Home Artikel Liburan, Santri Ngapain Aja?

Liburan, Santri Ngapain Aja?

257
0

Bagi santri liburan bukan berarti rehat dari aktivitas menghafal, murojaah dan belajar.

Di sela-sela waktu liburan hendaknya santri dapat selalu menyisihkan waktunya untuk murojaah hafalan Al-Quran atau mengikuti kajian. Baik kajian offline atau pun online melalui berbagai platfrom yang kini telah banyak ragamnya.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.” (HR. Muslim)

Gunakanlah waktu liburan untuk hal-hal yang bermanfaat, jangan gunakan padahal yang tidak bermanfaat atau bahkan melailaikan dari berbagai kewajiban sebagai seorang muslim. Karena kesempurnaan Islam seseorang adalah dengan meningalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat”. (HR. Tirmidzi no. 2317)

Dewasa ini salah satu perkara yang sangat melalaikan terutama bagi anak-anak adalah gadget.

Bila selama liburan santri dibiarkan berduaan dengan gadget di kamar sendiri tanpa ada pengawasan dari orang tua, dikhawatirkan akan digunakan dalam hal-hal yang terlarang. Karena mereka merasa aman dari pengawasan orang tua.

Bahkan seharusnya orang tua selalu mengawasi bagaimana anak menghabiskan waktu liburannya di rumah, bagaimana ia menggunakan gadget dan dengan siapa saja dia bermain.

Teman yang baik tentunya akan menarik anak kita kepada hal-hal yang baik, adapun teman yang buruk akan menarik anak-anak kita pada hal-hal yang buruk.

Mari gunakan waktu liburan anak-anak kita untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat dengan menambah hafalan, murojaah hafalan dan menambal ilmu agama dengan mengikuti kajian-kajian yang ada.

Semoga anak-anak kita menjadi calon ulama yang shalih dan berbakti kepada orang tua.

 

Previous articleFiqih Asmaul Husna (Bag.12): Al-Maalik dan Al-Malik
Next articleAkhlak Kepada Allah (Bag.2)
Pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta. Alumni Universitas Islam Madinah, Fakultas Syariah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here