Home Artikel Jangan Santai Meskipun Setan Dirantai

Jangan Santai Meskipun Setan Dirantai

299
0
campaign psb PPHQ 26-27

Datangnya bulan ramadhan adalah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman. Karena ia adalah bulan yang penuh ampunan dan penuh dengan pelbagai kebaikan.

Namun walaupun pintu-pintu kebaikan terbuka lebar dibulan ini kita masih sering merasa heran, kenapa kemaksiatan tetaplah banyak dilakukan oleh sebagian kaum muslimin ? Bukankah setan dibelenggu dan dirantai di bulan ini ?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari)

Anda Tahu kenapa ? Karena saat setan dirangtai dan dibelenggu, hawa nafsulah yang menghasud manusia untuk berbuat maksiat.

donatur-tetap

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي

“Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Robbku…” (Yusuf: 53)

Maka boleh jadi setan tidak menggoda, namun hawa nafsu manusialah yang mengajak untuk berbuat maksiat sehingga walaupun di bulan ramadhan tetap ada yang berbuat kemaksiatan.

Disisi lain yang menjadikan kemaksiatan tetaplah ada walaupun sudah memasuki bulan ramadhan adalah bisa jadi kemaksiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan seseorang, sebagai contoh adalah seorang wanita yang kebiasaanya adalah keluar rumah tidak memakai jilbab maka ketika ramadhan tiba tidak semerta-merta dia akan mengenakan jilbab karena itu sudah menjadi kebiasaan..

Karena sesuatu yang menjadi kebiasaan itu menjadi seperti watak yang tentunya sulit untuk dihilangkan dengan seketika waktu.

Sebagaimana Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam kitabnya Iqtidha Sirath Al-Mustaqim :

العَادَةُ طَابِعَةٌ ثَانِيَة

“Kebiasaan itu adalah watak kedua (setelah watak asli).”

Maka dari itu setelah Allah Ta’ala kurangi satu sebab kemaksiatan seorang hamba denga dirantainnya setan, maka sepatutnya kita hilangkan pula sebab-sebab lainnya baik itu dengan menjaga hawa nafsu ataupun juga meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita, sehingga kita dapat benar-benar memaksimalkan keberkahan bulan ramadhan ini.

Dan akhir kata.. Semoga pada bulan ramadhan ini kita dapat berbenah dan menjadi pribadi muslim yang apik nan taat kepada Robb semesta, dan semoga Allah mudahkan kita untuk mampu menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kedurhakaan di bulan ini dan hari-hari yang akan kita lewati disisa umur kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here