Home Blog Page 102

Hafidz Quran

0

Hafidzh Al Quran 30 Juz dan telah bersanad sampai Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam

donatur-tetap

Mencetak Generasi Penghafal Al-Quran

0

Hamalatul Quran – Di era sekarang ini, kehadiran kader-kader ulama yang hafal Al Quran, memiliki ilmu keislaman yang luas, serta istiqomah dalam mengamalkan dan mendakwahkannya sangatlah dibutuhkan. Kader-kader tersebut nantinya berperan sebagai pelopor gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar serta penegak kejayaan Islam dalam menghadapi arus globalisasi. Oleh karena itulah untuk mewujudkan hal tersebut Pondok Pesantren Hamalatul Quran menyelenggarakan pendidikan keagamaan yang diintegrasikan dengan program Wajib Belajar jenjang Wustho dan Madrasah Aliyah.

V I S I
Mencetak calon ulama yang hafal Al Quran, berakidah ahlus sunnah wal jamaah, dan berakhlak mulia.

M I S I

  1. Mencetak santri agar hafal Al Quran dan paham tafsirnya.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dengan kurikulum pesantren yang berfokus pada Tahfidzhul Quran yang diintegrasikan dengan jenjang pendidikan Salafiyah Wustho dan Madrasah Aliyah
  3. Membina santri agar menjadi da’i yang berguna bagi diri, keluarga, masyarakat, agama dan negara.
  4. Membina santri agar menjadi muslim yang shalih, yakni beraqidah yang benar, berakhlakul karimah, berakal cerdas, serta fisik yang sehat dan kuat sebagai cermin dari kehidupan salafus salih agar kelak menjadi pembawa dan pembela Al Quran dan Sunnah dalam kancah dakwah.
  5. Membekali keterampilan (life skill) bagi santri agar mampu hidup mandiri dalam menghadapi persaingan global.

Program Pendidikan

Berdasarkan visi dan misi di atas, Yayasan Hamalatul Quran menyelenggarakan pendidikan selama 7 (tujuh) tahun yang terbagi dalam jenjang:

  1. Salafiyah Wustho selama 3 tahun,
  2. Madrasah Aliyah selama 3 tahun, dan
  3. Pengabdian yang digunakan santri untuk aplikasi ilmu yang diperoleh dan pengayaan skill individu selama 1 tahun
donatur-tetap

Pengelolaan Data Emis MA Hamalatul Quran Terbaik ke-3 Se-DIY

0

Hamalatulquran.com ~ Pengelolaan Education Management Information System (EMIS) Madrasah Aliyah Hamalatul Quran mendapat penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa sebagai pengelola terbaik ke-3 DIY. Kamis, 11 Februari di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, perwakilan operator EMIS MA Hamalatul Quran menerima Piagam dan Hadiah berupa netbook sebagai bentuk apresiasi Kemenag DIY kepada Madrasah yang mengelola DATA EMIS dengan baik.

EMIS atau singkatan dari Education Management Information System, merupakan sistem informasi yang dikembangkan oleh kementerian agama untuk memudahkan input data sekolah, pondok pesantren dan pendidikan tinggi Islam. sejak tahun anggaran 2001 EMIS berada dibawah Bagian Proyek “Pengembangan EMIS Perguruan Agama Islam Tingkat Dasar” didanai oleh APBN. Pada awalnya EMIS hanya mendata Madrasah Tsanawiyah Model yang menjadi sasaran JSEP (1997-1998).

Pada proyek BEP pendataan dilanjutkan untuk Madrasah Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Swasta diseluruh Indonesia (1998- April 2002), sedangkan Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren menjadi bagian yang tidak dapat dielakan, sebagai akibat samping dari kegiatan EMIS dalam mendata lembaga pendidikan Islam, disamping data dan informasi tentang lembaga-lembaga tersebut memang sangat dibutuhkan. Bahkan terus berkembang hingga pendataan Perguruan Tinggi Agama Islam, Guru Agama Islam pada sekolah umum, ke depan juga lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya, serta lembaga-lembaga pendidikan Islam non formal, TPA/TKA hal ini untuk menunjang ketersedian Data dan Informasi yang Akurat dan Mutakhir.

