Home Artikel Alquran Tujuh Tahapan Dalam Mempelajari Ilmu Tajwid

Tujuh Tahapan Dalam Mempelajari Ilmu Tajwid

843
0

Untuk menguasai sebuah ilmu dengan baik membutuhkan proses yang panjang, tak ada jalan pintas alias shortcut dalam hal ini; sebab ilmu memang menuntut pengorbanan. Dan sesuatu yang didapatkan dengan cepat nan instan, maka akan menghilang dengan cepat pula.

Para ulama sedari dulu juga telah memperingatkan akan hal ini, sebagaimana nasehat Abdulloh bin Yahya rahimahullah,

لا يسْتَطَاع الْعِلْمَ بِرَاحَةِ الْجِسْمِ

“Ilmu tidak akan didapatkan dengan bersantai ria”.

Terdapat pula sebuah ungkapan yang cukup masyhur dalam hal ini,

لَوْكَانَ نُوْرُ الْعِلْمِ يُدْرِك بِالْمُنَى، لَا يَبْقَى الْبَرِية جَهِل

“Seandainya ilmu bisa diraih dengan berkhayal, niscaya tak akan ada lagi orang yang bodoh”.

Ya, merupakan sebuah sunnatulloh bahwa sesuatu yang berharga harus didapatkan dengan penuh perjuangan, terlebih lagi ilmu yang merupakan cahaya Allah subhanahu wata’ala.

Demi memudahkan penuntut ilmu dalam meniti jalan panjang tersebut, para ulama telah memberikan sebuah konsep belajar dari level pertama hingga lanjutan. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab seseorang yang salah mengambil langkah dalam mempelajari sebuah ilmu tak ubahnya seperti musafir yang salah arah hingga tersesat tak menentu.

Artikel kali ini merupakan persembahan kepada para penuntut ilmu yang ingin menguasai ilmu tajwid dengan baik. Sekaligus sebuah hadiah untuk para pengajar Al-Quran yang senantiasa berjuang dalam mencetak generasi penghafal Al-Quran yang mumpuni. Dan kado istimewa bagi siapapun yang cinta terhadap kalamullah yang mulia.

Tahapan Pertama: Menghafal Matan Tuhfatul Athfal
Mandhumah atau matan Tuhfatul Athfal karya syaikh Sulaiman Al-Jamzuri rahimahullah ini terkenal dengan kemudahan susunan kalimatnya alias tidak rumit, pun begitu dengan makna yang terkandung. Tak mengherankan jika matan satu ini mendapatkan sambutan yang hangat dari kalangan penuntut ilmu di penjuru dunia.

Berdasarkan alasan diatas, matan satu ini sangat cocok untuk menjadi langkah awal seseorang dalam mengarungi samudra ilmu tajwid. Sebab memulai dengan level kesulitan yang rendah akan menjaga semangat seseorang dalam menuntut ilmu.
Selain itu, sudah cukup banyak audio rekaman bacaan matan ini yang akan membantu kita untuk menghafalnya.

Tahapan Kedua: Pelajari Syarah Tuhfatul Athfal
Berbagai syarah dari matan satu ini juga sudah banyak beredar, diantaranya ialah syarah sang pengarang sendiri yang bernama Fathul Aqfal. Terdapat pula syarah lain yang cukup direkomendasikan yaitu Minhatu Dzil Jalal karya Syaikh ‘Ali Adh-Dhobba’ rahimahullah serta Taqrib Al-Manal karya Syaikh Hasan Dimasyqiyah rahimahullah.

Jika ternyata anda belum begitu mahir dalam bahasa Arab, maka alternatif lainnya ialah mengikuti dauroh syarah matan satu ini atau mendengarkan rekaman penjelasan yang juga cukup banyak beredar di internet.

Pada tahapan ini, kami juga merekomendasikan untuk banyak mendengarkan murottal Al-Quran, terutama surat-surat pendek. Tujuannya adalah agar telinga kita terbiasa dan memahami bacaan yang benar. Diantara murottal yang cocok adalah murottal Syaikh ‘Ali Al-Hudzaifi hafidzahullah dan Syaikh Muhammad Ayyub rahimahullah.

