Home Akidah Serial Akidah Islam #3: Kekhususan Akidah Islamiyah

Serial Akidah Islam #3: Kekhususan Akidah Islamiyah

208
0

Akidah Islamiyah adalah akidah yang benar dan lurus seperti yang di bawa oleh baginda Rosulullah –‘alaihissholatu was salam– dan para sahabarnya dan di teruskan oleh tabiin hingga sampailah ke kita zaman ini. Aqidah yang di bawa oleh salafus sholih ini tidak akan ada yang bisa merubahnya, barangsiapa yang menyimpang darinya maka dia telah tergelincir ke dalam kesesatan yang nyata.

Pembaca yang kami muliakan, dalam kesempatan kali ini kami akan berbagi bagaimana kekhususan Akidah Islamiyah ini yang wajib kaum muslimin berpegang dengannya:

1. Selamatnya sumber pengambilan, karena Akidah Islamiyah bersandar kepada Al-Qur’an dan As Sunnah juga ijma’/kesepakatan para salafus sholih, jauh dari keburukan hawa nafsu dan syubhat. Maka kekhususan ini tidak akan dijumpai di semua madzhab, sekte, dan agama. Mengapa? karena Akidah Islamiyah adalah akidahnya ahlus sunnah wal jama’ah.

2. Akidah Islamiyah berdiri di atas kepasrahan yang penuh kepada Allah dan RosulNya, karena akidah itu tertumpu pada perkara ghoib,

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ (البقرة: 2-3)

“Kitab –Al Quran- ini tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang bertaqwa. Yaitu mereka beriman kepada yang ghoib..” (QS. Al Baqarah: 2-3)

Keimanan kepada yang ghoib bisa terwujud apabila di dasari dengan kepasrahan diri. Sebab akal manusia tidak akan bisa mencapai yang ghoib sebagaimana pendengaran manusia, penglihatannya, dan kekuatannya terbatas begitu juga akalnya.

Maka menjadi suatu keharusan bahwa iman kepada yang ghoib itu harus dengan pasrah kepada Allah ta’ala.

Pekerjaan akal hanya sebatas untuk mentadabburi ayat-ayat Allah dan mengetahui kebaikan-kebaikan Akidah Islamiyah, dan syariatnya yang dengannya datang agama islam ini.

3. Kesesuaian antara Akidah Islamiyah dengan fitroh yang lurus dan akal yang jernih, dan terbebas dari syahawat dan syubhat.

4. Sanad yang tetap terhubung hingga Rosulullah –‘alaihis sholatu was salam- dan para salafus sholih baik segi ucapan, amalan, maupun akidah. Kekhususan ini telah diakui oleh banyak musuh-musuhnya, maka tidak di temukan satu pokok dari pokok-pokok akidah ahlus sunnah wal jamaa’ah yang tidak bersumber dari Al-Quran atau As Sunnah atau dari salafus sholih, berbeda dengan akidahnya ahlul bid’ah.

5. Meninggalkan kebid’ahan, karena Akidah Islamiyah ini adalah akidah yang sudah sempurna maka tidak membutuhkan penyempurnaan lagi.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا (المائدة: 3)

“…pada hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku ridhoi islam jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah: 3)

6. Akidah Islamiyah menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dan kemenangan serta kesuksesan dunia akhirat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله و هم كذالك

“Akan senantiasa ada sekelompok orang di antara umatku yang menang di atas kebenaran, tidaklah membahayakan orang yang menyia-nyiakan mereka hingga datang ketetapan Allah sementara mereka senantiasa berada dalam keadaan demikian.” (HR. Muslim)

7. Akidah yang berdasarkan kasih sayang dan menyatukan ummat. Tidaklah umat islam bersatu dan berkumpul kalimat dan syi’ar mereka, padahal mereka berbeda daerah dan negara, melainkan disebabkan mereka berpegang teguh dengan akidah yang benar.

8. Memberikankan dampak akhlak yang baik. Dia perintahkan semua kebaikan dan melarang semua keburukan.

9. Keyakinan yang istimewa, tidak tercemari dengan akidah lain yang merusak agama dan juga tidak ternodai dengan hawa nafsu.

10. Memberikan ketenangan jiwa dan pikiran, karena aqidah ini menghubungkan seorang mu’min dengan RabbNya. Dia ridho denganNya sebagai pencipta, pengatur, hakim dan pembuat syariat yanh mulia ini. Menjadikan jiwa menjadi tenang, dada menjadi lapang dan jernihlah pikiran dengan mengenaliNya.

Semoga artikel singkat tentang kekhususan Akidah Islamiyah ini dapat bermanfaat dan menjadikan diri kita semakin teguh memegang erat Akidah Islamiyah.

***

Ditulis oleh: Ahmad Fathoni, Lc. (Pengajar di PP Hamalatul Quran Yogyakarta dan Alumni fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah)

Artikel: HamalatulQuran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here