Home Artikel Ingatlah Allah dimanapun Engkau Berada

Ingatlah Allah dimanapun Engkau Berada

1286
0

Para pembaca rahimakumullah..
Ketahuilah bahwa sebagai seorang muslim kita telah diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya.

Kita diperintahkan untuk memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan semaksimal mungkin untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dan sungguh perintah dzikir dan mendekatkan diri ini bukan karena Allah butuh kepada kita, namun hal ini sejatinya adalah wasilah yang Allah Ta’ala berikan kepada kita semua agar lebih mudah mendekatkan diri kepada-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرٗا كَثِيرٗا

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah sebanyak-banyaknya!.” (QS. Al-Ahzab : 41)

Dalam ayat diatas Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa berdzikir mengingat Allah Ta’ala sebanyak-banyaknya, baik itu dengan tahlil, tahmid, tasbih atau semisalnya. Dan kadar minimal seseorang dikatakan banyak berdirkir dan mengingat Allah Ta’ala adalah saat ia dapat rutin dzikri pagi dan sore, serta dzikir setelah shalat fardhu.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata,

وَأَقَلُّ ذلِكَ، أَنْ يُلَازِمَ الإِنْسَانُ أَوْرَاد الصَبَاح وَالمَسَاء، وَأَدْبَارَ الصَلوَات الخَمْس

“Batas minimal (banyak berdzikir) adalah saat seseorang merutinkan dzikir pagi dan sore hari serta dzikir selepas shalat lima waktu.” (Taisir Al Karim Ar Rahman)

Dengan seorang muslim merutinkan dzikir-dzikir tersebut niscaya ia akan semakin dekat kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta mendapatkan ketenangan dan ketentraman hati.

Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

الذِكرُ يُنْبِتُ الإِيْمَانُ فِيْ القَلْبِ كَمَا يُنْبِت المَاءُ الزَّرْعَ

“Dzikir dapat menumbuhkan keimanan di dalam hati sebagaimana air bisa menumbuhkan tanaman” (Fathul Bari 1/13)

Maka dari itu salah satu manfaat dzikrullah adalah agar kita memiliki hati yang hidup dan bersih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah bersabda:

مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ مَثَلُ الحَيِّ وَ المَيِّتِ

“Permisalan orang yang mengingat Allah dengan orang yang tidak mengingat Allah adalah sebagaimana orang yang hidup dengan orang yang mati”. (HR. Bukhari)

Namun perlu kita ketahui bersama bahwa dzikirullah yang hakiki itu tidaklah semudah kita mengedipkan mata, karena dzikirullah yang sejati adalah dzikir yang dibarengi dengan hati, yaitu ketika lisan basah akan lantunan tahmid, tasbih, takbir atau tahlil maka bersamaan dengan itu hati harus seirama dalam meresapi makna-makna dzikir tersebut

Wallahi… Sesungguhnya bila tidak ada manfaat dzikirullah selain mendekatkan diri kepada Allah serta membuat hati menjadi tentram maka sungguh cukuplah hal tersebut

Padahal sejatinya disana ada banyak sekali manfaat lain dari dzikrullah, diantara yang paling agung adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَلاَ أُُنَبِّئُكُمْ بِخَيرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ ؟ قَالُوْا : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ! قَالَ : ذِكْرُاللهِ تَعَالَى

“Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang terbaik dan paling suci di sisi Rabb kllian, dan paling mengangkat derajat kalian, lebih bai daripada menginfaqkan emas dan perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu (jihad)?” Para sahabat berkata, “Mau wahai Rasulallah” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi.” (HR. At Tirmidzi)

Bahkan sampai-sampai Ibnu Qoyim rahimahullah dalam kitabnya “Wabil Ash Shayyib” secara khusus telah menuliskan lebih dari 70 keutaman dzikirullah, sungguh.. sungguh merugi bilamana ada banyak sekali manfaat dari dzikrullah tersebut namun tak ada satupun yang dapat kita raih

Maka dari itu… Marilah kita manfaatkan waktu yang kita miliki untuk senantiasa mengingat Allah subhanahu wata’ala, bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya dan memohon ampun atas dosa dan khilaf yang telah kita perbuat.

Karena sejatinya dalam setiap helaan nafas kita ada nikmat yang wajib kita syukuri dan ada dosa yang wajib kita mohonkan ampun.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa membantu dan memudahkaan kita untuk selalu mengingat-Nya kapanpun dan dimanapun kita berada.

Referensi
Taisir Al Karim Ar Rahman, Syeikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di

***

Ditulis oleh: Muhammad Fatwa Hamidan
(Alumni PP. Hamalatul Quran dan mahasiswa sarjana fakultas syariaah, Universitas Islam Madinah)

Artikel: www.HamalatulQuran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here