Home Artikel Apakah Kebiasaan Tidur Pagi Berbahaya?

Apakah Kebiasaan Tidur Pagi Berbahaya?

270
0

Pembaca yang dirahmati Allah, istirahat merupakan kebutuhan bagi setiap orang, namun bagaimanakah hukum tidur di pagi hari dan apakah kebiasaan tidur pagi itu berbahaya?

Tidur merupakan nikmat dan salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمِنْ ءَايَاتِهِ مَنَامُكُم بِالَّليْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (QS. Ar-Rum: 23)
Namun ternyata ada waktu tidur yang tidak baik, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi.

Bahaya Tidur Pagi iantaranya :

Kehilangan barakah pagi hari

Tidur di pagi hari ternyata menyebabkan hilangnya keberkahan waktu pagi kita. Hal ini sebagaimana terdapat dalam Sunan Tirmidzi dan Sunan Abu Daud dan lainnya dari hadis Sakhr bin Wada’ah al Ghamidi radliyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”.

Ini adalah doa yang agung yang  Rasulullah panjatkan agar umatnya memberi perhatian yang besar kepada waktu pagi.

Bisa ketinggalan shalat subuh

Yang paling berbahanya juga adalah dampak dari tidur pagi yang dilakukan sebelum waktu subuh adalah bisa ketinggalan waktu subuh. Tidak sedikit dari kita tidur setelah sahur sehingga hal ini bisa menyebabkan ketinggalan jamaah shalat subuh (bagi laki-laki) atau bahkan kehilangan waktu shalat subuh.

Bukan kebiasaan para salaf

Parapendahulu, orang-orang solih, Sebagian ulama salaf membenci tidur setelah shalat subuh.

Dari ‘Urwahin bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi

Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa  seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih)

Lantas apa yang dilakukan setelah shalat subuh?

Dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah setelah mereka melaksanakan shalat subuh  mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.

Dari Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering menemani duduk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”.

Jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan shalat shubuh hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang masa jahiliah yang telah mereka lalui kemudian mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut.” (HR Muslim).

Menghambat datangnya rizki.

Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki:

  1. tidur di waktu pagi,
  2. sedikit sholat,
  3. malas-malasan dan
  4. berkhianat.”

(Zaadul Ma’ad, 4/378)

Kapan Waktu Tidur yang Bermanfaat

“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.

Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :

  1. tidur ketika sangat butuh,
  2. tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
  3. tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-.

Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

***
Disarikan oleh: Dhesy Anang Kurnia, S.Pd dari artikel di web rumaysho.com dan muslimah.or.id

(Penulis adalah kepala sekolah Madrasah Aliyah Hamalatul Quran Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here