Kita telah banyak menuntut ilmu dari masa kecil, hingga hari ini, tak terhitung waktu tenaga fikiran yang kita curahkan untuk mendapatkan ilmu agama yang mulia ini yaitu ISLAM.
Berapa persen dari ilmu yang kita pelajari yang telah kita amalkan, dari amal yang kita lakukan berapa persen yang kita benar-benar Ikhlas dan khusu’.
Kita semua merasa minder jika membahas amal ibadah kita, banyaknya keropos kekurangan yang bahkan kita mulai tidak memperdulikannya lagi dalam ibdah-ibadah yang kita lakukan sehari-hari.
Ingatkah kita dengan ayat yang kita baca disetiap rakaat shalat kita, yaitu surat Al-fatihah yang ke 7
Allah Ta’aala berfirman:
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
“(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.” (QS. Al-Fātiḥah: 7)
- Ada Tiga Golongan Manusia dalam Ayat Ini, Dengan Status Ilmu Dan Amal Mereka:
- Golongan yang Dimurkai (الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ) Siapa Mereka?
Mereka adalah orang-orang yang tahu kebenaran tapi menolak dan melanggarnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَغْضُوبُ عَلَيْهِمُ الْيَهُودُ، وَالضَّالُّونَ النَّصَارَى
“Orang-orang yang dimurkai adalah Yahudi, dan yang sesat adalah Nasrani.” (HR. Tirmidzi no. 2954, Hasan)
Allah ta’aala berfirman
فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ
“Mereka kembali dengan kemurkaan di atas kemurkaan.” (QS. Al-Baqarah: 90)
Apkah terbatas pada kaum Yahudi? Tentu tidak, setiap dari kita yang telah dikaruniai ilmu oleh Allah ta’aala dan tidak beusaha mengamalkannya, mereka termasuk dalam golongan yang dimurkai.
Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:
الْمَغْضُوبُ عَلَيْهِمْ هُمُ الَّذِينَ عَرَفُوا الْحَقَّ وَلَمْ يَعْمَلُوا بِهِ
“Yang dimurkai adalah orang yang mengetahui kebenaran, tapi tidak mengamalkannya.”
Ciri Golongan Ini berilmu tapi sombong menjual agama demi dunia sengaja melanggar syariat.
Ilmu tanpa amal = kemurkaan Allah.
- Golongan yang Sesat (الضَّالِّينَ) Siapa Mereka?
Mereka adalah orang-orang yang rajin beribadah tapi tanpa ilmu yang benar.
Pada hadits sebelumnya
وَالضَّالُّونَ النَّصَارَى
“Yang sesat adalah Nasrani.”
Allah ta’aala berfirman
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا * الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Maukah Kami beritahu orang yang paling rugi amalnya? Yaitu yang sia-sia amalnya.” (QS. Al-Kahfi: 103–104)
Dan semua orang yang beribadah, tanpa didasari dengan ilmu termasuk pada golongan ini.
Imam Al-Qurthubi رحمه الله berkata:
الضَّالُّونَ هُمُ الَّذِينَ عَبَدُوا اللَّهَ عَلَى جَهْلٍ
“Orang sesat adalah yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu.”
Ciri golongan ini semangat ibadah tapi menyimpang mengikuti hawa nafsu mengikuti bid’ah.
Amal tanpa ilmu = kesesatan.
- Golongan yang Diberi Nikmat (الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ) Siapa Mereka?
Mereka adalah orang-orang yang mengenal kebenaran mengamalkan kebenaran ikhlas dan istiqamah
Allah menjelaskan dalam ayat lain:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ * مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ
“Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul, mereka bersama orang-orang yang diberi nikmat: para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih.” (QS. An-Nisā’: 69)
Bagai mana mereka mampu mendapatkan keduanya? Yaitu dengan mengamalkan ayat sebelumnya
اهدنا الصراط المستقيم
“Tunjukilah kami jalan yang lurus” (QS. Al-Fatihah : 6)
Dengan memohon hidayah keberkahan ilmu kepada Allah, dan memohon kepada Allah hidayah agar mampu mengamalkan ilmu.
Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata:
هُمْ الَّذِينَ سَلَكُوا طَرِيقَ الْهُدَى
“Mereka adalah orang-orang yang menempuh jalan hidayah.”
Mereka adalah para nabi orang shiddiq syuhada orang shalih dan semua yang mengikuti mereka inilah jalan keselamatan.
Setiap hari kita membaca Al-Fātiḥah minimal 17 kali dalam shalat, berarti:
Kita memohon kepada Allah jalan kebahagiaan, dengan ilmu dan amal, tidak ad acara lain untuk mendapatkan kebahagiaan dari Allah ta’aala.
Perkataan Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله
مَنْ فَسَدَ مِنَ الْعُلَمَاءِ فَفِيهِ شَبَهٌ مِنَ الْيَهُودِ وَمَنْ فَسَدَ مِنَ الْعُبَّادِ فَفِيهِ شَبَهٌ مِنَ النَّصَارَى
“Ulama yang rusak mirip Yahudi, ahli ibadah yang rusak mirip Nasrani.”
Surah Al-Fātiḥah ayat 7 mengajarkan:
Seorang muslim harus:
- Belajar agama
- Mengamalkannya
- Mengikuti sunnah
- Menjauhi bid’ah
- Menjaga keikhlasan
Oleh: Badruz Zaman, Lc








