Home Artikel Shalatlah Sebelum Dirimu Dishalati: 10 Keutamaan Shalat

Shalatlah Sebelum Dirimu Dishalati: 10 Keutamaan Shalat

320
0
campaign psb PPHQ 26-27

Allah Ta`ala menjadikan shalat sebagai ibadah yang agung, memiliki kedudukan yang tinggi. Shalat adalah rukun kedua dalam Islam serta ia adalah tiang agama, ia adalah batas pemisah antara keislaman dengan kekufuran dan kemunafikan. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan perhatian yang mendalam terhadap masalah shalat. Beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memberikan contoh pelaksanaannya dari takbir sampai salam, sangking pentingnya hingga sedemikian detail.

Tentu ini semua menunjukkan pentingnya shalat dalam Islam. Mestinya  ini sudah cukup sebagai motivasi bagi kita, bagi kaum Muslimin, untuk selalu bersemangat dalam melaksanakan ibadah shalat. Terlebih jika kita memperhatikan berbagai keitimewaan shalat, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk bermalas-malasan dalam melaksanakannya.

DI ANTARA KEUTAMAAN SHALAT ADALAH:

1. Shalat merupakan amalan terbaik setelah dua kalimat syahadat

Ini berdasarkan hadits dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu yang mengatakan:

donatur-tetap

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ : الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا. قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ : الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ.

“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: Apakah amalan yang paling afdhal (terbaik)?, Beliau shallallahu `alaihi wa sallam menjawab: Shalat pada waktunya. Ibnu Mas’ud radhiyallahu `anhu mengatakan: Lalu aku bertanya lagi: Lalu apa?, Beliau -shallallahu `alaihi wa sallam- menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua. Ibnu Mas’ud radhiyallahu `anhu mengatakan lagi: Lalu aku bertanya lagi: Lalu apa?, Beliau -shallallahu `alaihi wa sallam- menjawab: Jihad di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85).

2. Shalat bisa menghapuskan dosa yang telah lalu

Dari ‘Utsman, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاَةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلاَّ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

“Tidaklah seorang Muslim yang ketika memasuki waktu shalat wajib lalu ia memperbagus wudhu’ untuk shalat tersebut, juga memperbagus kekhusyu’annya dan ruku’nya melainkan itu sebagai penghapus dosa sebelumnya selama seseorang itu tidak melakukan dosa besar dan ini berlaku sepanjang waktu”. (HR. Muslim no. 228).

3. Shalat itu bisa mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.

Allah Ta`ala berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Quran) dan dirikanlah shalat! Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allâh (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadath-ibadah yang lain). dan Allâh mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Ankabut: 45).

4. Shalat membersihkan dosa-dosa

Dari Jabir radhiyallahu `anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ

“Shalat (fardhu) yang lima waktu itu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir melimpah di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali”. (HR. Muslim no. 668).

5. Allah mengangkat derajat dan menghapuskan dosa (kesalahan) dengan sebab shalat.

Beliau shallallahu `alaihi wa sallam bersabda kepada Tsauban radhiyallahu `anhu:

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud! Karena engkau tidaklah sujud kepada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan akan menghapuskan satu kesalahan dengan sebab sujud itu”. (HR. Muslim no. 488).

6. Shalat bisa menggugurkan dosa

Disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Shalat yang lima waktu, Jum`at yang satu ke Jumat lainnya, Ramadhan yang satu ke Ramadhan lainnya, itu bisa menjadi penghapus dosa di antara keduanya selama pelakunya menjauhi dosa-dosa besar”. (HR. Muslim no. 233).

7.  Dengan Shalat, Allah Azza wa Jalla menghapuskan dosa diantara shalat yang satu ke shalat berikutnya.

Dijelaskan dalam sebuah hadits dari  ‘Utsman radhiyallahu `anhu , dia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَتَوَضَّأُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ فَيُصَلِّى صَلاَةً إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلاَةِ الَّتِى تَلِيهَا

“Tidaklah seorang Muslim berwudhu’, dia memperbagus wudhu’nya, lalu ia mengerjakan shalat melainkan Allah mengampuni baginya dosa di antara shalat tersebut dan shalat berikutnya”. (HR. Al-Bukhari no. 160 dan Muslim no. 227).

8. Shalat adalah cahaya di dunia dan akhirat bagi orang yang melakukannya

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma, diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam membicarakan tentang shalat lalu Beliau bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

“Barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu, maka shalat itu akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Dan pada hari kiamat, orang yang tidak menjaga shalatnya itu akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf. (HR. Ahmad dalam kitab al-Musnad 2/169 dan ad-Darimi 2/301)

Disebutkan dalam hadits Abu Malik Al-Asy’ari -radhiyallahu `anhu-:

وَالصَّلاَةُ نُورٌ

“Shalat itu adalah cahaya”. (Muslim no. 223).

Juga dalam hadits Burairah radhiyallahu `anhu dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam , Beliau -shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِى الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap, bahwa ia akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (HR. Abu Daud no. 561 dan At-Tirmidzi no. 223)

Maksudnya adalah cahaya pada wajah.

9. Shalat termasuk faktor terbesar yang menyebabkan seseorang masuk surga menemani Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam-

Dari Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami radhiyallahu `anhu, ia berkata:

فأتَيْتُهُ بوَضُوئِهِ وحَاجَتِهِ فَقالَ لِي: سَلْ فَقُلتُ: أسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ في الجَنَّةِ. قالَ: أوْ غيرَ ذلكَ قُلتُ: هو ذَاكَ. قالَ: فأعِنِّي علَى نَفْسِكَ بكَثْرَةِ السُّجُودِ.

“Aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Aku mendatangi Beliau shallallahu `alaihi wa sallam dengan membawakan air wudhu dan keperluan Beliau shallallahu `alaihi wa sallam, lalu Beliau -shallallahu `alaihi wa sallam-bersabda: Mintalah!. Aku berkata: Aku meminta kepadamu supaya dapat bersamamu di surga.  Beliau shallallahu `alaihi wa sallam berkata: Mungkin ada permintaan selain itu? Aku menjawab: Itu saja yang aku minta. Beliau shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: Tolonglah aku untuk mewujudkan keinginanmu itu dengan engkau memperbanyak sujud.” (HR. Muslim no. 489)

Memperbanyak sujud di sini maksudnya memperbanyak sujud dalam shalat.

10. Berjalan menuju shalat akan dicatat sebagai kebaikan, bisa meninggikan derajat dan menghapuskan dosa.

Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu`anhu , dia mengatakan: Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu ia berjalan menuju salah satu rumah Allâh untuk menunaikan salah satu shalat fardhu yang yang Allâh wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan kesalahan dan langkah kaki yang lainnya meninggikan derajat. (HR. Muslim no. 666)

Dalam hadis lain, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَمْ يَرْفَعْ قَدَمَهُ الْيُمْنَى إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ حَسَنَةً وَلَمْ يَضَعْ قَدَمَهُ الْيُسْرَى إِلَّا حَطَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ سَيِّئَةً

“Jika salah seorang diantara kalian berwudhu’, dia berwudhu dengan baik dan benar, kemudian dia keluar menuju ke masjid, maka dia tidak mengangkat kaki kanannya (untuk melangkah) kecuali Allah k menuliskan satu kebaikan untuknya dan dia tidak menurunkan kaki kirinya kecuali Allah menghapus satu dosa darinya”. (HR. Abu Daud no. 563).

Semoga bermanfaat. Segala puji untuk Allah yang dengan nikmat-Nya terselesaikan amal-amal shalih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here