Home Artikel Tahun Baru, Resolusi Baru: Menjadikan Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup

Tahun Baru, Resolusi Baru: Menjadikan Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup

156
0
campaign psb PPHQ 26-27

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Khutbah Pertama 

الحَمدُ لِـلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ وَأَظْهَرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْنَ، هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ، أَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا هُوَ أَهْلُهُ وَأَشْكُرُهُ شُكْرَ مَنْ يَسْتَزِيْدُهُ وَيَتَضَرَّعُ إِلَيْهِ وَحْدَهُ

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ  فِي رُبُوْبِيَّتِهِ وَأُلُوْهِيَّتِهِ وَكَمَالِ ذَاتِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مَحَمَّداً عَبْدُهُ وَرُسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِمْ وَاسْتَنَّ بِسُنَّتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِينِ وَبَعْدُ

يَا أَيَّهَا النَاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Dalam rentetan waktu yang terus berputar, kita kembali disuguhkan oleh realita bahwa usia kita semakin berkurang, sementara beban amal dan persiapan menuju akhirat semakin mendesak. Tidak terasa, kita telah melewati satu fase ke fase berikutnya. Fenomena yang kerap muncul di awal tahun adalah euforia tentang “Resolusi Tahun Baru”. Banyak orang berbondong-bondong membuat catatan target, perubahan gaya hidup, dan pencapaian duniawi. Namun, sebagai seorang Muslim, kita wajib bertanya: Apakah resolusi kita hanya sekadar mengikuti arus zaman, ataukah kita memiliki pedoman yang kokoh?

donatur-tetap

Surah Ar-Ra’d, ayat 37, memberikan peringatan tegas:

وَأَلَّا يَقُولُوا إِنَّمَا أَنْزَلَ الْكِتَابَ عَلَى طَائِفَتَيْنِ مِنْ قَبْلِنَا وَإِنْ كُنَّا عَنْ دِرَاسَتِهِمْ لَغَافِلِينَ

“Dan agar mereka tidak berkata: ‘Sesungguhnya Al-Kitab (Al-Qur’an) ini diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami benar-benar tidak mengetahui apa yang mereka pelajari’.”

Ayat ini mengingatkan kita, jangan sampai kita berdalih bahwa Al-Qur’an hanya untuk generasi terdahulu. Jangan sampai kita menjadi orang yang “ghafil” (lalai) dari mempelajari petunjuk ini. Tahun baru adalah momentum yang tepat untuk memperbarui hubungan kita dengan Al-Qur’an.

Pertama: Kembali kepada Khittah (Pedoman)

Saudaraku seiman, seringkali kita melangkah tanpa peta. Kita sibuk bekerja, namun lupa tujuan akhir. Kita sibuk merencanakan bisnis, namun lupa aturan transaksinya. Kita sibuk membangun rumah tangga, namun lupa cara menghiasiinya dengan sirr (rahmat).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Anbiya, ayat 10-11:

وَلَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ * وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا وَمَضَىٰ مِثْلُهُمْ فِي الْأَرَّارِ

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) yang berisi peringatan bagimu. Maka apakah kamu tidak berakal? Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, yang lebih hebat kekuatannya daripada mereka ini…”

Al-Qur’an bukan hanya kitab bacaan. Al-Qur’an adalah “Dzikrukum” (peringatan bagi kalian). Ia adalah panduan hidup. Jika kita ingin resolusi tahun baru ini diberkahi, maka fondasinya haruslah Al-Qur’an.

Bayangkan, jika sebuah kapal besar dengan mesin canggih, namun nahkodanya tidak membaca peta arah angin dan arus laut, kapal tersebut akan berputar-putar di tengah lautan bahkan bisa karam. Begitulah kita tanpa Al-Qur’an.

Kedua: Memuliakan Al-Qur’an (Izzah)

Untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, kita harus memulai dengan menghormatinya. Bagaimana caranya?

  1. Membaca dengan Tartil (Benar dan Berurutan). Firman Allah:

…وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan dengan memperhatikan hukum tajwid dan makna).” (QS. Al-Muzzammil: 4)

Kita harus memperbaiki bacaan kita. Tidak cukup sekadar bisa, tapi harus menghayati setiap kata yang keluar dari lisan kita.