Kantor Kementarian Agama DIY memberikan penghargaan kepada penengelola data EMIS yang mengelola dengan baik, agar para pengelola data EMIS di seluruh wilayah Kementerian agama DIY yang belum mengelola dengan baik menjadi termotivasi dan berprestasi.

tutorial emis online

donatur-tetap

Mencetak Generasi Penghafal Al-Quran, Al Ukhuwah Studi Banding Ke Hamalatul Quran

0

Pondok Pesantren Hamalatul Quran kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Al Ukhuwah, Rabu 6 Januari 2016. Maksud kedatangan rombongan dari Pondok Pesantren Al Ukhuwah untuk mengadakan studi banding terkait Pendidikan Tahfidzul Quran di Pondok Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran Yogyakarta.

Pondok Pesantren Al Ukhuwah Al Islamiy secara khusus mengirim Bidang Tahfidzul Quran Madrasah Salafiyah Wustho untuk mendalami pengajaran dalam menghafal Al-Quran. Bertindak sebagai kepala Madrasah, Ustadz Abdul Karim Abu Hasan, S.Pd.I dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas sambutan dari tuan rumah, Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Hamalatul Quran.

studi-banding-tahfidz

 

Pemimpin rombongan Studi Banding, Ustadz Muhammad Abdul Kadir bersama rombongan berdiskusi di ruang perpustakaan Pondok Pesantren Hamalatul Quran. Dari pihak Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Ustadz Aris Munandar, M.P.I menyambut dengan hangat dan mempersilahkan kepada para peserta studi banding untuk mendapatkan informasi menganai pengajaran Tahfidzul Quran yang ada di Pondok Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran.

 

Ustadz Labyb memberikan ulasan ringkas mengenai proses pengajaran Tahfidzul Quran kemudian disambung dengan tanya jawab.

donatur-tetap

Dihadapan Santri Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran, Cesar Promo YKS! Yuk Keep Sunnah.

0

Caisar Aditya Putra yang terkenal hingga mampu menghipnotis pemirsa layar kaca lewat ‘Goyang YKS dalam program YKS, Jumat (18/12/2015) mempromosikan YKS dihadapan ratusan santri Pondok Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran. Bedanya, YKS Cesar saat ini berbeda dengan YKS cesar pada masa lalunya. Dihadapan parasantri, cesar berbagi kisahnya dalam meninggalkan dunia hingar bingar artis yang melenakan menuju kehidupan barunya Yuk Keep Sunnah.

Cesar bersama rombongan, mampir salat jumat di Pondok Pesantren Hamalatul Quran. Kemudian Oleh Ust Amri Suaji, diminta untuk berbagi ilmu dihadapan parasantri. Dengan rendah hati awalnya cesar menolak permintaan Ust. Amri. Karena merasa tidak memiliki ilmu.

“Saya tidak memiliki ilmu ustadz” jawabnya sambil tersenyum.

Hingga akhirnya, Ustadz Amri meminta untuk membagi pengalaman yang sekiranya bermanfaat bagi parasantri sehingga mau.

Cesar berbagi kisahnya bagaimana ia meninggalkan masa lalunya dan berusaha untuk menjalankan kehidupan dengan memperhatikan aturan agama dan meneladani rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam. Dalam kehidupan yang barunya itu ia mengalami proses yang tidak mudah dan instan. Awalnya ia mengaku ogah mendatangi majelis taklim. Hingga ia pada waktu itu menghadiri suatu majelis taklim dan lebih membuka wawasannya tentang Islam.

