Seringkali kita meminta saran dari teman, keluarga, kerabat atau orang terdekat kita, dan tidak sedikit dari mereka yang menjawab “Sabar Bro” “Sabar Kak” dan lain sebagainya, dan bahkan kita sendiri pernah menjawab dengan jawaban yang senada dengan mereka.
Sehingga kita harus benar-benar mengerti ap aitu kesabaran yang sesungguhnya, bukan sekedar ucapan “Sabaarrr” saja.
Sabar (الصبر) secara bahasa berarti menahan diri.
Secara istilah, para ulama menjelaskan bahwa sabar adalah:
“Menahan diri dari keluh kesah, menahan lisan dari ucapan yang dibenci Allah, dan menahan anggota badan dari perbuatan dosa.”
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“الصبر حبس النفس عن الجزع، وحبس اللسان عن التشكي، وحبس الجوارح عن المعاصي.”
“Sabar adalah menahan diri dari rasa gelisah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari maksiat.”(Madarij As-Salikin, 2/156)
Sehingga kesabaran yang harus ada dalam benak kita adalah sebuah perjuangan menghadapi diri kita sendiri secara khusus, agar bisa menjadi seorang hamba yang lebih baik, Sebagai mana penjelasan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah رحمه الله
الصَّبْرُ مَنْزِلَةٌ مِنْ مَنَازِلِ الدِّينِ، وَمَقَامٌ مِنْ مَقَامَاتِ السَّائِرِينَ، لَا يُمْكِنُ لِلْعَبْدِ أَنْ يَسْلُكَهَا إِلَّا عَلَى بَابِ الْعُبُودِيَّةِ
“Sabar adalah salah satu tingkatan dalam agama, dan salah satu kedudukan para penempuh jalan menuju Allah. Seorang hamba tidak akan mampu menempuhnya kecuali dengan penghambaan yang sempurna kepada Allah.” (Madarij As-Salikin, 2/156)
Maksud dari penjelasan Ibnul Qayyim di atas adalah, seseorang tidak akan mampu bersabar kecuali dia benar-benar ikhlash hanya mengharapkan balasan dari Allah ta’aala.
Sebagaimana kisah Ibn Taymiyyah Ketika beliau berhadapan dengan banyak musuh sehingga beliau harus merasakan hari-hari beliau di penjara, akan tetapi betapa menakjubkan kesabaran yang didasari dengan keikhlasan, ketika Al-Imam Ibn Taymiyyah dipenjara, beliau berkata:
مَاذَا يَفْعَلُ أَعْدَائِي بِي؟ جَنَّتِي وَبُسْتَانِي فِي صَدْرِي، أَيْنَمَا ذَهَبْتُ فَهِي مَعِي، سِجْنِي خَلْوَةٌ، وَقَتْلِي شَهَادَةٌ، وَإِخْرَاجِي مِنْ بَلَدِي سِيَاحَةٌ
“Apa yang bisa dilakukan musuh-musuhku terhadapku? Surgaku dan tamanku ada di dalam dadaku, ke mana pun aku pergi ia bersamaku. Penjaraku adalah khalwat (menyepi bersama Allah), kematianku adalah syahid, dan pengusiranku adalah wisata di jalan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnul Qayyim dalam al-Wabil ash-Shayyib)
Beliau tidak lagi merasa musibah yang kebanyakan manusia kalang kabut disebabkan musibah yang mereka hadapi, justru membuat Ibn Taymiyyah merasa tenang dengan musibah tersebut yaitu di penjara.
Buah-Buah dari Kesabaran (ثمرات الصبر)
- Mendapatkan Cinta Allah
Dalil dari Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali ‘Imran: 146)
Al-Imam As-Sa’di رحمه الله menjelaskan:
أي: يحبهم محبة خاصة تقتضي ثناءه عليهم، ورفعة درجاتهم، وجزيل ثوابه لهم.
“Yaitu Allah mencintai mereka dengan cinta khusus, yang berimplikasi pada pujian-Nya terhadap mereka, meninggikan derajat mereka, dan memberi mereka pahala besar. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 153)
- Dijanjikan Pahala Tanpa Batas
Dalil dari Al-Qur’an:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Penjelasan Ulama:
Ibn Katsir رحمه الله berkata:
أي لا يوزن لهم عمل ولا يُكال، وإنما يُغرف لهم الأجر غرفًا.
“Artinya, amal mereka tidak ditimbang dan tidak dihitung, melainkan pahala mereka dicurahkan dengan curahan yang besar.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/88)
- Mendapat Pertolongan dan Kemenangan dari Allah
Dalil dari Al-Qur’an:
نَعَمْ إِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا
“Ya, jika kamu bersabar dan bertakwa, maka tipu daya mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun.” (QS. Ali ‘Imran: 120)
Penjelasan Ulama:
Ibnul Qayyim berkata:
فالنصر مع الصبر، والعز مع الصبر، والنجاة مع الصبر.
“Kemenangan bersama kesabaran, kemuliaan bersama kesabaran, dan keselamatan bersama kesabaran.” (Uddatush Shabirin, hlm. 36)
- Kesabaran Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat
Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.
“Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, atau kesempitan — bahkan duri yang menusuknya — melainkan Allah akan menghapus sebagian dari kesalahannya.” (HR. Bukhari no. 5641, Muslim no. 2573)
- Mendapatkan Kebersamaan Allah
Dalil dari Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Penjelasan Ulama:
Ibn Katsir رحمه الله berkata:
أي معهم بعونه وتأييده ونصره وهدايته.
“Artinya, Allah bersama mereka dengan pertolongan, dukungan, kemenangan, dan petunjuk-Nya.” (Tafsir Ibn Katsir, 1/189)
- Kesabaran Adalah Cahaya dalam Kehidupan
Hadis Nabi ﷺ:
وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ
“Dan kesabaran itu cahaya.” (HR. Muslim no. 223)
Penjelasan Ulama:
An-Nawawi رحمه الله berkata:
أي: فيه نور عظيم يهدي صاحبه في ظلمات البلاء والمحن.
“Maknanya, sabar adalah cahaya yang besar yang menuntun pemiliknya di kegelapan ujian dan cobaan.” (Syarh Shahih Muslim, 2/5)
- Kesabaran Mengantarkan ke Surga
Dalil dari Al-Qur’an:
سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“Keselamatan atasmu karena kesabaranmu, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (surga).” (QS. Ar-Ra’d: 24)
Penjelasan Ulama:
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
الصبر باب الله الأعظم الذي يدخل منه الداخلون إلى رضاه وجنته.
“Sabar adalah pintu terbesar menuju keridaan dan surga Allah.” (Uddatush Shabirin, hlm. 27)
Kesimpulan Para Ulama Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله berkata:
الصبر نصف الإيمان، فإن الإيمان نصفان: نصف صبر ونصف شكر.
“Sabar adalah separuh dari iman. Karena iman itu terbagi dua: separuhnya sabar dan separuhnya syukur.” (Majmu’ Al-Fatawa, 10/38)
Ditulis Oleh : Badruz Zaman, Lc








