Home Akidah Menggapai Kesempurnaan Iman dan Akhlak

Menggapai Kesempurnaan Iman dan Akhlak

302
0

Bismillahir rohmaanir rohiim.

Ketika kita sedang berinteraksi dengan orang lain, pastilah kita inginkan orang itu berinteraksi dengan baik dan akhlak yang mulia. Begitu juga sebaliknya perasaan orang itu juga menginginkan dari kita akhlak yang mulia, tata tutur yang lembut, sikap yang terpuji.

Pembicaraan mengenai akhlak adalah pembicaraan yang sangat urgen. Karena akhlak seseorang itu tanda seberapa tinggi imannya. Iman seseorang akan sangat terlihat dari perilakunya. Maka tidak dipungkiri lagi bahwa ada tali hubung yang sangat erat antara iman dan akhlak. Bahkan Rosulullah –‘alaihis sholatu was salam- menjadikan kesempurnaannya iman dengan baiknya akhlak ,

أكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada isteri-isterinya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dll.)

Sungguh kita dapati pada akhir zaman ini akhlak sudah mulai memudar dari yang dulunya amat di junjung tinggi sekarang di abaikan oleh anak-anak muda. Pastilah orang-orang yang sudah berumur lebih merasakan perubahan ini, ini disebabkan jauhnya kita dari pembelajaran agama atau bahkan menjauhi syareat agama islam yang di bawa oleh seorang Nabi yang bersabda

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Bukhori dalam adabul mufrod, Ahmad, dll.)

Allah ta’ala mensifati NabiNya {وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ} [القلم: 4] “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. ”
(Q.S. Al Qolam 4)

Dan Allah menyuruh untuk mencontoh rosulNya

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا } [الأحزاب: 21]

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al ahzab 21)

As syekh as sa’di –rohimahullah- berkata dalam kitab tafsir beliau,

فالأسوة نوعان: أسوة حسنة، وأسوة سيئة.
فالأسوة الحسنة، في الرسول صلى الله عليه وسلم، فإن المتأسِّي به، سالك الطريق الموصل إلى كرامة الله، وهو الصراط المستقيم.
وأما الأسوة بغيره، إذا خالفه، فهو الأسوة السيئة… تفسير السعدي = تيسير الكريم الرحمن

Mencontoh itu ada dua macam:

Mencontoh yang baik yaitu mencontoh Rosulullah –shollallahu ‘alaihi wa sallam-, sesungguhnya bersuri tauladan kepada beliau itu berarti dia sedang menuntut jalan yang menuju kemuliaan dari Allah itulah jalan yang lurus shirotol mustaqim.

Mencontoh kepada selain Rosulullah –‘alaihis sholatu was salam- maka dia telah menyelisihinya dan ini termasuk akhlak yang tidak baik.

Jika kita dekat dengan Al-Qur’an dan As Sunnah, maka kita dapati ayat-ayat dan hadist-hadist yang menganjurkan untuk berakhlak yang mulia, baik dengan kalimat perintah atau pujian bagi yang berakhlak mulia atau pahala bagi mereka yang bermuamalah dengan akhlak terpuji.

{خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ} [الأعراف: 199]

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. al a’rof 199)

As syekh as sa’di –rohimahullah- mengomentari ayat di atas:
“Ayat ini sudah mencakup seluruh akhlak mulia kepada sesama manusia dan apa yang seharusnya bermuamalah dengan mereka… Tafsir Taisiir Kariimir Rohman,
Rosulullah bersabda,

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَن

“Bertakwalah engkau kepada Allah di mana saja engkau berada, iringilah perbuatan yang jelek (kesalahan) dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapus kesalahan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang mulia.” (H.R. Ahmad, at tirmidzi, dll)

Dengan menyebarkan kebaikan, mencegah untuk tidak menyakiti, dan bersabar dari gangguan, serta selalu bermuka manis, maka sudah menjadi akhlak yang baik. Karena sebagian ulama mengartikan akhlak baik dengan kriteria di atas.

***

Referensi : https://almanhaj.or.id/671-kemuliaan-akhlaq-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html

Ditulis oleh : Muhammad Fathoni, Lc 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here