Home Aqidah Fiqih Asmaul Husna (Bag.10): Al-Hayyu dan Al-Qayyuum

Fiqih Asmaul Husna (Bag.10): Al-Hayyu dan Al-Qayyuum

274
0

Nama Allah subhanahu wata’ala Al-Hayyu maknanya adalah yang Maha Hidup, dan Al-Qayyuum maknanya adalah yang Maha Tegak sendiri dan menegakkan, atau maha mengurusi ciptaannya yang keduanya termasuk nama-nama Allah yang paling mulia.

Nama Allah subhanahu wata’ala Al-Hayyu  dan Al-Qayyuum disebutkan dalam Al-quran secara bersamaan dalam tiga ayat, Allah ta’ala berfirman :

الله لا إله إلا هو الحي القيوم

“Dialah Allah, tiada ilah (yang haq) kecuali -Dia, yang maha hidup maha berdiri sendiri” (Ayat kursy)

الله لا إله إلا هو الحي القيوم

“Dialah Allah, tiada ilah (yang haq) kecuali -Dia, yang maha hidup maha berdiri sendiri” (QS. Ali-‘imran: 1-2)

وعنت الوجوه للحي القيوم

“Dan semua wajah tertunduk di hadapan Allah, yang maha hidup maha berdiri sendiri” (QS. Thaha: 111)

Dan disebutkan bersendiri dalam banyak ayat, diantaranya

 وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْحَىِّ ٱلَّذِى لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya”(QS. Al-Furqan: 58).

 هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam” (QS. Al-Mu’min: 65).

Makna Al-Hayyu adalah kehidupan Allah yang Azaly (tidak didahului ketiadaan <selainnya didahului dengan ketiadaan> dan tidak diakhiri dengan kematian)

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan berkaitan dengan nama Allah Al-hayyu “Kehiduan Allah sempurna Al-Hayaah Al-Kaamilah kehidupan Allah melazimkan memilki sifat-sifat lazimah (dzatiyah) yang sempurna, seperti melihat mendengar Qudrah ilmu dan lain lain, kesimpulannya :semua sifat dzatiyah Allah Kembali kepada nama Allah Al-Hayyu.”

Kata Al-Qayyuum القيوم diambil dari kata قام – يقوم yang berarti berdiri, makna Al-Qayyuum adalah قيمه بنفسه Maha Tegak dengan dirinya sendiri, dan tidak membutuhkan kepada selainnya dan maha mengurusi makhluk-makhluknya.

Dalil bahwa Allah maha mengurusi makhluk-makhluknya,

 أَفَمَنْ هُوَ قَائِمٌ عَلَىٰ كُلِّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ

“Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?” (QS. Ar-Ra’d: 33).

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَنْ تَزُولَا ۚ وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (QS. Fatir: 41).

Ibnul Qayyim Aljauzy juga menjelaskan tentang A-qayyuum “Maha mengurusi makhluknya melazimkan Allah memiliki sifat-sifat fi’liyah yang sempurna seperti menciptakan menghidupkan mematikan dan lainnya, kesimpulannya : semua sifat fi’liyah (yang berkaitan dengan pengaturan makhluk) Kembali pada nama Allah Al-qayyuum.

Dengan demikian nama Allah Al-hayyu dan Al-qayyuum adalah diantara nama Allah yang paling agung yang jika seseorang berdoa dengan keduanya maka doanya mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Dari Anas bin Maalik radhiyallahu’anhu beliau berkata,

 كانَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ إذا كربَهُ أمرٌ قالَ: يا حيُّ يا قيُّومُ برَحمتِكَ أستغيثُ

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam jika terdesk pada suatu perkara beliau bersabda “wahai dzat yang maha hidup dan maha berdiri sendiri, dengan rahmatmu aku memohon” (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh syeikh Alalbany)

عن أنس أن رجلاً دعا فقال: اللهم إني أسألك بأن لك الحمد لا إله إلا أنت المنان بديع السماوات والأرض يا ذا الجلال والإكرام! ياحيُّ ياقيوم! فقال النبي صلى الله عليه وسلم: لقد دعا الله باسمه الأعظم الذي إذا دُعِيَ به أجاب، وإذا سُئِلَ به أعطى

“Dari Anas bin Maalik bahwa seseorang berdoa kemudian berkata “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadamu dengan seluruh pujian, tiada ilah yang haq kecuali engkau yang maha memberi lagi pencipta seluruh langit dan bumi, wahai yang maha agung lagi maha mulia, wahai yang maha hidup dan maha berdiri sendiri” maka Nabi Shalallahu “alaihi wasallam bersabda : “Sungguh di telah berdoa kepada Allah dengan nama Allah yang paling mulia, yang jika berdoa dengannya maka akan dikabulkan, jika meminta dengannya akan diberikan” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Maajah, dan dishahihkan oleh Syeikh Alalbany)

Maka tatkala kita membaca naman nama tersebut, renungkanlah makna yang terkandung dan jangan lupakan keduanama Allah Al-Hayyu Al-Qayyum saat kita berdoa.

Semoga Allah memberikan manfaat dalam coretan ini kepada penulis dan pembaca, insyaaAllah kami akan membahas nama Allah Al-Khaliq dan Al-Khallaq di artikel yang akan datang, wallahu a’lam bisshawaab

Referensi : Fiqih Al Asmaa Al Husnaa yang di karang oleh syeikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafidzahullahu ta’aala, dan juga penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja hafidzahullahu ta’ala.

Ditulis Oleh : Badruz Zaman, Lc

Artikel: HamalatulQuran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here