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ
“Katakanlah: Rabb kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan di antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Al-Fattāḥ lagi Maha Mengetahui.” (QS. Saba’: 26)
Ini adalah satu-satunya ayat yang secara langsung menyebut nama Allah Al-Fattāḥ.
Ibnu Katsir رحمه الله berkata:
أي الحاكم العادل بين خلقه
“Yaitu Hakim yang memutuskan perkara di antara makhluk-Nya dengan penuh keadilan.”
Jadi salah satu makna Al-Fattāḥ adalah Hakim Yang Maha Memutuskan.
Dalil lain tentang makna Al-Fattāḥ
Walaupun nama Al-Fattāḥ hanya disebut sekali, kata fatḥ banyak disebut dalam Al-Qur’an.
Allah membuka rahmat
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا
“Apa saja rahmat yang Allah bukakan kepada manusia, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya.”(QS. Fathir: 2)
Ini menunjukkan:
Allah membuka:
Rahmat ilmu rezeki hidayah Kesehatan & keberkahan
Tidak ada makhluk yang mampu menutupnya.
Allah memberi kemenangan
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”(QS. Al-Fath: 1)
Kemenangan kaum muslimin juga merupakan “fatḥ” dari Allah.
Hadits yang berkaitan
Tidak ada hadits shahih yang secara khusus menyebut nama Allah Al-Fattāḥ dalam doa Nabi ﷺ dengan lafaz “Yā Fattāḥ”. Namun banyak hadits shahih menjelaskan bahwa seluruh pembukaan kebaikan berasal dari Allah.
Di antaranya doa Nabi ﷺ:
اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ
“Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tahan.”(HR. Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 593)
Maknanya sesuai dengan sifat Al-Fattāḥ.
Imam As-Sa’di رحمه الله beliau berkata:
الفتاح هو الذي يفتح لعباده أبواب الرحمة والرزق، ويفتح عليهم أبواب العلم، ويفتح قلوبهم للإيمان والمعرفة.
“Al-Fattāḥ adalah Dzat yang membukakan bagi hamba-hamba-Nya pintu rahmat, rezeki, ilmu, serta membuka hati mereka untuk iman dan ma’rifat(mengenal) kepada-Nya.” (Taisir al-Karim ar-Rahman dan Taisir al-Karim fi Tafsir Asma’illah al-Husna)
Ibnul Qayyim رحمه الله beliau menjelaskan bahwa pembukaan Allah ada dua macam.
Pertama
فتح كوني
Pembukaan yang bersifat kauni.
Misalnya: rezeki hujan kesehatan kemenangan keturunan & keamanan.
Kedua
فتح ديني
Pembukaan agama, yaitu Allah membuka: hati menerima Islam, memahami Al-Qur’an, mencintai shalat, semangat menuntut ilmu & istiqamah. Inilah pembukaan yang paling agung (Madarij as-Salikin)
Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr حفظه الله Beliau berkata: “Pembukaan terbesar dari Allah adalah dibukanya hati seorang hamba untuk mengenal Allah, mencintai-Nya, beribadah kepada-Nya, serta istiqamah di atas agama.”
Bentuk-bentuk “fatḥ” Allah
Allah membuka:
- Hidayah
Tidak semua orang diberi hati yang menerima kebenaran, Allah berfirman:
فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ
“Barang siapa yang Allah kehendaki mendapat petunjuk, Dia lapangkan dadanya untuk Islam.” (QS. Al-An’am: 125)
- Ilmu
Banyak orang membaca kitab yang sama. Namun hanya sebagian yang Allah bukakan pemahamannya. Karena ilmu adalah fatḥ dari Allah.
- Rezeki
Allah berfirman:
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا
“Apa saja rahmat yang Allah bukakan…” (QS. Fathir: 2)
Rezeki bukan hanya uang, tetapi juga: keluarga saleh, Kesehatan, waktu, ilmu, sahabat baik & keberkahan.
- Kemenangan
Kemenangan Nabi ﷺ di Badar, Fathu Makkah, dan kemenangan kaum muslimin merupakan bukti bahwa Allah adalah Al-Fattāḥ.
- Jalan keluar
Allah membuka jalan ketika semua pintu manusia tertutup. Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq: 2)
Buah mengimani Al-Fattāḥ
- Seorang mukmin akan:
- Selalu meminta pertolongan hanya kepada Allah.
- Tidak berputus asa ketika semua pintu tertutup.
- Meyakini bahwa hidayah hanya di tangan Allah.
- Bersyukur ketika memperoleh ilmu dan taufik.
- Tidak sombong ketika sukses, karena semua itu adalah “fatḥ” dari Allah.
- Bersabar ketika belum dibukakan suatu urusan, karena Allah membuka segala sesuatu pada waktu yang paling tepat menurut hikmah-Nya.
Berdoa dengan nama Al-Fattāḥ
Allah berfirman:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا
“Milik Allah nama-nama yang paling indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu.” (QS. Al-A’raf: 180)
Di antara doa yang baik berdasarkan makna nama ini adalah:
اللهم يا فتاح افتح لي أبواب رحمتك، وافتح لي أبواب رزقك، وافتح عليَّ بالعلم النافع، واهد قلبي إلى الحق.
“Ya Allah, wahai Al-Fattāḥ, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu, bukakanlah pintu-pintu rezeki-Mu, bukakanlah bagiku ilmu yang bermanfaat, dan tunjukilah hatiku kepada kebenaran.”
Doa ini mengandung makna yang benar dan sesuai dengan perintah untuk berdoa menggunakan nama-nama Allah yang indah, meskipun lafaz tersebut bukan doa khusus yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ.
Nama Allah Al-Fattāḥ mengandung makna yang sangat luas. Allah adalah Dzat yang Maha Membuka dan Maha Memutuskan dengan adil. Dia membuka hati dengan hidayah, membuka akal dengan ilmu, membuka kehidupan dengan rezeki, membuka kesulitan dengan jalan keluar, membuka negeri dengan kemenangan, dan membuka perkara dengan keputusan yang benar. Tidak ada seorang pun yang mampu membuka apa yang Allah tutup, dan tidak ada yang mampu menutup apa yang Allah buka.
Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya senantiasa bergantung kepada Allah, memperbanyak doa, bertakwa, dan bersabar. Ketika pintu-pintu dunia tampak tertutup, ia yakin bahwa Al-Fattāḥ mampu membuka pintu yang tidak pernah ia sangka, pada waktu yang paling sesuai dengan ilmu, hikmah, dan rahmat-Nya. Semoga Allah ﷻ membukakan bagi kita pintu hidayah, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal lagi berkah, serta husnul khatimah. Aamiin.
Semoga Allah memberikan manfaat dan keberkahan dalam coretan ini kepada penulis dan pembaca, insyaaAllah kami akan membahas nama Allah As-Samii’ di artikel yang akan datang, wallahu a’lam bisshawaab
Referensi : Fiqih Al Asmaa Al Husnaa yang di karang oleh syeikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafidzahullahu ta’aala.
Ditulis Oleh: Badruzzaman, Lc








