Home Artikel Dosa-Dosa yang Diremehkan Bag.1: Syirik

Dosa-Dosa yang Diremehkan Bag.1: Syirik

13
0
campaign psb PPHQ 27-28

Syirik kepada Allah adalah Dosa yang Paling Besar, Sebagai hamba Allah yang lemah, manusia tidak terlepas dari kesalahan. Kesalahan tersebut dapat mendatangkan dosa yang menjadi sebab kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya.

Secara umum, dosa terbagi menjadi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil.

Pertama: Dosa besar.

Dosa besar adalah perbuatan yang dilarang dalam syariat dan disertai ancaman khusus, baik berupa ancaman di dunia maupun ancaman adzab di akhirat. Syariat tidak sekedar melarang perbuatan tersebut, tetapi juga menetapkan ancaman tertentu bagi pelakunya. Sebagai contoh, pencurian memiliki ancaman hukuman potong tangan dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam syariat. Oleh karena itu, mencuri termasuk dosa besar.

Kedua: Dosa kecil.

donatur-tetap

Dosa kecil adalah perbuatan yang dilarang oleh syariat, tetapi tidak disertai ancaman khusus sebagaimana dosa besar.

Pembagian dosa menjadi dosa besar dan dosa kecil tidak semata-mata dilihat dari jenis perbuatannya, tetapi juga dari dalil-dalil syariat yang menjelaskan ancaman terhadap perbuatan tersebut. Meskipun demikian, semua dosa tetap berbahaya dan tidak boleh diremehkan.

Di antara dosa besar, dosa syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan dosa yang paling besar. Hal ini ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dalil-Dalil yang Menunjukkan Bahwa Syirik Merupakan Dosa yang Paling Besar

  1. Syirik merupakan larangan yang sangat mendasar dalam Al-Qur’an

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 22)

Ayat ini menunjukkan larangan menjadikan sekutu bagi Allah dalam perkara yang menjadi hak-Nya. Seorang hamba wajib mengesakan Allah dalam ibadah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

  1. Syirik merupakan kezaliman yang paling besar

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ketika mengisahkan nasihat Luqman kepada anaknya:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Syirik disebut sebagai kezaliman yang besar karena pelakunya menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya dan memberikan hak yang khusus bagi Allah kepada selain-Nya. Padahal, Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

  1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut syirik sebagai dosa terbesar

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ

“Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa-dosa besar yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa syirik kepada Allah adalah dosa terbesar di antara dosa-dosa besar. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkannya di urutan pertama, yang menunjukkan betapa berat dan berbahayanya dosa tersebut.

  1. Syirik termasuk tujuh dosa yang membinasakan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan umatnya agar menjauhi tujuh dosa yang membinasakan. Beliau bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ

“jahuilah tujuh dosa yang membinasakan!”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah tujuh dosa yang membinasakan itu?” Beliau menjawab, di antaranya:

الشِّرْكُ بِاللَّهِ

“Mempersekutukan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa syirik merupakan salah satu dosa yang membinasakan pelakunya. Oleh karena itu, setiap muslim wajib memahami hakikat syirik dan berusaha menjauhinya.

  1. Syirik merupakan dosa terbesar di sisi Allah

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang dosa yang paling besar di sisi Allah. Beliau menjawab:

أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ

“Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa syirik merupakan dosa yang sangat besar karena seseorang menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan dirinya dan seluruh alam semesta.

Allah adalah satu-satunya Pencipta, Penguasa, dan Tuhan yang berhak disembah. Karena itu, tidak boleh ada satu pun makhluk yang disekutukan dengan-Nya. Tetapi tidak sedikit dari kaum muslimin yang tidak memperhatikan dosa ini, wallahul musta’aan.

Ditulis Oleh: Muhammad Fatoni, M.A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here