Home Artikel Khutbah Jumat: Amalan Setelah Musim Sepuluh Hari Akhir Dzulhijjah

Khutbah Jumat: Amalan Setelah Musim Sepuluh Hari Akhir Dzulhijjah

3
0
campaign psb PPHQ 26-27

Khutbah Pertama

الحمد لله الكبير المتعال ذي الجلال والإكرام، المتفرِّد بالكبرياء والعظمة والإنعام، أحمَده سبحانه وأشكُره على فضله وإحسانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، أمر بذكره فكان الذكر حياةَ القلوب، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، خير مَن عبَد ربَّه وذكَره وشكَره، صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه، ومَن تبِعهم بإحسان إلى يوم الدين.

أما بعد:

فأُوصيكم أيها الناس ونفسي بتقوى الله عز وجل، فاتَّقوا الله رحمكم الله، ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ﴾ [الحديد: 28]

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Sesungguhnya setan tidak pernah merasa sedih sebagaimana ketika melihat seorang hamba bertaubat dan kembali kepada Rabbnya. Ketika ia melihat seseorang rajin salat, mencintai masjid, tekun berzikir, mencintai Al-Qur’an, dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, maka siang dan malam ia berusaha menyesatkannya. Ia ingin mengembalikannya kepada kelalaian setelah mendapatkan petunjuk, kepada kemalasan setelah istiqamah.

Setan menghiasinya dengan angan-angan dan penundaan. Ia menjadikan ketaatan terasa berat. Ia membisikkan, “Engkau telah bersungguh-sungguh di bulan Ramadan, pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dan pada berbagai musim kebaikan. Kini saatnya engkau beristirahat.”

Padahal, demi Allah, istirahat yang sesungguhnya bukanlah dalam kelalaian, tetapi dalam kedekatan kepada Allah. Bukan dalam kesia-siaan, melainkan dalam sujud, doa, dan zikir kepada Rabb bumi dan langit.

donatur-tetap

Orang-orang yang taat kepada Allah hidup dalam kenikmatan yang tidak dikenal oleh orang-orang yang lalai. Yaitu kenikmatan merasa dekat dengan Allah, lezatnya iman, lapangnya dada, dan tenangnya hati. Karena itulah sebagian ulama salaf berkata:

“Ada saat-saat ketika hati merasakan kegembiraan yang luar biasa karena berzikir kepada Allah.”

Demi Allah, tidak ada kenikmatan yang lebih besar bagi ahli ketaatan selain kenikmatan istiqamah di atas petunjuk dan kedekatan kepada Allah.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Kita baru saja melewati musim agung dari musim-musim ketaatan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada hari-hari itu orang-orang saleh berlomba-lomba dalam salat, puasa, zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berbagai amal saleh lainnya. Hati mereka terpaut kepada Rabb semesta alam.

Namun kini setan, musuh yang nyata, kembali menjalankan tipu dayanya. Ia berusaha mengembalikan hati kepada kelalaian setelah menjadi lembut, kepada kemalasan setelah bersemangat, dan kepada kelengahan setelah giat beribadah. Ia menghias penundaan, memberatkan ketaatan, dan membuat manusia merasa bahwa musim ibadah telah berakhir sehingga masa kesungguhan pun telah berlalu.

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Musim keimanan besar berikutnya adalah Ramadan yang akan datang, sementara jarak kita dengannya masih berbulan-bulan lagi. Apakah ini berarti semangat kita harus padam? Apakah hubungan kita dengan Allah harus terputus hingga musim berikutnya tiba?

Tentu tidak. Demi Allah, Rabb Ramadan adalah Rabb seluruh bulan dan sepanjang waktu.

Jamaah yang berbahagia,

Di antara tanda kebaikan dan diterimanya suatu amal adalah adanya pengaruh amal tersebut dalam kehidupan pelakunya setelah amal itu selesai. Pengaruh itu terlihat pada perilaku, ucapan, akhlak, pergaulan, pandangan, dan pendengarannya.

Jangan sampai ibadah hanya menjadi ritual yang tidak meninggalkan bekas dalam kehidupan.

Apa nilai salat jika tidak mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar? Apa nilai puasa jika tidak menahan pelakunya dari dusta dan ucapan buruk? Apa nilai sedekah jika setelahnya diiringi dengan menyebut-nyebut pemberian dan menyakiti penerimanya? Apa nilai haji jika tidak melahirkan pengagungan terhadap syiar-syiar Allah dan penghormatan terhadap larangan-larangan-Nya?

Diriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

“Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang terkenal banyak salat, puasa, dan sedekahnya, tetapi ia suka menyakiti tetangganya dengan lisannya.”

Beliau bersabda:

“Dia berada di neraka.”

Kemudian orang itu berkata:

“Wahai Rasulullah, ada wanita lain yang salat, puasa, dan sedekahnya tidak banyak. Ia hanya bersedekah dengan beberapa potong keju, tetapi tidak pernah menyakiti tetangganya.”

Beliau bersabda:

“Dia berada di surga.”

Betapa indah jika amal saleh yang kita lakukan diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi ucapan yang baik, senyuman yang tulus, silaturahmi, bakti, dan berbagai bentuk kebaikan kepada sesama. Dengan demikian, kita dapat melihat buah dari ketaatan kita secara nyata dan menjadi hamba-hamba Allah yang benar-benar bertakwa.

