Home Artikel Fiqih Asmaul Husna (Bag.7): Nama Allah dan Ilah

Fiqih Asmaul Husna (Bag.7): Nama Allah dan Ilah

584
0

Sesungguhnya inti atau pokok dari Asmaaul husnaa yang seluruh nama-nama Allah Kembali kepada nama tersebut, ada tiga nama yaitu Allah, Rabb dan Ar-Rahman maka nama Allah mengandung sifat-sifat uluuhiyyah, dan nama rabb mengandung sifat-sifat rububiyyah, dan Ar-Rahman mengandung sifat-sifat keindahan kedermawanan dan seluruh kebaikan, dan nama-nama Allah meliputi tiga nama tersebut, yang terkumpul di dalam surat Al-Fatihah.

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah ta’aala berkata :

إعلم أن هذه السورة إشتملت على أمهات المطالب العالية أتم اشتمال، و تضمنتها أكمل تضمن، فاشتملت على تعريف بالعبود تبارك وتعالى بثلاثة أسماء الحسنى و الصفات العليا إليها، و مدارها عليها، و هي : (( الله و الرب و الرحمان ))، و بنيت السورة على الإلهية و الربوبية و الرحمة ف(إيّاك نعبد) مبني على الإلهية، و( إيّاك نستعين ) على الربوبية، و طلب الهداية إلى صراط المستقيم بصفة الرحمة، و الحمد يتضمن الأمور الثلاثة، فهو المحمود في إلهيته و ربوبيته و رحمته

“Ketahuilah bahwa surat ini (Alfatihah) mencakup perkara-perkara yang paling pokok yang paling istimewa dengan cakupan yang sempurna, dan memiliki kandungan makna yang sempurna, maka cakupan pengertian mengenai Allah tabaaroka wata’aala dalam tiga nama dari nama-nama-Nya yang terindah dan sifat-sifat-Nya yang termulia, dan Asmaaul husnaa yang seluruh nama-nama Allah Kembali kepada nama tersebut, yaitu ( Allah Rabb dan Arrohman ) dan surat alfatihah terbangun atas peribadatan ketuhanan dan kasih saying, maka potongan ayat (hanya kepadamu kami beribadah) terbangun atas peribadatan, (dan hanya kepadamu kami memohon pertolongan) terbangun atas ketuhanan, dan memohon hidayah ke jalan yang lurus terbangun atas kasih saying Allah ta’aala, dan seluruh pujian mengandung tiga hal, yaitu dialah Allah yang maha terpuji dalam peribadatan ketuhanan dan kasih sayang-Nya”. (Madarijus Salikin 1/7)

Nama Allah ta’aala yang kita bahas pertama insyaaAllah adalah الله, yang merupakan nama yang paling mulia sebagaimana disebutkan oleh para ulama, diantara dalil yang menunjukan  hal tersebut adalah firman Allah ta’aala dalam surat Al A’rof yang ke 180 :

و لله الأسماء الحسنى فادعوه بها

nama “Allah” berasal dari kata إله, wazannya adalah أله – يأله – إله , kata إله wazannya adalah فعال maknanya مفعول, sebagaimana مكتوب ~ كتاب  yaitu yang di tulis, معبود – مألوه – إله maknanya yaitu yang di sembah, Ibnu ‘Abbas radhiyallah ‘anhu berkata :

“الله” : ذو الألوهيّة و المعبوديّة على خلقه أجمعيا

“Allah” : “Dialah pemilik penyembahan dan peribadatan dari seluruh makhluqnya.”

 

Diantara kekhususan nama “Allah” adalah:

1. “Allah” adalah sumber dari semua nama, kita mengatakan diantara nama-nama Allah adalah Arrohman, Alghofur, dan seterusnya, akan tetapi tidak sebaliknya diantara nama Arrohman adalah Allah, dalilnya adalah firman Allah surat thoha ayat ke 8 :

الله لا إله إلا هو له الأسماء الحسنى

“Dialah Allah tidak ada sesembahan yang haq kecuali dia, dan milik-Nya nama-nama terindah”.

2. Nama “Allah” adalah nama yang khusus untuk Allah saja, tidak boleh menamakan seseorang dengan nama Allah.

3. Tidak dihilangkan alif lam (ال) tatkala kita menyeru nama Allah seperti “يا الله “ berbeda dengan nama-nama yang lain maka alif lam dihilangkan, seperti “يا رحمن”.

4. Dialah (Allah) nama yang paling banyak disebutkan dalam Al-Qur’an.

Semoga Allah memberikan manfaat kepada penulis dan pembaca, insyaalloh kami akan membahas nama Allah yang kedua yaitu Robb di artikel yang akan datang, wallahu a’lam bisshawaab

Referensi : Fiqih Al Asmaa Al Husnaa yang di karang oleh syeikh ‘Abdurrozzaq bin ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafidzahullahu ta’aala, dan penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja hafidzahullahu 

Ditulis Oleh : Badruzzaman, Lc

Artikel : Hamalatulquran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here