Home Artikel Jagalah Harta Anda dari Perkara yang Sia-Sia

Jagalah Harta Anda dari Perkara yang Sia-Sia

716
0

Setiap manusia dalam hidupnya di dunia tidak luput dari pertanggungjawaban atas apa yang ia kerjakan. Mulai dari aktivitasnya, kegiatannya, pekerjaannya, pergaulannya, termasuk juga tentang harta yang ia miliki.

Kelak di akhir zaman, harta yang kita miliki akan dipertanyaan dan dipertanggungjawaban, tidak hanya dari cara kita mendapatkannya, tapi juga dari cara bagaimana kita membelanjakannya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ

“Dan (manusia) juga akan ditanya tentang hartanya, dari mana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan.” (HR Tirmidzi)

Ketika manusia terlah berusahakan dan bekerja dengan cara yang halal, kemudia harta telah ada dalam genggaman. Maka tahab selanjutnya adalah menjaga harta dari perkara yang sia-sia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya untuk mensia-siakan harta, beliau bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَمَنَعَ وَهَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

“Sesunhgguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada ibu, mengubur anak wanita hidup-hidup dan serta membenci kalian dari qiila wa qoola (memberitakan setiap apa yang didengar), banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta”. (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Dan yang maksud dengan mensia-siakan harta adalah ketika Allah mengaruniakan rizki yang halal kepadamu, lalu engkau membelanjakannya pada apa yang diharamkan oleh Allah Ta’ala.

Keberkahan harta juga sangat ditentukan bagaimana seseorang menggunakan hartanya. Jika ia mampu membelanjakannya pada hal-hal yang baik seperti menafkahi diri dan keluarga, berzakat, bersedekah atau memberi hadiah, berarti ia telah memenuhi kewajibannya untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala terhadap harta yang ia miliki. Dan dari sikap syukur itulah Allah akan menurunkan keberkahan pada hartanya tersebut berupa tambahan-tambahan nikmat harta berikutnya.

Namun jika ia kufur, dengan cara membelanjakan harta itu pada pos-pos yang diharamkan Allah Ta’ala, maka Allah mengancamnya dengan siksa yang sangat pedih. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Menjaga harta hakekatnya adalah menjaga kehidupan. Kelalaian dalam menjaga harta adalah pangkal dari seluruh kerusakan dalam hidup. Pintar dalam mengelola harta berarti pintar dalam mengelola hidup. Semakin cakap seseorang mengatur hartanya, maka kebaikan demi kebaikan akan semakin banyak diraihnya. Itu karena potensi harta begitu besar dalam mendatangkan beragam kemanfaatan dan maslahat, baik di dunia ataupun di akhirat. Begitu pula sebaliknya, harta memiliki potensi yang sangat kuat untuk mendorong manusia melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, dosa, pelangggaran dan kerusakan yang sangat merugikan.

Oleh karena itu diantara doa yang senantiasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan kepada Allah adalah,

اللهُمَّ أَصْلِحْ لِيْ دُنْيَاي التِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ ، وَ أَصْلِحْ لِي آخِرَتِيْ التِيْ إِلَيْهَا مَعَادِي

“Ya Allah perbaikilah hidupku yang padanya ada kehidupanku (rizkiku), dan perbaikilah perkara akhiratku yang padanya ada tempat kembaliku.” (HR. Muslim)

 

Beberapa Praktek Membelanjakan Harta Sesuai Syariat:

  1. Zakat (bila telah mencapai nishab dan haul)
  2. Nafkah keluarga dan orang yang ditanggung.
  3. Sedekah.
  4. Wakaf.
  5. Hadiah.
  6. Membantu biaya jihad atau menuntut ilmu.

Semoga Allah Ta’ala karuniakan dan limpahkan kepada kita rizki yang halal, dan Allah bimbing kita agar dapat membelanjakan harta kita di jalan-Nya serta tidak membelanjakannya pada hal yang sia-sia. Aamiin

Wallahu Ta’ala a’lam bishshawab

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here