  1. Tadabbur (Menghayati Makna). Membaca Al-Qur’an tanpa memahami maknanya bagaikan seseorang yang mendengar pidato dalam bahasa yang tidak ia mengerti. Ia hanya mendengar suara, tapi tidak dapat mengambil pelajaran. Allah berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka tidaklah mereka mentadabbur Al-Qur’an? Ataukah di atas hati mereka ada kunci?” (QS. Muhammad: 24)

Jadikan tahun ini tahunnya kita memahami pesan Allah. Mulailah dengan tafsir, atau mendengar ceramah yang menjelaskan ayat-ayat yang kita baca.

  1. Amalan (I’timad). Kita harus bergantung padanya. Dalam segala aspek kehidupan: Muamalah, Munakahah, Jinayah, Ibadah, hingga Akhlak. Ketika kita bingung mengambil keputusan, kembalilah kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita harus yakin, solusi terbaik ada di dalam sana.

Ketiga: Menghidupkan Malam dengan Al-Qur’an

Sahabat yang dirahmati Allah, di antara resolusi terbaik adalah menghidupkan malam hari. Tidakkah kita rindu untuk berbicara langsung dengan Rabbul ‘Izzati di waktu malam, di saat dunia tengah sunyi?

Allah memuji hamba-Nya yang berbicara dengan-Nya di malam hari:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.” (QS. As-Sajadah: 16)

Ayat ini menggambarkan orang-orang yang shalih, mereka meninggalkan tidur nyenyak demi menghadap Tuhannya. Mereka membaca Al-Qur’an, memohon ampun, dan berinfaq.

Jika kita ingin resolusi tahun baru ini diterima, kita harus membangun “tunanetra spiritual” kita di malam hari. Tidur sejenak, lalu bangunlah untuk shalat malam dan membaca Al-Qur’an. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Keempat: Menjadikan Al-Qur’an Penyembuh (Penawar)

Tahun lalu, mungkin kita dilanda stres, cemas, dan masalah. Al-Qur’an adalah penawar (Syifa’).

Allah berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82)

Resolusi baru kita adalah: Jangan mencari pelarian di media sosial saat bersedih. Tapi, buka Al-Qur’an. Dengarkan bacaannya. Hati yang bergolak akan tenang dengan izin Allah.

Kelima: Peringatan Keras Bagi Yang Meninggalkan Al-Qur’an

Marilah kita sadar, betapa beratnya beban jika kita meninggalkan pedoman ini. Allah Ta’ala mengancam:

وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَزِجْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Dan apabila mereka dipalingkan ke arah neraka, mereka berkata: ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim’.” (QS. Al-A’raf: 47)

Mereka yang tidak peduli dengan Al-Qur’an adalah orang-orang yang dzalim terhadap diri mereka sendiri.

Sahabatku, bayangkan jika seorang dokter memberikan resep obat yang sangat mujarab, lalu kita membuangnya begitu saja. Betapa bodohnya kita. Al-Qur’an adalah resep hidup kita.

Oleh karena itu, wahai hamba-hamba Allah, jadikanlah tahun ini sebagai tahun Al-Qur’an.

  1. Pasang niat: “Aku akan menamatkan bacaan Al-Qur’an tahun ini dengan tadabbur.”
  2. Pasang jadwal: “Aku akan luangkan 30 menit setiap pagi untuk membaca dan memahami.”
  3. Aplikasikan: “Aku akan rubah makananku, hubunganku, dan usahanku sesuai dengan Al-Qur’an.”

Janganlah kita termasuk orang yang Allah sebutkan dalam firman-Nya:

كَلَّا ۖ بَلْ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang mereka usahakan telah menutup hati mereka.” (QS. Al-Mutaffifin: 14)

Mari kita bersihkan hati kita dengan Al-Qur’an.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Jama’ah Jum’at rahimakumullah,

Wasiat Taqwa yang singkat: Sesungguhnya kebahagiaan hakiki tidak terletak pada bertambahnya harta atau panjangnya umur, namun pada bertambahnya taqwa dan ketaatan kepada Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الْقُرْآنِ وَجَعَلَهُ إِمَامًا وَدَلِيلًا

“Beruntunglah orang yang dijadikan Al-Qur’an sebagai imam (pemimpin) dan penunjuk jalan.” (HR. At-Tirmidzi)

Maka, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai Imam dalam setiap langkah kita. Apa yang dilarangnya, kita jauhi. Apa yang diperintahkannya, kita laksanakan. Apa yang dijanjikannya, kita nanti.

Jangan lupa, saudara-saudaraku, untuk terus memperbanyak shalawat kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab Allah dan para malaikat bershalawat kepadanya.

Jangan pula kita lupa untuk mendoakan saudara-saudara kita yang sedang diuji, dan mendoakan kebaikan untuk bangsa dan negara kita.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here