Home Aqidah Akidah Imam Asy-Syafii (Bag. 4): Makna Kalimat Tauhid

Akidah Imam Asy-Syafii (Bag. 4): Makna Kalimat Tauhid

635
0

Dakwah baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dakwah tauhid, inti dari setiap apa yang beliau sampaikan dari awal berdakwah sampai menjelang kematian beliau adalah selalu tentang tauhid.

Maka bagi setiap muslim wajib baginya untuk belajar tauhid, minimal paham betul dan mengamalkan pokok dari kalimat tauhid yaitu,

لا إله إلا الله

“Tidak ada tuhan yang berhak disembah (diibadahi) selain Allah Ta’ala.”

Dari Sahabat Abi Malik dari ayahnya ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله

“Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) dan mengingkari semua yang disembah selain Allah, haramlah harta dan darahnya dan hisabnya tergantung kepada Allah.” (HR. Muslim no. 23)

Imam Asy-Syafii meriwayatkan dari sahabat Ubadah bin Al-Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata, Kami berbaiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan enam hal sebagaimana para Wanita telah berbaiat dengan 6 hal tersebut,

أنْ لا تُشرِكوا باللَّهِ شيئًا، ولا تسرِقوا، ولا تزنوا، ولا تقتُلوا أولادكم ولا يغتَبْ بعضُكم بعضًا، ولا تعصوني في معروفٍ،فمن أصاب منهنَّ حدًّا فعُجل له عقوبتُه، فهو كفارتُه، وإن أُخر عنه فأمرُه إلى اللهِ إن شاءَ عذَّبَه وإن شاء رَحِمَهُ

(Yaitu berbaiat) untuk tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak berbuat dosa yang didatangkan diantara tangan-tangan dan kaki-kaki kalian, tidak mendurhakaiku dalam perkara yang ma’ruf. Siapa diantara kalian yang menunaikannya maka baginya pahala di sisi Allah, dan siapa yang melanggarnya lalu Allah menghukumnya di dunia ini maka hukuman itu sebagai tebusan, dan siapa yang melanggarnya maka perkaranya terserah kepada Allah. Jika Dia menghendaki, akan disiksanya dan jika Dia menghendaki akan diampuinya (di akhirat) ” (As-Sunan Al-Ma’tsurah lisy Syafi’I hlm. 438)

Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata, “Adapun apa yang Allah wajibkan dan harus ada dalam hati setiap orang muslim dari keimanan adalah: Brikrar, memahami, ridha dan menerima dengan tulus hati bahwa Allah adalah dzat satu-satunya yang berhak diibadahi dan tidak ada sekutu baginya, Ia tidak memiliki pasangan dan tidak pula memiliki anak. serta bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba dan rasul-Nya. Serta berikrar pula dengan apa yang datang dari Allah Ta’ala (berupa syariat) melalui Nabi-Nya atau dari kitab-Nya (Al-Quran) demikianlah apa yang Allah Ta’ala wajibkan ada dalam setiap hati (mukmin).” (Manaqib Asy-Syafii 1/389)

Abul Abbas bin Suraij Al-Baghdadi rahimahullah berkata,

توحيد أهل العلم وجماعة المسلمين أشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله

“Tauhidnya ahli ilmu dan kaum muslimin adalah bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhamamd shallallahu ‘alaihi wasallam adalah rasulullah (utusan Allah).” (I’lam Al-Muwaqi’in 4/191)

Referensi: Kitabut Tauhid fii Dhaui ‘Aqidati Al-Imam Asy-Syafi’i

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here