Cesar mengaku, semasa menjadi artis yang terkenal dengan ‘goyang caesar’ nya dan selalu di puja dan banyak penggemar, ia merasa ada yang kosong dalam kehidupannya.

Karenanya ia bersyukur bisa hijrah dari penari dan artis televisi. Ia mengaku bertekad total meninggalkan panggung hiburan dan ingin menjadi hamba Allah Subhanallah Ta’ala.

cesar-yks-video-eklusive

Sumber gambar : hamalatulquran.com, hidayatullah.com

donatur-tetap

Menteri Agama Mewisuda Santri

0

Menteri Agama Mewisuda Santri Hafidz Pesantren Halamatul Quran

Kamis 17 Desember 2015, Menteri Agama Mewisuda Santri Hafidz Pesantren Halamatul Quran. Selain mewisuda santri hafidz dari Pondok Pesantern Hamalatul Quran, Menteri Agama RI, Drs. H.Lukman Hakim Saifuddin juga mewisuda para pelajar hafidz madrasah aliyah se-DIY dalam acara Wisuda Huffadz dan Motivation Building yang diadakan oleh Kemenag DIY. Dalam kegiatan itu, Santri Hamalarul Quran yang diwisuda langsung oleh menteri adalah Malki Hakim.

Bagi santri Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran, hari itu adalah hari yang berbeda dari hari hari biasanya terutama bagi santri kelas 3 Aliyah Hamalatul Quran sebab bisa berpartisipasi dalam Wisuda Huffadz dan Motivation Building.

Acara ini diadakan di GOR Amongraga DIY. Kanwil Kemenag DIY selaku penyelenggara mengundang siswa yang hafidz alquran se DIY. Termasuk diantara rombongan huffadz yang diwisuda adalah santri dari PP Hamalatul Quran yang sudah menyelesaikan hafalanya 30 juz yang berjumlah 25.Acara wisuda ini dihadiri oleh Mentri Agama RI, Luqman Hakim Saiffudin. Perwakilan Gubernur dan siswa Madrasah Aliyah se DIY.

Setelah acara inti selesai yaitu wisuda para huffadz dan hafidzoh maka dilanjutkan dengan penyampaian nasihat nasihat dari beliau bapak Menteri Agama RI . Salah satu nasihat beliau yang sangat bermanfaat adalah ketika beliau mengutip perkataan imam Syafii. Yaitu

شكوت الى وكيع سوء حفظي # فأرشدني بترك المعاصي

وأخبرني بأن العلم نور # ونور الله لا يهدى للعاصي

Artinya ”Aku pernah mengadu kepada Imam Waqi’ tentang buruknya hapalanku. Lalu ia membimbingku untuk meninggalkan perbuatan maksiat.”

Kemudian acara ini diakhiri dengan doa bersama. Semoga dengan di wisudanya santri kelas 3 aliyah ini. Mereka secara khususnya dan yang lain secara umum, menjadi lebih giat dan semangat untuk menghafal alquran . amiin ya roobal alamin.

donatur-tetap

Pondok Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran 2 Yogyakarta

0

1 (1) 1 (2) 1 (5) 1 (6) 1 (7) 1 (8) 1 (9) 1 (10) 1 (11) 1 (12) 1 (13) 1 (14) 1 (15) 1 (16) 1 (17) 1 (18) 1 (19) 1 (20) 1 (21) 1 (22) 1 (23) 1 (24)  1 (25) 1 (26) 1 (29)  1 (29) 1 (33)

Alhamdulillah wa sholatu wassalamu ‘ala rasulina muhammad wa ba’du.