Tahapan Ketiga: Menghafal Matan Jazariyah
Tak bisa dipungkiri bahwa Matan Jazariyah merupakan sebuah karya fenomenal. Karya Ibnul Jazari rahimahullah satu ini mendapuk peringkat pertama sebagai mandhumah yang paling masyhur dalam ilmu tajwid. Dan bukan hanya itu, banyak diantara para masyayikh yang mensyaratkan hafalan serta pemahaman yang bagus terhadap matan ini sebelum diizinkan mengambil sanad pada mereka.

Selain pembahasannya yang menyeluruh dan mencakup hampir semua pembahasan ilmu tajwid, matan satu ini juga memiliki susunan kata yang mudah untuk dihafal.

Tentunya akan lebih baik lagi jika bisa menyetorkan hafalan matan Jazariyah kepada guru yang telah memiliki sanad matan ini, sehingga ia juga berkesempatan untuk mewarisi silsilah sanad tersebut.

Tahapan Keempat: Menelaah Syarah Jazariyah
Setelah menghafalnya, atau ditengah proses menghafal, hendaknya diiringi dengan menelaah syarah dari matan Jazariyah ini; sehingga terkumpul dalam satu waktu antara hafalan dan pemahaman yang baik.

Matan satu ini memiliki cukup banyak syarah, mulai dari karya ulama terdahulu hingga syarah para ulama kontemporer. Diantara syarah yang cukup bagus untuk pemula adalah Ad-Daqoiq Al-Muhakkamah karya Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshori rahimahullah dan Asy-Syarhu Al-Wajiz karya Doktor Ghonim Qodduri hafidzahullah.

Tahapan Kelima: Mempelajari Kitab Pelengkap Matan Jazariyah
Setelah menghafal dan menguasai isi kandungan dari matan Jazariyah, maka alangkah baiknya jika dilengkapi dengan mempelajari berbagai kitab yang memiliki pembahasan tambahan. Diantaranya ialah matan As-Salsabil Asy-Syafi karya Syaikh Utsman Murod dan At-Tuhfah As-Samanudiyah karya Syaikh Ibrohim As-Samanudi rahimahumallah.

Disamping itu, akan sangat baik jika menghafal Asy-Syawahid Al-Mukhtaroh min Al-Mandhumah Al-Muharroroh fi At-Tajwid karya Syaikh Ilyas Al-Barmawi hafidzahullah.

Tahapan Keenam: Memperluas Wawasan
Setelah berhasil melewati 5 tahapan dengan baik, maka seorang penuntut ilmu sudah dirasa cukup untuk bisa menyelami samudra ilmu tajwid yang lebih dalam, yaitu dengan mempelajari berbagai kitab yang memiliki pembahasan lebih luas dan rinci. Cukup banyak karya ulama yang bisa dinikmati pada tahapan ini, diantaranya:

  • Mandhumah Al-Khoqoni karya Imam Al-Khoqoni rahimahullah.
  • At-Tanbih ‘ala Al-Lahn Al-Jaly wa Al-Khofi karya As-Sa’idi rahimahullah.
    At-Tahdid karya Abu ‘Amr Ad-Dani rahimahullah.
  • Ar-Ri’ayah karya Makki bin Abi Tholib rahimahullah.
  • Juhdu Al-Muqil karya Al-Mar’asyi.

Tahapan Ketuju: Menelaah Kitab Waqof & Ibtida
Tahapan-tahapan sebelumnya sejatinya telah mencakup pembahasan ilmu waqof dan ibtida. Hanya saja jika ingin memahami ilmu satu ini dengan lebih baik, maka hendaknya menelaah kitab khusus dalam pembahasannya. Salah satu kitab yang cocok adalah Manarul Huda karya Imam Al-Asymuni rahimahullah.

Inilah 7 tahapan yang hendaknya dilalui secara runtut agar seorang penuntut ilmu bisa menguasai ilmu tajwid dengan baik. Semoga Allah subhanahu wata’ala mengaruniakan kepada kita ilmu yang bermanfaat. Amiin.

Referensi:
-Shahih Muslim
-As-Subul Al-Mardhiyyah li Tholab Al-‘Ulum Asy-Syar’iyyah, Ahmad Salim

Ditulis oleh : Afit Iqwanuddin, Lc. (Alumni PP Hamalatul Quran Yogyakarta dan Mahasiswa S2 Ilmu Qiroat, Fakultas Al Quran, Universitas Islam Madinah)

Artikel HamalatulQuran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here