Home Artikel Khutbah Jumat: Sya‘ban, Gerbang Persiapan Menuju Ramadhan

Khutbah Jumat: Sya‘ban, Gerbang Persiapan Menuju Ramadhan

20
0
campaign psb PPHQ 26-27

Khutbah Pertama

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الحَمدُ لِـلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ وَأَظْهَرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْنَ، هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ، أَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا هُوَ أَهْلُهُ وَأَشْكُرُهُ شُكْرَ مَنْ يَسْتَزِيْدُهُ وَيَتَضَرَّعُ إِلَيْهِ وَحْدَهُ.

 وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ  فِي رُبُوْبِيَّتِهِ وَأُلُوْهِيَّتِهِ وَكَمَالِ ذَاتِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مَحَمَّداً عَبْدُهُ وَرُسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِمْ وَاسْتَنَّ بِسُنَّتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِينِ وَبَعْدُ.

يَا أَيَّهَا النَاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا}

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} { يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا}

Kaum muslimin rahimakumullah

Ketahuilah Allah Ta’ala telah menjadikan waktu sebagai tempat memperbanyak amal perbuatan.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya; dan barang siapa mengerjakan keburukan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya (QS. Az-Zalzalah: 7–8).

Maka orang yang merugi adalah yang kehilangan kesempatan pada waktu-waktu terbaik, dan orang yang terhalang adalah yang terhalang dari musim-musim ketaatan. Allah menjadikan waktu sebagai jalan bagi orang-orang beriman untuk taat kepada Rabb mereka, namun menjadi penyesalan bagi yang lalai terhadap dirinya sendiri. Maka hidupkanlah diri kalian dengan ketaatan kepada Allah, karena sesungguhnya hati hidup dengan mengingat Allah.

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ

Apa saja kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatkannya di sisi Allah (QS. Al-Baqarah: 110).

donatur-tetap

Waktu memiliki keutamaan yang berbeda-beda menurut bulan, hari, dan jamnya. Sebaik-baik aktifitas menghidupkan umur dan waktu adalah dengan amal-amal yang mendekatan diri kepada Allah, berbagai perbuatan baik, dan ketaatan. Allah berfirman:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur (QS. Al-Furqan: 62).

Kini telah menaungi kita bulan Sya‘ban, bulan yang Allah tempatkan di antara dua bulan agung: Rajab yang mulia dan Ramadhan yang penuh berkah. Bulan ini dipenuhi peristiwa besar; di antaranya perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka‘bah pada tahun kedua hijrah, dan pada bulan ini pula diwajibkan puasa Ramadhan pada tahun kedua hijrah.

Dinamakan Sya‘ban karena orang-orang Arab dahulu “bercabang” atau berpencar di dalamnya, yaitu pergi mencari sumber air. Ada pula yang mengatakan karena mereka berpencar untuk peperangan setelah keluar dari bulan Rajab yang haram, dan ada yang mengatakan karena bulan ini tampak berada di antara Rajab dan Ramadhan.

Sya‘ban adalah bulan bercabangnya berbagai kebaikan. Nabi ﷺ memperbanyak puasa di bulan ini. Dari Aisyah رضي الله عنها, ia berkata:

ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل شهرًا قط إلا رمضان، وما رأيته أكثر صيامًا منه في شعبان

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa sebulan penuh selain Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa dibandingkan pada bulan Sya‘ban.” (HR. Muslim).

Ini menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap puasa di bulan Sya‘ban, yakni berpuasa pada sebagian besar bulan, bukan seluruhnya. Ibnu Hajar berkata: “Puasa beliau di bulan Sya‘ban secara sunnah lebih banyak daripada bulan lainnya, dan beliau berpuasa pada sebagian besar Sya‘ban.” (Fathul Bari 4/214).

Bulan Sya‘ban juga mengingatkan orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan agar segera menunaikannya sebelum datang Ramadhan berikutnya. Dari Aisyah رضي الله عنها, ia berkata:

كان يكون عليَّ الصوم من رمضان، فما أستطيع أن أقضيه إلا في شعبان

“Aku memiliki hutang puasa Ramadhan, dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali pada bulan Sya‘ban.” (HR. Bukhari).

Maka segeralah membersihkan tanggungan kalian dari kewajiban puasa kepada Allah:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Barang siapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah menggantinya pada hari-hari yang lain (QS. Al-Baqarah: 184).

Kaum muslimin jamaah shalat jumat rahimakumullah

Ketahuilah bahwa Sya‘ban merupakan pendahulu bagi bulan Ramadhan yang mulia, bulan diturunkannya Al-Qur’an. Ia menjadi medan latihan, persiapan, dan kesiapan menyambut bulan iman, yakni Ramadhan. Sya‘ban bagi Ramadhan bagaikan shalat sunnah rawatib bagi shalat wajib; sebagai latihan untuk meringankan beban puasa Ramadhan dan merasakan manisnya ibadah puasa, sehingga seseorang memasuki Ramadhan dengan semangat dan kekuatan.

Karena Sya‘ban merupakan pendahulu Ramadhan, maka disyariatkan di dalamnya berbagai ibadah seperti puasa dan amal ketaatan lainnya untuk mempersiapkan hati menyambut Ramadhan, melatih jiwa dalam ketaatan kepada Allah. Oleh sebab itu, para ulama salaf bersungguh-sungguh di bulan Sya‘ban; mereka memperbanyak membaca Al-Qur’an sebagai persiapan Ramadhan. Amr bin Qais apabila masuk bulan Sya‘ban menutup aktivitas perdagangannya dan menyibukkan diri membaca Al-Qur’an. Ia berkata: “Beruntunglah orang yang memperbaiki dirinya sebelum Ramadhan.” Mereka juga berkata ketika masuk Sya‘ban: “Inilah bulan para pembaca Al-Qur’an.”

Ibadallah…. ada beberapa hal yang perli diperhatikan pada bulan Sya’ban ini, yaiutu amalan amalan yang tidak ada tuntunannya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yatiu perbuatan Bid’ah.

Di antara bid‘ah yang diada-adakan sebagian manusia adalah merayakan malam pertengahan Sya‘ban, mengkhususkan siangnya dengan puasa dan malamnya dengan ibadah tertentu serta doa-doa dan dzikir khusus. Semua itu tidak memiliki dasar hadis yang sahih dari Nabi ﷺ, melainkan riwayat yang lemah bahkan palsu sebagaimana disebutkan Ibnu Rajab dan ulama lainnya. Namun, siapa yang memang terbiasa qiyamul lail atau puasa sunnah, lalu bertepatan dengan pertengahan Sya‘ban, maka silakan ia tetap berpuasa dan beribadah seperti biasa.

Di antara bid‘ah yang muncul pula adalah saling mengirim pesan permintaan maaf khusus pada malam pertengahan Sya‘ban. Adapun hadis:

يطلع الله في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه، إلا لمشرك أو مشاحن

“Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam pertengahan Sya‘ban lalu mengampuni semuanya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan,”

Para ahli hadis menilai sanadnya lemah. Kalaupun dianggap sahih, yang dimaksud “orang yang bermusuhan” adalah pelaku bid‘ah yang memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin sebagaimana dijelaskan Ibnu al-Mubarak. Pintu ampunan Allah selalu terbuka, dan syariat menganjurkan saling memaafkan sepanjang waktu, bukan hanya pada waktu tertentu.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول ما سمعتم فاستغفروا الله؛ إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَة

 اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

Referensi: https://www.alukah.net/spotlight/0/161260/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here