Alhamdulillah pada akhir tahun 2015 ini Yayasan Hamalatul Quran mendapatkan sebuah karunia dari Allah سبحانه وتعالى yaitu berupa wakaf tanah seluas 1700 m2 lengkap dengan bangunan asrama lantai dua yang bisa menampung 70 -an santri. Di atas komplek ini juga sudah berdiri masjid yang megah sekaligus rumah ustadz, kamar tidur, dapur, tempat cuci pakaian dan kamar mandi. Bangunan ini telah berdiri sejak tahun 2006 atau lebih tepatnya pada tanggal 15 desember 2006. Pondok Pesantren Hamalatul Quran 2 berlokasi di desa Triharjo kecamatan Sleman, kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pada mulanya bangunan ini milik sebuah yayasan yang bernama Yayasan Anak Sholeh milik bapak H. Drs. Sudibyo, MM. Kemudian beliau bersama istrinya berkeinginan agar komplek atau bangunan ini beserta masjidnya tetap makmur dan bermanfaat bagi ummat. Maka pada sebuah kajian bersama Ust. Agus Andriyanto L.c yang bertempat di masjid al halim ( yaitu masjid dikomplek tersebut ) Bapak Sudibyo mengungkapkan keinginanya kepada Ustadz Agus Andriyanto L.c ( selaku mudir PP hamalatul quran ) yaitu ingin mewakafkan tanahnya atau yayasan Anak Sholeh kepada Yayasan Hamalatul Quran.

Alhamdulillah pelaksanakan akad wakaf telah usai dipagi hari jam 9-10 WIB pada tanggal 15 desember 2015 yang dihadiri oleh masyarakat sekitar ,disaksikan dan dicatat resmi oleh KUA Kec. Sleman, Kabupaten Sleman. Pewakafnya adalah beliau Bpk. Drs. H. Sudibyo, MM. dan diterima oleh Yayasan Hamalatul Quran yang diwakili oleh Ust. Amri Suaji L.c selaku ketua Yayasan Hamalatul Quran. Selain akad wakaf dalam acara ini juga di isi dengan tausiyah dan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Agus Andriyanto L.c. Kemudian setelah penutup acara ini diakhiri dengan makan bersama.

Tempat ini insya Allah akan digunakan oleh pesantren untuk program tahfidz al quran tanpa sekolah. Jadi santri bisa lebih fokus dalam menghafal.

Semoga Alloh memberikan balasan melimpah kepada beliau yang telah mewakafkan tanah dan bangunan ini di dunia maupun di akhirat kelak . Amiin ya robbal ‘alamin

 

 

donatur-tetap

Ujian Akhir Semester 1 ( gasal ) Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran Yogyakarta

0

DSC05785 DSC05787 DSC05788 DSC05789 DSC05792 DSC05794 DSC05803 DSC05804 DSC05816 DSC05817 DSC05820 DSC05823

Senin 30 November 2015 Para santri PP Hamalatul Quran melaksanakan ujian akhir semester 1 ( gasal ). Ujian diadaka untuk mengukur kefahaman mereka dalam pelajaran. Para santri terlihat sangat konsentrasi saat mengerjakan soal soal ujian, ini terbukti ketika ujian kelas terasa sunyi dan sepi. Ujian ini dilaksanakan oleh santri santri Aliyah dan Salafiyah. Mereka menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin, untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Semoga mereka mendapatkan nilai yang terbaik pada ujian akhir semester 1 kali ini, karena pepatah arab mengatakan ” الجزاء من جنس العمل ” yang artinya balasan itu sesuai dengan amalanya, maksudnya jikalau mereka bersungguh sungguh dalam belajar tentu mereka mendapat nilai yang terbaik. Dan semoga mereka bisa mengajarkan ilmu mereka kepada orang lain, karena ilmu adalah warisan dari para Nabi. Amiin ya robbal ‘alamin.

donatur-tetap

Sudah Berapa Kali Khatam Alquran?

0

Sebagian orang saat dihadapkan dengan dengan pertanyaan diatas hanya menjawab dengan senyuman kecut, entah karena malu atau yang lainnya. Mungkin ia berkata dalam hati “Boro-boro mau khatam, buka mushaf aja jarang.”

