Home Artikel Sudah Tahu Ciri Haji yang Mabrur?

Sudah Tahu Ciri Haji yang Mabrur?

59
0

Dzulhijjah merupakan bulan mulia terutama pada 10 hari pertama pada bulan tersebut, khususnya di tanggal 9 ada tuntunan wukuf di Arafah bagi yang berhaji dan puasa Arafah bagi yang tidak melaksanakan haji adapun di tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari raya idul adha dan disyariatkan untuk berqurban bagi yang mampu.

Pada tulisan kali ini kita tidak akan membahas semua materi di atas, namun yang akan kita bahas adalah terkait ciri-ciri Haji yang mabrur. Dimana Haji adalah ibadah yang sangat agung, dan merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma beliau berkata: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسشَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun atas 5 (rukun): Persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, dan menegakkan sholat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadlan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kewajiban Berhaji

Haji wajib bagi yang mampu sekali dalam seumur hidup, tidak setiap tahun. Maka bagi siapa yang sudah menunaikan kewajibannya haji yang berikutnya hukumnya sunnah.
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  فَقَالَ: ” إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ ” فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ؟ قَالَ:  لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di hadapan kami dan berkata, “Allah telah mewajibkan haji pada kalian.” Lantas Al Aqro’ bin Habis, ia berkata, “Apakah haji tersebut wajib setiap tahun?” Beliau berkata, “Seandainya iya, maka akan kukatakan wajib (setiap tahun). Namun haji cuma wajib sekali. Siapa yang lebih dari sekali, maka itu hanyalah haji yang sunnah.” (HR. Abu Daud no. 1721. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Pengertian Haji Mabrur

Setiap orang yang berhaji akan mendambakan kalau haji nya kan menjadi haji yang mabrur, mengingat pahala yang sangat besar bagi orang yang haji nya mabru.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: الْحَجُّ الْمَبْرُور لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةَ

“Haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga.” (HR. al-Bukhari)

Ibnu Kholawaih berkata, “Haji mabrur adalah haji yang haji yang diterima (maqbul).”

Ulama yang lainnya mengatakan, “Haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri dengan dosa.” Pendapat ini dipilih oleh Imam An-Nawawi. (Fathul Bari 3/382)

Ciri-Ciri Haji Mabrur

Nabi shallallahu mengenai ciri-ciri haji yang mabrur. Dari sahabat Jabir, ia berkata,

سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن بر الحج قال إطعام الطعام و طيب الكلام

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang haji yang mabrur beliau berkata “Suka bersedekah dengan bentuk memberi makan dan memiliki tutar kata yang baik.” (HR. Hakim)

Dalam hadis di atas Nabi menjelaskan ada dua ciri haji yang mabrur diantaranya adalah gemar berbagi, suka membantu orang lain, ringan untuk mengeluarkan hartanya dalam rangka membantu orang lain. Maka haji yang mabrur akan memiliki semangat bersedakah yang tinggi setelah dia pulang haji.

Kemudian ciri kedua yang dikatakan Nabi adalah memiliki tutur kata yang baik. Perkataan yang keluar dari lisannya adalah kata-kata yang baik. Lisan nya penuh dengan kata-kata yang bermanfaat baik untuk akhirat dan dunianya seperti berdzikir dan membaca alquran.

Maka hadis Nabi di atas hendaknya menjadi bahan intropeksi diri, apakah ciri-ciri yang Nabi sampaikan ada pada diri kita, setelah kita melaksanakan ibadah haji, jika ada maka ini suatu kabar gembira, kita berharap ibadah haji yang kita lakukan bermanfaat dan diterima disisi Allah dan menjadi haji yang mabrur. Jika ternyata keadaan kita tidak selaras seperti yang Nabi sampaikan, maka masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri menju hal yang lebih baik bi idznillah  ta’ala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here