Home Artikel Khutbah Jumat: Disiplin Beribadah di Bulan Ramadhan

Khutbah Jumat: Disiplin Beribadah di Bulan Ramadhan

15
0
campaign psb PPHQ 26-27

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ كَمَا كَتَبَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا لَعَلَّنَا نَتَّقُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Segala puji bagi Allah Ta’ala, Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Rasa syukur yang mendalam kita panjatkan ke hadirat Allah Ta’ala atas nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga pada hari Jumat yang mulia ini kita masih dapat melangkahkan kaki menuju masjid untuk menunaikan kewajiban shalat Jumat.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang senantiasa istiqamah meniti jalan sunnah beliau hingga akhir zaman.

Mengawali khutbah ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Subhaanahu Wata’ala. Takwa yang bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan kesadaran penuh untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan sunyi maupun ramai, dalam keadaan lapang maupun sempit.

Hadirin Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,

donatur-tetap

Allah Subhaanahu Wata’ala telah menetapkan tujuan utama dari ibadah puasa Ramadhan dalam firman-Nya di Surat Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa output atau hasil akhir dari madrasah Ramadhan adalah “La’allakum Tattaqun”, agar kita menjadi insan yang bertakwa. Namun, derajat takwa ini tidak bisa diraih secara instan atau otomatis hanya dengan menahan lapar dan dahaga. Takwa diraih melalui proses penempaan diri dan disiplin ibadah yang ketat selama satu bulan penuh.

Ramadhan sesungguhnya mengajarkan kita tentang “disiplin”. Tanpa disiplin, ibadah puasa kita akan menjadi sia-sia dan hanya menyisakan rasa lapar semata, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya itu kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. At-Thabrani).

Lantas, bentuk disiplin ibadah seperti apa yang harus kita tegakkan di bulan ini untuk meraih takwa?

Pertama, Disiplin Menjaga Kualitas Puasa.

Puasa bukan hanya sekadar memindahkan jam makan. Puasa adalah disiplin menahan diri dari segala hal yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan kita untuk mendisiplinkan anggota tubuh dari perbuatan dosa. Mata berpuasa dari pandangan maksiat, telinga berpuasa dari mendengar ghibah dan adu domba, lisan berpuasa dari berdusta dan mencaci maki.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan hausnya.” (HR. Bukhari no.1903).

Disiplin ini melatih kita untuk jujur pada diri sendiri dan sadar akan pengawasan Allah Subhaanahu Wata’ala. Jika di bulan Ramadhan kita mampu mendisiplinkan hawa nafsu yang halal (seperti makan dan minum), maka seharusnya kita lebih mampu lagi mendisiplinkan diri dari hal-hal yang haram di luar bulan Ramadhan.

Kedua, Disiplin Waktu melalui Ibadah Shalat Fardhu dan Tarawih

Ramadhan melatih kita untuk sangat menghargai waktu. Kita bangun sebelum fajar untuk sahur, menahan diri hingga waktu maghrib untuk berbuka, dan melaksanakan shalat Tarawih di malam hari. Semua memiliki waktu yang terukur.

Disiplin dalam melaksanakan shalat lima waktu berjamaah dan menghidupkan malam dengan Qiyamul Lail (Tarawih dan Witir) adalah sarana penghapus dosa yang sangat efektif. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانَا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْذنْبِه

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Momentum ini harus kita gunakan untuk memperbaiki disiplin shalat kita. Jika selama Ramadhan kita bisa tepat waktu ke masjid, maka semangat inilah yang harus menjadi karakter kita paska Ramadhan untuk meraih derajat takwa.

Ketiga, Disiplin Berinteraksi dengan Al-Quran.

Bulan Ramadhan adalah Syahrul Quran, bulan diturunkannya Al-Quran. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

Para salafus shalih memberikan teladan luar biasa dalam disiplin membaca Al-Quran di bulan ini. Imam Syafi’i rahimahullah bahkan dikisahkan mengkhatamkan Al-Quran hingga 60 kali selama Ramadhan. Kita mungkin tidak sanggup sebanyak itu, namun kita harus memiliki target disiplin. Misalnya, One Day One Juz (satu hari satu juz).

Kedekatan dengan Al-Quran akan melembutkan hati yang keras dan menerangi jiwa yang gelap. Orang yang bertakwa adalah orang yang menjadikan Al-Quran sebagai imam dalam setiap langkah hidupnya.

Keempat, Disiplin Sosial melalui  Infak, dan Sedekah.

Takwa tidak hanya hubungan kepada Allah Ta’ala, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia. Rasa lapar yang kita rasakan saat berpuasa seharusnya menumbuhkan empati kepada saudara-saudara kita yang kelaparan bukan karena puasa, melainkan karena ketiadaan makanan.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi saat berada di bulan Ramadhan bagaikan angin yang berhembus. Disiplin menyisihkan sebagian harta di bulan ini melatih kita untuk tidak cinta dunia berlebihan dan membersihkan jiwa dari sifat kikir.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Jika keempat disiplin ini—disiplin menahan nafsu, disiplin waktu shalat, disiplin membaca Al-Quran, dan disiplin berbagi harta—kita jalankan dengan sungguh-sungguh dan *istiqamah* selama satu bulan penuh, insya Allah karakter takwa akan terbentuk dalam diri kita.

Takwa inilah yang akan menjadi bekal terbaik kita saat menghadap Allah Ta’ala. Marilah kita manfaatkan hari-hari di bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas kebaikan pada jiwa kita.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا، وَقِيَامَنَا، وَرُكُوعَنَا، وَسُجُودَنَا، وَتِلَاوَتَنَا، وَسَائِرَ أَعْمَالِنَا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْعُتَقَاءِ مِنْ النَّارِ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْكَرِيمِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here