Home Artikel Bagaimana Islam Memuliakan Wanita

Bagaimana Islam Memuliakan Wanita

732
0

Kesempurnaan agama Islam adalah niscaya. Hal itu sangat jelas didapati dalam berbagai  ajarannya. Mulai dari hal yang paling sederhana hingga perkara yang begitu besar. Semua telah tertuang dalam ajaran Islam, sehingga satu-satunya agama yang sempurna ialah Islam.

Islam mengajarkan tatacara memuliakan wanita yang tidak diajarkan dalam agama-agama yang lain. Di dalam agama Islam, wanita adalah makhluk yang sangat dimuliakan. Hal itu bisa kita ketahui dari ayat-ayat Al-Qur’an dan juga hadis-hadis Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

Wanita muslimah, kecilnya adalah penyejuk hati bagi orangtua juga saudara-saudarnya. Bahkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam suatu ketika pernah berpesan kepada umatnya:

مَنْ وُلِدَتْ لَهُ ابـْـنـَــةٌ فَــلَمْ يَــئـِدْهَا وَلَـمْ يُهِنْهَا، وَلَـمْ يُؤْثِرْوَلَدَهُ عَلَيْهَا أَدْخَلَهُ اللهُ بِهَا الْـجَنَّةَ

“Siapapun yang memiliki anak perempuan, lalu ia tidak membunuhnya hidup-hidup, tidak menghinanya, juga tidak lebih mengutamakan anak laki-laki terhadapnya, maka Allah akan memasukkannya (orang tua) ke dalam surga (HR. Ahmad dishahihkan oleh Al Hakim).

Hadis tersebut adalah salah satu dalil yang menunjukkan bagaimana Islam memuliakan wanita. Bahwasannya anak perempaun adalah salah satu wasilah terbaik bagi orangtua untuk masuk ke dalam surga. Tidak sebagaimana adat orang-orang jahiliyah, mereka mendudukkan wanita dengan kedudukan uang serendah-rendahnya. Bahkan termasuk aib yang harus ditutupi ketika terlahir anak perempuan ditengah-tengah keluarga mereka.

Wanita muslimah ketika dinikahi maka ia dihalalkan dengan kalimat Allah, sehingga ia menjadi istri yang diridhai. Di rumah sang suami, ia bak ratu yang harus dimuliakan lagi dijaga. Sang saumi bertanggung jawab penuh untuk menafkahi istri.

Tibalah wanita muslimah menjadi seorang ibu, yang bakti kepadanya disandingkan dengan perintah ibadah hanya kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah kecuali hanya kepada-Nya dan kepada ibu bapak hendaklah kamu berbuat baik…..” ( QS. Al-Isra’ : 23)

Pula sebaliknya, durhaka kepadanya disandingkan dengan syirik kepada Sang Khalik. Sebagaimana yang Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam kabarkan:

أَلَا أُنَـــبِّــئُــكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ ثَلَاثًا، يَعْنِيْ قَالَـهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قُلْنَابَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: الْإشْرَاكُ بِاللّهِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ…

“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar diantar dosa-dosa besar?, beliau mengulanginya tiga kali. Mau wahai Rasulullah, jawab para sahabat. Lalu beliau mengatakan: Manyekutukan Allah, durhaka terhadap ibu bapak,… (HR. Bukhari)

Seorang ibu juga lebih berhak mendapatkan bakti anaknya terlebihdahulu daripada sang ayah. Inilah yang diajarkan islam dalam rangka memuliakan wanita.
Suatu ketika datanglah seorang lelaki menghadap Rasulullah sallallahu alaihi wasallam seraya bertanya:

يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِيْ؟، قَالَ: أُمُّكَ،
قَالَ ثُمَّ مَنْ؟، قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟، قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟، قَالَ: ثُمَّ أَبُوْكَ.

Wahai Rasulullah, siapakah diantara manusia yang paling berhak mendapatkan baktiku?, beliau menjawab: “ibumu”, dia bertanya lagi: kemudian siapa?, beliau menjawab: “ibumu”, dia bertanya lagi: kemudian siapa?, beliau menjawab: “ibumu”, dia bertanya lagi: kemudian siapa?, beliau menjawab: “kemudian ayahmu” (HR. Bukhari).

Jawaban yang Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam berikan kepada sahabat menunjukkan betapa agung kedudukan seorang wanita yang telah berpredikat sebagai ibu, bakti anak kepada ibu hendaknya lebih banyak dibandingkan kepada sang ayah, tanpa menyampingkan bakti kepada sang ayah.
Islam juga mengajarkan kepada wanita bagaiamana seharusnya mereka berpakaian.

Sehingga pesona diri wanita begitu terjaga. Dengan sangat lugas Allah Ta’ala memerintahkan para wanita untuk menutup aurat mereka.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ
مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (QS. Al-Ahzab: 59)

Ayat di atas dikenal dengan salah satu rangkaian ayat-ayat hijab, karena di dalamnya mengandung perintah kepada para wanita beriman agar mengenakan pakaian yang menutupi aurat. Sekaligus ayat tersebut menunjukkan bagaimana Islam memuliakan wanita dari sisi pakaian.

Masih banyak dalil yang menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama yang sangat memuliakan kaum wanita.

Semoga tulisan di atas bermanfaat bagi penulis dan juga para pembaca. Wallahu A’lam bishshawab.

***

Ditulis oleh : Alfian Nurdiansyah, Lc (Alumni fakultas Syari’ah Al Azhar University dan Pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta)


 

Previous articleMelihat Lebih Dekat Kegiatan Liburan Santri di Pesantren Hamalatul Quran
Next articleVaksinasi Ustadz dan Karyawan Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here