Maka manfaatkanlah sisa umur yang Allah berikan. Persiapkan bekal untuk perjalanan menuju akhirat. Tetaplah teguh dalam ketaatan kepada Allah. Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit. Barang siapa jujur kepada Allah, niscaya Allah akan meneguhkan dan memberinya petunjuk. Barang siapa mendekat kepada-Nya, Allah akan memuliakan dan memilihnya.

أقول ما تسمعون، وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب؛ فاستغفروه وتوبوا إليه، إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحمد لله الذي هدانا للإيمان، وشرَح صدورنا للطاعة والإحسان، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وأتباعه، وسلَّم تسليمًا كثيرًا.

Amma ba’du.

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Istiqamah dalam ketaatan bukanlah sekadar kata-kata atau perasaan yang muncul sesaat pada musim-musim ibadah. Ia adalah perjuangan panjang melawan hawa nafsu, kesabaran dalam menjalankan ketaatan, dan kesungguhan memohon pertolongan serta keteguhan dari Allah.

Hati bisa melemah, jiwa bisa jenuh, dan setan tidak pernah berhenti menggoda manusia. Karena itu, perbanyaklah berdoa agar Allah meneguhkan kita di atas petunjuk. Didiklah diri dengan kesungguhan dan disiplin. Sebab siapa yang membiarkan dirinya mengikuti hawa nafsu, maka hawa nafsu itu akan menyeretnya kepada kelalaian dan kebinasaan.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Istiqamah tidak akan terwujud tanpa perjuangan dan pengawasan terhadap diri sendiri. Setelah pertolongan Allah, urusan istiqamah berada di tangan kita masing-masing. Jika kita tidak mengarahkan diri menuju Allah, maka hawa nafsu akan menyeret kita kepada kelalaian.

Banyak orang bersemangat beribadah pada musim-musim tertentu, tetapi ketika musim itu berlalu mereka kembali lalai dan bermalas-malasan. Salah satu sebabnya adalah karena mereka tidak memiliki program keimanan yang dijaga secara berkelanjutan.

Maka buatlah program ibadah untuk diri sendiri:

  • Salat berjamaah yang dijaga dengan sungguh-sungguh.
  • Bacaan Al-Qur’an harian yang tidak pernah ditinggalkan.
  • Zikir yang menghidupkan hati.
  • Puasa sunnah dan sedekah.
  • Salat malam walaupun sedikit.
  • Amal rahasia antara diri kita dengan Allah.

Dan setiap kali ada peluang melakukan kebaikan, segeralah melakukannya sebelum kesempatan itu hilang. Manfaatkan kesehatan sebelum datang sakit, waktu luang sebelum sibuk, dan kehidupan sebelum kematian.

Ingatlah, wahai kaum Muslimin, bahwa kita diciptakan untuk negeri yang kekal, bukan untuk dunia yang fana ini. Hari-hari berlalu dengan sangat cepat, dan setiap hari yang berlalu semakin mendekatkan kita kepada akhirat.

Orang yang berbahagia adalah yang mempersiapkan bekal untuk kehidupan abadi. Orang yang cerdas adalah yang menjadikan amalnya sebagai persiapan untuk hari kebangkitan.

Demi Allah, hanya tinggal beberapa hari lagi, lalu seseorang dikatakan sakit. Kemudian ia terbaring di rumah sakit. Setelah itu disalatkan jenazahnya. Lalu namanya perlahan terlupakan dari dunia. Yang tersisa hanyalah amal salehnya.

Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:

إن الله لم يجعل لعمل المؤمن أجلًا دون الموت

“Allah tidak menjadikan batas akhir amal seorang mukmin selain kematian.”

Kemudian beliau membaca firman Allah:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian).” (QS. Al-Hijr: 99)

Wahai saudaraku yang dimuliakan Allah,

Tanyakan kepada diri sendiri: apakah dari hari-hari mulia yang telah berlalu ada sesuatu yang benar-benar tersisa dalam dirimu? Apakah salat kini lebih engkau cintai? Apakah Al-Qur’an lebih dekat dengan hatimu? Apakah zikir lebih mudah terucap dari lisanmu? Apakah amal saleh semakin engkau sukai?

Jika jawabannya “ya”, maka itulah keuntungan yang sesungguhnya. Itulah buah amal yang harus dijaga dan dipelihara.

Peliharalah apa yang telah engkau capai. Sebab modal terbesar bukanlah amal yang telah berlalu, tetapi amal yang terus berlanjut hingga akhir hayat.

Maka manfaatkan sisa umur dengan memperbanyak kebaikan. Orang yang cerdas adalah yang setiap harinya menjadi lebih dekat kepada Allah dibanding hari sebelumnya.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللهم يا مقلِّب القلوب، ثبِّت قلوبنا على دينك، اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحُسن عبادتك، اللهم لا تَجعلنا ممن يعرفونك في المواسم، وينسونك في سائر الأيام، واجعل خيرَ أعمارنا آخرها، وخيرَ أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك.

اللهم وفِّق وليَّ أمرنا ووليَّ عهده لكل خير، وأعِنهم على ما فيه صلاح البلاد والعباد، وأدِم على بلادنا الأمن والإيمان والرخاء والاستقرار.

عباد الله، ﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾ [النحل: 90]، فاذكروا الله العظيم يَذكُركم، واشكروه على نعمه يَزِدْكم، ولذكرُ الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Referensi: https://www.alukah.net/sharia/1067/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here