Home Aqidah Fiqih Asmaul Husna (Bag.8): Nama Ar-Rabb

Fiqih Asmaul Husna (Bag.8): Nama Ar-Rabb

401
0

Setelah kita mempelajari mengenai nama-nama Allah subhanahu wata’ala yaitu الله dan ,الإله dipembahasan ini kita insyaaAllah akan membahas tentang nama Allah yang ke tiga yaitu الرب.

Nama Ar-Rabb adalah nama agung milik Allah subhanahu wata‘ala, yang banyak di sebutkan dalam Al Qur’an, lebih dari lima ratus kali penyebutan,

Makna Ar-rabb secara bahasa ada dua pendapat dari ahli bahasa, berasal dari kata,

 ربّ – يربُّ – ربوبيّة ,

ربّى – يربِّي – تربيّة ,

Maknanya : Mentarbiah, menciptakan dan mengurusi tahap demi tahap hingga sempurna, sebagai mana firman Allah subhanahu wata’ala,

قَالَ رَبُّنَا الَّذِىۡۤ اَعۡطٰـى كُلَّ شَىۡءٍ خَلۡقَهٗ ثُمَّ هَدٰى‏

Dia (Musa) menjawab, “Rabb kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.” (QS. Taha: 50)

Maksudnya adalah, Dia-lah Allah yang telah menciptakan dan tidak membiarkan begitu saja setelah diciptakan, akan tetapi Allah berikan rezeki, Allah juga yang memberikan petunjuk kepada makhluk-Nya,

Dan Rabb memiliki rukun, yang harus terpenuhi

  1. Harus menciptakan (الخلق)
  2. Harus memiliki penguasaan sempurna (الملك)
  3. Mengurusi apa yang dia kuasai (التدبير)

Dalilnya :

اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۙوَّهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ

Allah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu (QS. Az-Zumar: 62)

اَفَمَنْ هُوَ قَاۤىِٕمٌ عَلٰى كُلِّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْۚ

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang lain) (QS. Ar Ra’d: 33)

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam. (QS. Al-A’raf: 54).

Dari dalil-dalil di atas menunjukan bahwa hanya Allah lah yang berhak menyandang gelar Ar-rabb.

Catatan : Kata الرب jika dimutlakkan (tidak di sandarkan) maka hanya untuk Allah subhanahu wata’ala saja.

Adapun jika disandarkan atau dalam bentuk nakirah (umum) maka boleh untuk selain Allah seperti ربّ البيت artinya pemilik rumah, dan رب الإبل artinya pemilik onta, sebagai mana firman Allah juga (اَمَّآ اَحَدُكُمَا فَيَسْقِيْ رَبَّهٗ خَمْرًا) artinya “Salah seorang di antara kamu, akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya”, dalam ayat yang lain juga Allah berfirman tatkala nabi Yusuf berkata, (ارجع الى ربك) artinya kembalilah kepada rabb mu (rajamu).

Maka tatkala kita membaca ayat yang terdapat kata الرّب Ar-rabb yang ada dalam benak kita adalah, dialah Allah Ar-rabb semesta alam ini, sang pemilik apa yang ada di Langi maupun di bumi dan alam semesta ini, yang mengatur semua pergerakan yang ada di alam semesta ini, secara sempurna, dan secara detil, tanpa ada kekurangan maupun cacat sedikitpun,

Semoga Allah memberikan manfaat dalam coretan ini kepada penulis dan pembaca, insyaaAllah kami akan membahas nama Allah yang ke-tiga dan ke-empat yaitu Ar-rahman dan Ar-rahiim di artikel yang akan datang, wallahu a’lam bisshawaab

 

Referensi : Fiqih Al Asmaa Al Husnaa yang di karang oleh syeikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafidzahullahu ta’aala, dan juga penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja hafidzahullahu ta’ala.

 

Ditulis Oleh: Baduz Zaman, Lc

Artikel: HamalatulQuran.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here