Home Artikel Alquran Mutiara Faidah Juz 12

Mutiara Faidah Juz 12

221
0

Pada juz 12 ini mencakup Surat Hud ayat 6-123 dan surat Yusuf ayat 1-52. Berikut ini pokok kandungan dan pembahasan yang ada pada juz keduabelas.

Surat Hud ayat 6-123

1. Surat ini berisikan keagungan Allah Ta’ala, luas ilmu-Nya dan Dialah yang mengatur segala rezeki bagi hamba-hamba-Nya.

2. Diantara keagungan Al-Quran adalah bahwa orang-orang yang ingin mendustakan Al-Quran mereka tidak mampu membuat semisal Al-Quran baik itu hanya 10 surat atauh bahkan hanya 1 surat walaupun seluruh ahli bahasa mereka telah berkumpul.

3. Kisah Nabi Nuh dengan kaumnya serta perintah Allah kepadanya untuk membuat kapal.

4. Kisah Nabi Hud, disini kita belajar bahwa istighfar (mohon ampun kepada Allah) adalah sebab kekuatan jiwa dan raga. Ketika kaumnya mendustakannya beliau tetap bersabar, bertawakal bahkan bermunajat kepada Allah.

5. Pada akhir surat dijelaskan akan perintah Istiqomah dan bersabar di atas jalan dakwah.

Surat Yusuf ayat 1-52

1. Surat ini menjelaskan pentingnya sebuah mimpi serta penting bagi setiap orang tua untuk mendengarkan apa yg diceritakan oleh anaknya.

2. Kisah akan hasadnya saudara-saudara Nabi Yusuf serta ujian ketampanan yang beliau alami

3. Penjelasan kisah Nabi Yusuf dari dimasukkan ke dalam sumur sampai menjadi penguasa Mesir

4. Fitnah wanita adalah salah satu fitnah yang besar dalam hidup manusia.

5. Kisah ketika Nabi Yusuf berada di penjara mengajarkan akan pentingnya kesabaran dan berakhlak mulia bagi para da’i di mana pun berada.

Faidah dari Juz 12

1. Maksud dan tujuan Allah ceritakan kisah-kisqh Nabi yaitu bermuara pada ayat

فَلَعَلَّكَ تَارِكُۢ بَعۡضَ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ وَضَآئِقُۢ بِهِۦ صَدۡرُكَ أَن يَقُولُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ كَنزٌ أَوۡ جَآءَ مَعَهُۥ مَلَكٌۚ إِنَّمَآ أَنتَ نَذِيرٞۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٌ

“Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?” Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu.” (QS. Hud: 12)

Sebagai nasehat dan motivasi bagi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berdakwah serta agar meneguhkan hati beliau.

2. Tidak semua mimpi indah dan baik itu boleh diceritakan kepada semua orang, terutama kepada orang yang dikhawatirkan akan hasad dan dengki bila mendengar mimpi indah kita.

قَالَ يَٰبُنَيَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلَىٰٓ إِخۡوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيۡدًاۖ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ

“Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.” (QS. Yusuf : 5)

Referensi: Hidayat Al-Ajza’ karya syaimh Umar bin Abdillah Al-Muqbil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here