Home Artikel Adab dan Akhlak Adab dalam Islam #1 : Adab Menuju Masjid

Adab dalam Islam #1 : Adab Menuju Masjid

707
0

Masjid adalah tempat yang dikhususkan untuk mengerjakan shalat lima waktu, bila yang dimaksud adalah tempat sujud saja maka Bahasa Arabnya adalah masjad bukan masjid. (Lisanul Arob 3/204)

Masjid secara bahasa berarti tempat yang digunakan untuk sujud. Selanjutnya, makna di sini dipakai untuk pengertian sebuah bangunan yang didirikan untuk tempat berkumpul kaum muslim untuk mengerjakan shalat. Az-Zarkasi rahimahullaah dalam kitab I’lamus Sajid fi Ahkami Al Masajid berkata: “Karena sujud merupakan rangkaian shalat yang paling mulia, mengingat betapa dekatnya seorang hamba dengan Robbnya ketika sujud, maka tempat tersebut dinamakan masjid dan tidak dinama- kan marka’ (tempat ruku’). Arti masjid dikhususkan sebagai tempat yang disediakan untuk mengerjakan shalat lima waktu sehingga tanah lapang yang biasa digunakan kaum muslim untuk mengerjakan shalat hari raya ‘Idul Fitri, ‘Idul Adha, dan lainnya tidak bisa disebut masjid”.

Sedangkan dalam pengertian syar’i masjid adalah tempat yang disediakan untuk mengerjakan shalat lima waktu untuk selamanya.

Setelah kita terangkan makna masjid secara ringkas, kini kita lanjutkan dengan pembahasan terkait adab-adab menuju masjid untuk shalat berjamaah, berikut ini adab-adabnya;

Pertama, Berwudhu Sebelum Berangkat.

Orang yang hendak melaksanakan shalat berjamaah di masjid, maka dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu di rumah, berdasarkan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam,

ما مِن رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فيُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ يَعْمِدُ إلى مَسْجِدٍ مِن هذِه المَسَاجِدِ، إلَّا كَتَبَ اللَّهُ له بكُلِّ خَطْوَةٍ يَخْطُوهَا حَسَنَةً، وَيَرْفَعُهُ بهَا دَرَجَةً، وَيَحُطُّ عنْه بهَا سَيِّئَةً

“Tidaklah seseorang yang bersuci secara sempurna (di rumahnya), lalu pergi menuju masjid, melainkan dengan setiap langkah yang ditempuhnya Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan, meninggikan derajatnya satu tingkatan, dan menghapuskan satu dosa baginya. (HR. Muslim no.654)

Kedua, Memakai Pakaian Terbaik.

Sebelum berangkat ke masjid hendanya setiap muslim berdandan terlebih dahulu dan memakai pakaian yang terbaik, hal ini sebagai bentuk pengamalan firman Allah Ta’ala,

یَـٰبَنِیۤ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِینَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِد

Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaian kamu yang terbaik setiap (memasuki) masjid.” (QS. Al-A’raf : 71)

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ

“Sungguh Allah Mahaindah dan menyukai keindahan”. (HR. Muslim)

Ketiga, Menjauhu Aroma-Aroma yang Tidak Sedap.

Setiap orang yang hendak pergi menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah hendaknya ia menjauhi aroma-aroma yang tidak sedap, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزلْنَا أَوْ ليَعْتَزلْ مَسْجدَنَا وَليَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ

“Barangsiapa memakan bawang putih atau bawang merah, hendaknya ia menjauh dari kami atau menjauh dari masjid kami dan hendaknya ia berada di rumahnya”. (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Hal ini karena aroma-aroma yang tidak sedap dapat mengganggu kekhusyukan dalam shalat, selain itu dalam hadis yang shahih juga diterangkan bahwa aroma yang tidak sedap juga dapat mengganggu para malaikat.

Keempat, Berdoa Ketika Keluar Rumah.

Ketika hendak pergi ke masjid dan seorang keluar dari rumahnya maka hendaknya ia berdoa,

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَأَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّأَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّأَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَأَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, Aku meminta perlindungan kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, berbelok dari jalan yang benar atau dibelokkan dari jalan yang benar, berbuat kezaliman atau dizalimi, berbuat kejahilan atau dijahili”. (HR. Abu Daud no. 5094)

Kelima, Berjalan dengan Tenang

Ketika berjalan menuju masjid denganya berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, hal ini berdasarkan sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam,

إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ، فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالوَقَارِ، وَلاَ تُسْرِعُوا، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

“Apabila kalian telah mendengar iqamah, tetap berjalanlah kalian menuju shalat berjama’ah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa dan janganlah kalian mempercepat Langkah kalian. Selanjutnya, kerjakanlah raka’at yang kalian dapati (bersama imam) dan sempurnakanlah raka’at yang tertinggal.” (HR. Muslim no.945)

Keenam, Memilih Masjid yang Terekat dengan Tempat Tinggal

Seorang muslim hendaknya menghindari sikap menjauhi masjid yang letaknya paling dekat dengan rumahnya, kecuali bila ada udzur syar’I, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tealh bersabda,

لِيُصَلِّ أحَدُكم في مسجِدِه ولا يتتبَّعِ المساجِدَ

“Hendaklah seorang diantara kalian menunaikan shalat di masjid yang terdekat dengan tempat tinggalnya dan janganlah mencari masjid yang lain.” (HR. Thabrani no. 235)

Demikianlah beberapa adab penting yang seyogyanya kita pelihara Ketika hendak berjalan menuju masjid.

***
Referensi:

  • Shalatuul Mukmin, karya syaikh Sa’ad bin Ali bin Wahf Al Qohthani
  • I’lamus Sajid fi Ahkami Al Masajid, karya Az Zarkasyi

Ditulis Oleh: Muhammad Fatwa Hamidan, BA.

HamalatulQuran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here