Home Artikel Makna Agung di Balik Bacaan I’tidal

Makna Agung di Balik Bacaan I’tidal

429
0

Sami’allahu liman hamidah (سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ) Sebuah kalimat yang tidak lepas dari lisan seorang muslim. Kalimat yang dibaca berulang kali di dalam salat wajib, maupun sunah. Lantas, apakah makna sebenarnya dari kalimat di atas?

Makna Bacaan I’tidal

Sejumlah ulama ahli bahasa Arab telah memberikan jawaban dan keterangan terkait makna kalimat tersebut. Sebut saja ibnul Anbari rahimahullah. Ia menerangkan dalam karyanya yang bertajuk Az Zahir fi Ma’ani Kalimat An Nas,

مَعْنَاهُ: أَجَابَ اللهُ مَنْ حَمِدَهُ، وَاللهُ سَامِعٌ عَلَى كُلِّ حَالٍ.

“Maknanya adalah semoga Allah mengabulkan/menerima (pujian/do’a) orang yang memujinya. Karena Allah mendengar di seluruh kondisi.”

Hal semakna juga disampaikan oleh ibnu Al Atsir rahimahullah,

أَيْ يَقْبَلُ الله عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُ حَمْدَهُ

“Maknanya, semoga Allah ‘azza wa jalla menerima pujian itu.”

Ibnul Anbari juga menuturkan,

وَكَذلِكَ سَمِعَ اللهُ دُعَاءَكَ، مَعْنَاهُ: أَجَابَ اللهُ دُعَاءَكَ

“Demikian juga سَمِعَ اللهُ دُعَاءَكَ (semoga Allah mendengar doamu), maknanya adalah Semoga Allah mengabulkan doamu. ”

Az Zabiidi rahimahullah pun memberikan contoh yang semisal itu. Katanya,

وَمِنْه الدّعُاءُ: اللهُمَّ إنّي أعوذُ بِكَ مِنْ دُعاءٍ لَا يُسْمَعُ، أَي لَا يُعتَدُّ بِهِ، وَلَا يُستَجَابُ

“Contoh lainnya adalah doa: ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari doa yang tidak didengar. maksudnya, doa yang tidak dianggap dan tidak dikabulkan.”

Mengapa dalam konteks do’a, kata سَمِعَ (mendengar) dimaknai mengabulkan/menerima?

Menurut Ibnul Anbari, alasannya adalah; karena Allah ta’ala mendengar di seluruh situasi dan kondisi. Artinya, kalau kata mendengar dalam konteks doa dimaknai secara harfiah, maka ungkapan tersebut tidak begitu memberikan makna.

Alasan lain juga disampaikan oleh ibnu Manzhur rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul Lisan Al ‘Arab,

لِأَنَّ غَرَضَ السَّائِلِ الإِجَابَةُ وَالقَبُوْلُ

“Sebab, tujuan seseorang meminta (berdoa) adalah agar (doanya) dikabulkan dan diterima.” Demikian ujarnya.

Kesimpulan
Jadi, Makna سَمِعَ (mendengar) dalam konteks doa adalah أَجَابَ (mengabulkan). Setidaknya ada dua alasan yang disampaikan oleh para ulama:

Pertama: Karena Allah ta’ala mendengar (suara) di seluruh situasi dan kondisi.

Kedua: Tujuan seseorang meminta atau memanjatkan do’a adalah agar dikabulkan, bukan sekedar didengar. Wallahu a’lam.

***

Referensi
• Az Zahir fi Ma’ani Kalimat An Nas, Ibnul Anbari 1/141.
• An Nihayah fi Gharib Al Hadits, 1/497.
• Lisan Al ‘Arab, Ibnu Manzhur, 8/163.
• Taaj Al ‘Arus, Az Zabidi 21/235.

Ditulis Oleh: Abu Huraerah, Lc.
Artikel HamalatulQuran.com


 

Previous articleRahasia Dibalik Nama Allah Al Ghafuur
Next articleTelaah Kritis Hadis : Keutamaan Ungkapan balasan ‘Jazakallah khairan’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here