Sebagian yang lain tak bisa khatam Al Quran kecuali dibulan romadhon,semangatnya begitu membara saat bulan mulia itu menyapa. Namun perlahan-lahan padam seiring berlalunya bulan tersebut.

Adapula yang sanggup khatam beberapa kali dalam setahun dan ada juga yang mampu mengkhatamkannya tiap bulan, bahkan ada yang lebih sering lagi.

Tiap orang tentu punya jawaban yang berbeda-beda terhadap pertanyaan diatas, padahal mereka diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala waktu yang sama; 24 jam dalam sehari semalam. Hanya saja cara memanfaatkan waktu tersebut yang membedakan satu dengan yang lainnya. Sebagian sanggup meluangkan waktu untuk alquran sedang yang lain terbelenggu oleh kesibukan dunia.

Lantas berapakah durasi yang ideal bagi seorang muslim untuk mengkhatamkan alquran? Apakah setahun sekali? Ataukah cukup sekali seumur hidup?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat tengok terlebih dahulu bagaimana sikap para pendahulu kita dalam mengkhatamkan alquran.

Imam Jalaluddin As Suyuthi rohimahulloh berkata dalam salah satu kitabnya [1] :

Para ulama terdahulu mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda dalam mengkhatamkan Al Quran. Adapun jumlah terbanyak yang tercatat dalam sejarah ialah 8 kali khatam dalam sehari semalam; 4 kali disiang hari dan 4 kali dimalamnya.

Selanjutnya ada yang mengkhatamkannya sebanyak 4 kali dalam sehari semalam, ada yang 3 kali, 2 kali dan ada pula yang satu kali.

Selanjutnya ada yang mengkhatamkannya selama 2 hari dan selama 3 hari; dan inilah yang terbaik. Sebagian ulama membenci khatam kurang dari 3 hari, mereka berdalil dengan hadits Rasul shollallohu ‘alaihi wasallam:

“Tidak akan paham seseorang yang membaca alquran (hingga khatam) kurang dari 3 hari.” (Hr Abu Dawud dan Turmudzi)[2]

Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu berkata : “Janganlah kalian mengkhatamkan alquran kurang dari 3 hari” [3]

Selanjutnya ada yang mengkhatamkan selama 4 hari, 5 hari, 6 hari dan 7 hari. Dan ini (7 hari) adalah pertengahan dan paling ideal serta merupakan metode yang paling banyak diamalkan oleh para sahabat dan selain mereka.

Dari Abdulloh bin ‘Umar rodhiyallohu ‘anhuma, ia berkata : Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda padaku : “Bacalah (seluruh) alquran dalam satu bulan”, aku menjawab : “Aku sanggup lebih dari itu”, “bacalah dalam 10 hari” ucap beliau, “aku sanggup lebih dari itu”, beliau bersabda : “bacalah dalam seminggu dan jangan lebih (cepat) dari itu” (Bukhori Muslim)

Kemudian ada pula yang mengkhatamkannya selama 8 hari, 10 hari, sebulan, 2 bulan dan ada pula yang lebih (lama) dari itu.

Lantas berapa kali seharusnya kita mengkhatamkan alquran?

Diriwayatkan dari Alhasan bin Ziyad [4] bahwa Abu Hanifah rohimahumallah berkata : “Barangsiapa yang mengkhatamkan alquran sebanyak 2 kali dalam setahun maka ia telah memenuhi haknya (alquran), karena Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam mengkhatamkan alquran sebanyak 2 kali dihadapan Malaikat Jibril ditahun wafatnya beliau.

Wallahu a’lam…

Ditulis oleh: Afit Iqwanudin, Lc. (Alumni Pondok Pesantran Tahfidz Yogyakarta Hamalatul Quran yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinah, KSA)

—————————–
[1] Al Itqon Fi ‘Ulumil Quran, karya Jalaluddin As Suyuthi, cet. Mujamma’ Malik Fahd, hal 661 – 665

[2] Ustadz Aris Munandar MPi menjelaskan dalam majlis beliau di Pondok Pesantran Tahfidz Yogyakarta Hamalatul Quran bahwa khatam alquran kurang dari tiga hari itu dibenci kecuali dimomen tertentu yaitu bulan romadhon

[3] Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dalam sunannya. Ibnu Hajar berkata dalam fathul Bari : ” Sanadnya shohih”.

