Home Artikel Adab dan Akhlak Adab Menasehati (Bag.2) : Definisi dan Objek Nasehat

Adab Menasehati (Bag.2) : Definisi dan Objek Nasehat

520
0

Definisi secara bahasa, adalah makna yang di artikan oleh ahli bahasa sesuai dengan bahasa yang di definisikan, maka kata Annashihah النصيحة di definisikan secara bahasa oleh pakar bahasa Arab, Annashihah النصيحة  diambil dari kata nashoha نصح yang memiliki dua makna setidaknya, makna nashoha yang pertama adalah murni, yang kedua adalah menjahit. 

Nasehat bermakna murni maksudnya, tatkala seseorang memberikan nasihat, maka niatnya harus murni, niatnya harus ikhlas karena Alloh ta’aala, benar benar mengharapkan kebaikan terhadap orang yang dinasehati, bukan dengan niatan yang lain, terkadang seseorang menasehati akan tetapi dengan niat untuk menjatuhkannya atau dengan niat mnecela atau dengan niat agar didengar oleh orang-orang, maka nasehatnya hanya berbuah dosa.

Nasehat bermakna menjahit maksudnya, lazimnya seorang penjahit ahli, dia akan menjahit dengan persisi, pelan dan rapi, merekatkan antara satu kain dengan kain yang lain, menasehati dimaknai menjahit adalah adanya kedekatan hubungan antara orang yang menasehati dan orang yang dinasehati, karena nasehat tersebut masuk (atau diharapkan masuk) kedalam hatinya. 

Adapun secara istilah, makna yang di ungkapkan oleh ulama sekaligus pakar dalam bidang disiplin ilmu tersebut, ada bebrapa definisi diantaranya yang dibawakan oleh Imam Alkhotthoby dan Imam Roghib Alasfahany rohimahumalloh

قال الإمام الخطّابي : إرادة الخير للمنصوح له

Berkata Alimam Alkhotthoby : Nasehat adalah “menginginkan kebaikan kepada orang yang di nasehati”

Dalam artian nasehat tersebut ikhlas dari dalam hati, mengharapkan kebaikan dari orang yang dia nasehati.

قال العلماء : إنّ المقول إذا خرج من القلب وقع في القلب

Berkata para ulama : “Sebuah nasehat atau perkataan yang keluar dari hati akan menetap atau masuk kedalam hati”

Definisi kedua dibawakan oleh Alimam Roghib Alashfahany

قال الإمام راغب الأصفهاني : النصح تحرّ فعل او قول فيه صلاح صا حبه

Berkata imam Roghib Alashfahany : “Nasehat adalah memilih perbuatan atau ucapan yang memberikan mashlahat kepada penasehat dan yang menasehati”

Dalam artian nasehat tidak harus dengan ucapan, akan tetapi sikap seseorang yang memberikan peringatan dan kemashlahatan termasuk nasehat.

Adapun objek nasehat disebutkan dalam hadits rosul sholallohu ‘alaihi wasallam secara lengkap, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shohihnya,

قال صلى الله عليه و سلّم : الدين النصيحة، لمن يا رسول الله، قال : لله و لكتابه و لرسوله و لأئمة المسلمين و عا متهم

Rosul sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Agama adalah nasehat”para sahabat bertanya “bagi siapa wahai Rosululloh” Rosululloh menjawab “untuk Alloh dan kitabnya Alqur’an dan Rosulnya dan pemerintah dan Masyarakat secara umum”. 

Rosululoh menyebutkan bahwa inti agama adalah memberikan nasehat kepada sesama muslim, sehingga hukum memberikan nasehat adalah wajib pada aslanya, siapa yang mengaku muslim maka minimal pernah memberikan nasehat kepada orang lain.

Dan Rosululloh menyebutkan ada lima objek nasehat yaitu Alloh, Alqur’an, Rosululloh, pemimpin, dan masyarakat umum, bisa kita klasifikasikan menjadi dua bagian, pertama Alloh Alqur’an dan Rosululloh, yang kedua pemimpin dan masyarakat.

Insyaalloh akan di sambung di artikel berikutnya mengenai makna nasehat kepada Alloh ALqur’an dan Rosulnya, juga mengenai nasehat kepada pemimpin dan masyarakat umum. 

wallohu a’lam bisshowaab 

 

Referensi: Syarh bulughul marom kitaabul jaami’hadits pertama oleh Ustadz Abdulloh zaen, Lc. Ma,. Hafidzohulloh ta’aala

Ditulis oleh Badruz Zaman, Lc.

Previous articleBuka Puasa Para Santri Pondok Pesantren Hamalatul Quran
Next articleSemangat Baru: Serah Terima Jabatan Jam’iyyah Tholabah untuk Masa Bakti 2023-2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here