Home Artikel Perniagaan Tanpa Rugi di Masa Pandemi

Perniagaan Tanpa Rugi di Masa Pandemi

573
0

Saat ini kita masih berada di masa pandemi Covid-19. Ia hadir bukan hanya menjadi sebuah ujian bagi kesehatan belaka, namun ia juga memberi dampak yang cukup signifikan bagi berbagai lapisan ekonomi masyarakat. Bagi mereka yang pendapatannya terkesan seret dan susah dengan adanya pandemi Covid-19 ini, jangan sampai pendapatan pahalanya juga ikut seret. Karena bila pendapatan pahala juga seret berarti ia telah rugi dua kali, rugi dasi sisi dunianya dan rugi dasi sisi akhiratnya.

Walau saat ini berbagai perniagaan ada yang seret dan bahkan sulit untuk mendapatkan laba minimal, namun sejatinya ini adalah waktu bagi kita untuk mengembangkan dan memaksimalkan ‘perniagaan’ kita dengan Allah Ta’ala. Karena jalur perniagaan ini tidak akan pernah menemui kerugian.
Setidaknya ada tiga perniagaan yang tidak akan rugi sama sekali:

1. Membaca Al-Quran
2. Mendirikan Shalat.
3. Membelanjakan Harta di Jalan Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

“Sesungguhnya mereka yang membaca kitab Allah, mendirikan sholat, serta membelanjakan harta yang telah Kami rezekikan kepada mereka secara sembunyi dan juga secara terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak pernah rugi.” (QS. Fathir: 29)

Kita ‘jual’ diri dan harta kita kepada Allah Ta’ala, maka Allah akan ‘membelinya’ dengan ganjaran pahala dan surga. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy rahimahullah berkata:

لن تكسد وتفسد، بل تجارة، هي أجل التجارات وأعلاها وأفضلها، ألا وهي رضا ربهم، والفوز بجزيل ثوابه، والنجاة من سخطه وعقابه، وهذا فيه أنهم يخلصون بأعمالهم، وأنهم لا يرجون بها من المقاصد السيئة والنيات الفاسدة شيئا

“Ini adalah perniagaan yang tidak akan merugi dan binasa, bahkan ini adalah perniagaan yang paling agung, paling tinggi dan utama, yang dengannya seorang hamba mencari ridha Rabb mereka, meraih pahala yang bercucuran, keselamatan dari murka dan adzab-Nya. Dan semua ini mereka raih dengan keikhlasan mereka dalam beramal, serta karena mereka tidak mengharapkan tujuan-tujuan yang buruk dan rusak.” (Taisir Karim Ar Rahman hlm.689)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Amal shaleh adalah ‘perniagaan’ yang paling agung karena menghasilkan keuntungan yang paling besar dan kekal abadi, inilah perniagaan yang dengannya akan diraih semua harapan kebaikan dan terhindar dari semua keburukan yang ditakutkan, inilah perniagaan yang jelas lebih mulia dan lebih besar keuntungannya dari pada perniagaan duniawi yang dikejar oleh mayoritas manusia. (Tafsir Ibnu Katisr 4/463)

Oleh karena itu, di masa pandemi ini dengan adanya berbagai dilema kehidupan yang datang silih berganti jangan sampai membuat kita lupa untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala serta memperbanyak amal shaleh seperti membaca Al-Quran, mendirikan shalat dan bersedekah. Karena setiap amala shaleh itu akan senantiasa memberikan keuntungan bagi pelakunya

Pembaca yang budiman, mari sejenak kita renungkan firman Allah Ta’ala berikut ini,

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ

  وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?. Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al ‘Ankabut: 2-3)

Kita semua sadar dan yakin bahwa ujian Covid-19 yang telah sampai ditengah-tengah kita ini adalah dari Allah Ta’la, maka hanya kepada-Nya lah kita berlindung, bersandar dan memohon pertolongan. Semoga Covid-19 ini segera Allah angkat dari muka bumi. Amin

***
Referensi:
-Tafsir Ibnu Katsir
-Taisir Karim Ar Rahman

Ditulis oleh : Muhammad Fatwa Hamidan
(Alumni PP Hamalatul Quran Yogyakarta dan Mahasiswa fakultas Syari’ah, Universitas Islam Madinah)

Artikel: HamalatulQuran.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here