[4]Beliau adalah Abu ‘Ali Anshory Al Kufi Al Lu’luli, salah satu dari sahabat Imam Abu Hanifah

donatur-tetap

Fenomena Manusia Bertopeng

0

Islam mengajarkan kita untuk senantiasa berakhlak mulia dalam kondisi apapun, baik saat lapang maupun sempit, saat senang maupun susah, saat butuh terhadap orang lain maupun tidak.

Ada tipe orang yang berperilaku baik terhadap orang lain hanya disaat ia membutuhkan bantuan. “Ada udang dibalik batu”, mungkin ini peribahasa yang cocok untuk menggambarkan karakter orang tersebut. Sedangkan saat kodisi “cari muka” itu hilang, nampaklah bagaimana watak aslinya.

Sebagian yang lain mampu berakhlak mulia saat berada dalam kondisi lapang, namun saat situasi berubah , raut wajahnya menjadi suram, kalimat indah yang biasa keluar dari mulutnya hilang dan berganti dengan kata-kata yang jauh dari pantas untuk diucapkan.

Maka tak heran jika salah satu kondisi yang akan menyingkap jati diri seseorang ialah saat ia bersafar, karena inilah kondisi dimana kesulitan lebih mendominasi. Akan nampak siapa sahabat sesungguhnya dan siapa yang bermuka dua. Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

السفر قطعة من العذاب

“Safar merupakan bagian dari adzab” (HR Bukhori Muslim)

Perangai asli seseorang juga akan nampak saat bersama keluarganya. Karena sebagian orang sanggup berakhlak mulia saat berada diluar rumah. Ia mampu tersenyum bahkan saat ada orang yang berbuat dholim kepadanya. Namun saat tiba dirumah ia lampiaskan amarah yang terpendam baik dengan kata-kata maupun perbuatan. Ia berubah 180 derajat dari seseorang yang berbudi pekerti menjadi orang yang seakan tak kenal sopan santun.Ketahuilah bahwa akhlak yang baik bukanlah onderdil yang selalu dibongkar pasang tergantung suasana hati, namun adalah aksesoris yang menghiasi kehidupan seseorang dimanapun dan dalam keadaan apapun. Ia juga bukan topeng yang hanya dikenakan pada momen-momen yang dianggap menguntungkan. Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

“أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا , وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِكُمْ “

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya” (HR At Turmudzi)

Ada segelintir orang yang salah dalam menyikapi hal ini, ia melepas topengnya namun enggan menghiasi dirinya. Sehingga ia dengan bangga berakhlak buruk kapan pun dan dimanapun. Ia bahkan berdalih “Mending saya seperti ini daripada seperti mereka yang sukanya cari muka”.

Saudaraku, rasululloh sholllallohu ‘alaihi wasallam memang melarang kita untuk bermuka dua, namun ingatlah bahwa beliau juga mengajarkan kita untuk selalu berakhlak mulia. Maka setelah engkau melepaskan wajah palsumu, hendaknya kau hiasi wajah aslimu dengan akhlak mulia yang murni bagaikan emas yang tak tercampur besi, benar-benar murni dan memiliki nilai yang tinggi.

Semoga Allah memudahkan kita untuk memiliki akhlak yang mulia sebagaimana telah diajarkan oleh Rasul-Nya…..

Ditulis oleh Afit Iqwanudin, Amd , Alumni PP Hamalatulquran yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinah, KSA

—————————–
Dikutip dan diterjemahkan dari channel telegram Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili hafidhohulloh dengan beberapa tambahan.
donatur-tetap